Tradisi Tongngebbhan
Bulan Rajab salah satu bulan penuh berkah diantara bulan yang bulan yang lain. Di bulan rajab dan syaban biasanya banyak orang-orang melangsungkan pesta pernikahan (aparlo) madura.
Hari senin kemarin saudara di sebelah rumah mengadakan pesta pernikahan putri pertamanya. Sebelum melangsungkan aqdunnikah pihak laki-laki datang membawa lamaran berupa bahan makanan pokok beras, tepung, telur, minyak, mentega,kelapa,gula dan ada pula yang membawa kambing. Tiba di hari panyambelli yaitu hari dimana hewan sapi di eksekusi dan diolah menjadi berbagai macam masakan seperti : Sate, semur,rawon,abon,rendang. Maka pihak perempuan akan berkunjung ke pihak laki-laki yang dikenal dengan istilah TONGNGEBBHAN.
Tongngebbhan adalah kunjungan dari pihak perempuan ke pihak laki-laki sebagai ucapan rasa terimakasih atas lamaran yang telah diantar kemarin. Proses tonggeppan akan dilakukan dua sampai tiga orang sebagai perwakilan dengan membawa hantaran berupa nasi, ikan sapi dengan berbagai macam olahan, kue kering dan basah, menjadi hal yang sulit terlewati yaitu adanya dhudhul dan wajik.
🌹Bejhik dan dhudhul adalah kue berbahan dasar sama yakni ketan, santan serta gula, bedanya pada bentuk.
🌹dhudhul berupa adonan tepung ketan,santan dan berasa manis











