This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, July 1, 2021

Rasa Nano - Nano

*Rasa Nano-Nano*

Setiap hari bergelut dengan santri, berbagai cerita baik dari pertama mondok, jauh dari kedua orang tua, sering nangis, pokok bermacam cerita sering aku dengar.
Sebagai orang tua nomer dua mereka, aku hanya mampu memotivasi mereka agar lekas beradaptasi dengan lingkungan baru.

Singkat cerita pada tahun pelajaran ini, akupun harus mampu melepas si sulung pergi menuntut ilmu ke Pondok pesantren. Perasaan  gundah, cemas, iba, kasihan selalu hadir jauh sebelum berangkat (pokok rasa Nano-nano)😁

Tibalah hari yang ditunggu untuk berangkat. Dengan langkah pasti dan tekad kuat dalam dada aku sematkan doa "Bismillah tawakkaltu Alallah Lahawla walakuwwata illa billah"
Selama di dalam perjalanan si sulung bungkam seribu bahasa, walaupun kami memancing untuk sekedar bercanda,Dia hanya melihat layar gawai yang sedari tadi di pegangnya.

Selesai mengurusi segala administrasi,  dan menata rapi pakaian ke dalam lemari, akupun langsung pamit pada si sulung, tatapan matanya begitu berat melepas kami.

"Bak jihan, ibu pamit pulang yaa?" Suaraku tegas tetapi hati tidak kuat menahan iba, tanpa menjawab Bak jihan hanya menggelengkan kepala yang artinya kami belum diijinkan pulang.
Aku ikuti dulu kemauannya untuk tidak pulang dengan mengajaknya duduk bersama kakak kelas di teras kamar.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.35 WIB matahari mulai condong ke barat. Alhamdulillah saat berkenalan dengan santri baru ada salah satu dari mereka dari daerah Situbondo. Akhirnya mereka saling mengenal dan berbincang. Tibalah saat yang paling mendebarkan, dengan mengumpulkan semua kekuatan dan menahan bulir bening di mataku supaya tidak jatuh (tetapi hidungku merah)😁 aku berkata
"Bak! sekarang sudah ada temannya, ibu pamit ya?"
Dia hanya mengangguk dan menjulurkan ke dua tangannya padaku.
Akupun menyambutnya dengan ikhlas.
Mereka berduapun masuk ke kamar, setelah bayangannya hilang di samping kamar akupun langsung keluar menuju tempat parkir mobil.
Aku tidak mampu menahan bulir air mata jatuh membasahi ke dua pipiku😭

Jember,02072021

Saturday, May 29, 2021

Yuyut

 


Yuyut

 

Mungkin jika secara umur beliau lebih dari seratus tahun. Beliau adalah nenek dari ibuku, entahlah mungkin aku dan anak-anakku termasuk cicit yang kesekian. Keadaan beliau semakin hari makin lemah hingga akhirnya tidak mampu untuk melakukan segala aktifitas sehari-hari hanya mampu duduk dan berbaring. Badan yang renta dan rambut yang putih tidak menyurutkan semangat beribadah, mulutnya selalu komat kamit berdzikir dengan tasbih di kedua tangannya.

Di awal Ramadhan beliau sempat ingin berpuasa, tetapi aku tidak mengizinkan karena berkaca pada tahun sebelumnya setelah dua hari berpuasa beliau pasti sakit. Akhirnya aku sarankan beliau tidak usah berpuasa cukup membayar fidyah.

Yuyutku selalu menanyakan waktu karena persiapan untuk melaksanakan sholat. Pernah suatu hari aku baru pulang dari tempat kerja, banyak berkas pekerjaan aku bawa pulang pikiranku penuh dengan berbagai jadwal kerja yang belum kelar di tambah suasana hari yang cukup panas.

Sepeda Supra X 2020 segera aku parkir di depan rumah lalu membuka helm , aku letakkan tas ransel di kursi teras rumah dan ketika hendak membuka alas kaki tiba- tiba aku dikagetkan sebuah teriakan dari arah rumah beliau “ Tolong...tolong...ada maling...maling...” suaranya begitu nyaring dan parau

Aku bergegas menuju rumah beliau yang letaknya hanya empat langkah dari rumah, ternyata beliau dalam keadaan tidur dengan wajah ditutup selendang berwarna kuning, aku sedikit menahan tawa melihat kelakuannya.

“ Yut...yut...bangun...bangun” suaraku pelan sambil aku pegang bahunya

Yuyut mulai membuka mata lalu berkata“ Maling pegang pentungan, dia lari ke belakang lemari”

Aku tidak mampu menahan tawa “ Malingnya sudah keluar, sebaiknya yuyut minum dulu supaya tenang” aku mencoba menenangkannya

Setelah minum seteguk air dengan dada yang masih tersengal-sengal beliau menceritakan si maling dalam mimpi , Aku hanya duduk santai mendengarkan dan membaca WA Grup GRIYA LITERASI.

 

Monday, April 19, 2021

Takut mengqadha'



Musim kemarau mulai menampakkan diri dengan ditandai  hadirnya cuaca dingin di malam, pagi disertai terik panas di siang hari.  Keadaan tersebut memicu kulit menjadi kering dan ingin beriftor dengan yang dingin dan segar.

Di hari ke tiga bulan Ramadhan, adik masih bersemangat bangun dini hari untuk makan sahur, tidak terlalu lama membangunkannya untuk segera makan sahur. Setelah makan sahur dan menunaikan sholat subuh ia langsung meneruskan acara tidur hingga pagi tiba.

Jam menunjukkan pukul sembilan pagi cuaca mulai sedikit panas tetapi udara terasa dingin. Adik bangun dari tempat tidur menuju meja kerja dimana aku menyelesaikan tugas sekolah. Adik memegang leher sambil mengeluh jika tenggorokannya terasa di tusuk paku disertai gatal hingga muncul batuk kering. Aku menasehatinya supaya tetap kuat puasanya, istirahat yang cukup dan lehernya supaya diolesi vick.

Tidak berselang lama adik menghampiriku kembali sembari memegang leher dengan sedikit tetesan bulir - bulir bening dari sudut netranya . Aku seperti merasakan deritanya, karena ketika aku terkena sakit tenggorokan hanya ada rasa sakit, panas dan gatal. Akhirnya aku dekati dan kupeluk adik untuk menenangkan perasaannya. Setelah tangisnya reda baru aku menasehati jika adik bisa membatalkan puasa dengan minum air dan langsung minum obat, Sebaliknya Adik menolak membatalkan puasa karena takut mengganti di hari lain (qadha'). Aku hanya tersenyum mendengar alasan adik, tetapi aku menjelaskan secara perlahan-lahan bagaimana seseorang harus meng_qadha' puasa yang ditinggalkan seorang hamba.

Di hari berikutnya adik benar-benar tumbang intensitas batuknya semakin sering, Influenza dan nafsu makan mulai turun untung badannya tidak sampai demam, akhirnya adik aku bawa berobat ke puskesmas. Semoga adik cepat sembuh dan mampu berpuasa kembali.

Blimbing,20April2021

Sunday, February 28, 2021

Tongngebbhan

Tradisi Tongngebbhan

Bulan Rajab salah satu bulan penuh berkah diantara bulan yang bulan yang lain. Di bulan rajab dan syaban biasanya banyak orang-orang melangsungkan pesta pernikahan (aparlo) madura.

Hari senin kemarin saudara di sebelah rumah mengadakan pesta pernikahan putri pertamanya. Sebelum melangsungkan aqdunnikah pihak laki-laki datang membawa lamaran berupa bahan makanan pokok beras, tepung, telur, minyak, mentega,kelapa,gula dan ada pula yang membawa kambing. Tiba di hari panyambelli yaitu hari dimana hewan sapi di eksekusi dan diolah menjadi berbagai macam masakan seperti : Sate, semur,rawon,abon,rendang. Maka pihak perempuan akan berkunjung ke pihak laki-laki yang dikenal dengan istilah TONGNGEBBHAN. 

Tongngebbhan adalah kunjungan dari pihak perempuan ke pihak laki-laki sebagai ucapan rasa terimakasih atas lamaran yang telah diantar kemarin. Proses tonggeppan akan dilakukan dua sampai tiga orang sebagai perwakilan dengan membawa hantaran berupa nasi,  ikan sapi dengan berbagai macam olahan, kue kering dan basah, menjadi hal yang sulit terlewati yaitu adanya dhudhul dan wajik. 

🌹Bejhik dan dhudhul adalah kue berbahan dasar sama yakni ketan, santan serta gula, bedanya pada bentuk.
🌹dhudhul berupa adonan  tepung ketan,santan dan berasa manis
🌹 bhejik berupa beras ketan,santan dan pun manis

Monday, February 15, 2021

Salting

Hari ini begitu padat acara yang harus aku jalani. Setelah menuntaskan kewajiban seorang pendidik, aku harus mengikuti rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan sebelah. Pukul empat belas akupun harus mengantar ibu ke swalayan untuk membeli kebutuhan dapur, maklum ibu tidak bisa naik sepeda jadi kemanapun pergi butuh driver.

Sebelum berangkat sekolah pak su minta tolong untuk memperbaiki kancing baju seragam PSH yang lepas. Jarum jam menunjukkan 06.49 WIB waktu yang sangat mepet untuk segera sampai di sekolah, Dengan sedikit terburu buru segera aku ambil kotak kecil yang berisi kumpulan benang dan jarum. Tidak berapa lama kancingpun terpasang rapi dan segera aku berikan ke pak su.

Hari ini pula pak su menghadiri rapat dinas di Bondowoso. Secara tidak sengaja beberapa orang teman selalu memandang pak su, pak su pun sedikit tanda tanya dalam hati "mengapa si A dan si B selalu melihat baju PSHku"  gumam dalam hatinya. Pak su pun akhirnya pergi ke toilet yang kebetulan ada cermin di dekat pintu toilet. Perasaan kaget, malu bukan main setelah kepala pak su melihat deretan kancing yang warna benangnya tidak sama. Ampun pak su

Thursday, January 28, 2021

Aku ingin seperti Kim



Akhir-akhir minggu ini saya sering nonton film korea mungkin tertular virus si sulung. Mayoritas film series korea mempunyai alur yang sulit di tebak sehingga membuat penasaran penonton.

Orang korea mempunyai ukuran tubuh yang proposional dengan ciri khas mata sipit dan kulit yang putih. Style para gadisnya_pun yang sangat simpel menambah anggun dan asyik untuk dipandang.

Terkadang setelah menonton film korea sering muncul pertanyaan dalam benakku "seandainya berat badan (BB) ku seperti Kim jennie?" 😁
Dari pertanyaan itu  membangun menset dalam otakku untuk hijrah berpola hidup sehat dan mengurangi  nyampah.

Kemauan untuk berubah menuju ke arah yang lebih baik lagi wajib ada, tetapi sejuta godaan seperti bakso, jihu walik, terang bulan dan kawan-kawan selalu bergelayut manja di netraku. Kapan aku bisa seperti Kim Jennie?😭

Blimbing,020221