Monday, April 19, 2021

Takut mengqadha'



Musim kemarau mulai menampakkan diri dengan ditandai  hadirnya cuaca dingin di malam, pagi disertai terik panas di siang hari.  Keadaan tersebut memicu kulit menjadi kering dan ingin beriftor dengan yang dingin dan segar.

Di hari ke tiga bulan Ramadhan, adik masih bersemangat bangun dini hari untuk makan sahur, tidak terlalu lama membangunkannya untuk segera makan sahur. Setelah makan sahur dan menunaikan sholat subuh ia langsung meneruskan acara tidur hingga pagi tiba.

Jam menunjukkan pukul sembilan pagi cuaca mulai sedikit panas tetapi udara terasa dingin. Adik bangun dari tempat tidur menuju meja kerja dimana aku menyelesaikan tugas sekolah. Adik memegang leher sambil mengeluh jika tenggorokannya terasa di tusuk paku disertai gatal hingga muncul batuk kering. Aku menasehatinya supaya tetap kuat puasanya, istirahat yang cukup dan lehernya supaya diolesi vick.

Tidak berselang lama adik menghampiriku kembali sembari memegang leher dengan sedikit tetesan bulir - bulir bening dari sudut netranya . Aku seperti merasakan deritanya, karena ketika aku terkena sakit tenggorokan hanya ada rasa sakit, panas dan gatal. Akhirnya aku dekati dan kupeluk adik untuk menenangkan perasaannya. Setelah tangisnya reda baru aku menasehati jika adik bisa membatalkan puasa dengan minum air dan langsung minum obat, Sebaliknya Adik menolak membatalkan puasa karena takut mengganti di hari lain (qadha'). Aku hanya tersenyum mendengar alasan adik, tetapi aku menjelaskan secara perlahan-lahan bagaimana seseorang harus meng_qadha' puasa yang ditinggalkan seorang hamba.

Di hari berikutnya adik benar-benar tumbang intensitas batuknya semakin sering, Influenza dan nafsu makan mulai turun untung badannya tidak sampai demam, akhirnya adik aku bawa berobat ke puskesmas. Semoga adik cepat sembuh dan mampu berpuasa kembali.

Blimbing,20April2021

0 comments:

Post a Comment