This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, August 28, 2020

SETOREH PESAN UNTUK ANANDA

 



Perjalanan pulang  dari takziyah seorang ustad ketika duduk di bangku Tsanawiyah, Jarum jam tanganku menunjukkan 16.45 WIB resah dan ingin segera sampai rumah mendera pikiranku, Putri nomer duaku ikut sambil memelukku dari belakang,. Lampu trafficlight menyala warna merah sedikit aku rendahkan kecepatan sepeda, saat menunggu lampu hijau menyala adik berkata dari belakang sambil sedikit berdiri “ ma! Adik belum sholat ashar gimana?” suara penuh khawatirnya  hinggap ditelingaku” mama cari masjid terdekat ya!” jawabku singkat.

Sepenggal berbagi kisah mendidik buah hati mulai sejak kecil untuk mempunyai rasa tanggung jawab besar dengan apa yang di perintah dan dilarang oleh agamanya. Membersamai dan mengembangkan potensi supaya mampu menjadi pribadi yang lebih baik di zamannya.

 Menguti  prinsip mendidik anak sesuai usia dari Sahabat Ali Bin Abi Tholib RA

1.      Usia 0 – 7 Tahun Memperlakukan sebagai raja.

Melayani mereka  bak raja dan ratu dengan tulus dan penuh kasih sayang  sehingga sebaliknya dia pun akan mempunyai perasaan cinta, kasih sayang pada ayah bundanya. Bukan berarti perlakuan diatas menjadikannya manja dan cengeng, Sikap tegas  sedikit diperlukan untuk membedakan yang baik dan tidak.

 

2.      Usia  8 – 14 Tahun Memperlakukan mereka seperti Tahanan

Pada masa ini dimulailah pengenalan pada perintah dan larangan yang di syari’atkan agama serta dapata melaksanakan apa yang menjadi hak serta kewajibannya.

 

3.      Usia 15 – 21 Tahun Menjadikan anak sebagai sahabat

Lebih mengangap mereka sebagai teman dengan sering mengajak bicara antar hati ke hati

Memberi ruang gerak sedikit bebas dalam menentukan pilihan tetapi masih dengan pengawasan dan kontrol  dan dengan bertambah umur maka tanggung jawab yang di embannyapun semakin besar.

Rahman (2013) mengutip berbagai perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengenai pendidikan anak, diantaranya sebagai berikut:

"Jika engkau menasehati seorang anak maka jangan kau sebutkan bagian dari dosanya, agar rasa malunya tidak menjadikannya keras kepala."

"Wajib atasmu menyayangi anakmu, melebihi kasih sayangnya terhadapmu."

 

Harapan ayah dan ibu “kakak dan adik” kalian dapat memperingan dosa ayah dan ibu kelak di padang mahsyar. Tabarokallah

 

Bondowoso, 01092020



HAIKU



daun melambai

dan merah memesona
hati terpana

#

derai angin
membawa warta hampa
muson kenangan

#
desir pasir
selaksa hadir mampir
seiring takdir

#

hamparan laut
tertahan untuk bersua
hati merasa

#
terjang ombak
menepis luka lama
surya datang

Bondowoso,29082020




Thursday, August 27, 2020

Pendidikan karakter

 


Dengan berkembang dan pesatnya ilmu pengetahuan atau mungkin lebih kerennya kita masuk pada Revolusi industri 4.0 dimana dunia serasa makin sempit dan super canggih. Disinilah tantangan bagi segala elemen terutama bagi pengemban pendidikan untuk dapat membekali anak-anak kita baik IPTEK maupun IMTAQ.

Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit. Tugas utama guru mengajar, membimbing, mengarahkan anak-anak untuk menjadi lebih mengetahui, memahami,mengimplementasi apa yang sebelumnya dia tidak ketahui, tapi ada satu yang tidak boleh kita lupakan yaitu pendidikan karakter, menurut kamus Psikologi Pendidikan karakter yaitu kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya berkaitan dengan kejujuran seseorang dan sifat-sifat yang relatif tetap ( Dali Gulo,1982),dengan pendidikan karakter diharapkan peserta didik mempunyai sikap jujur, religius,disiplin, kreatif dan mandiri serta cinta tanah air. Realisasi pendidikan karakter membutuhkan banyak kerjasama antar berbagai pihak baik guru, orang tua dan lingkungan sekitar. Salah satu metode penanaman karakter adalah pembiasaan, keteladanan dan pujian (reward).

Seorang anak bisa karena terbiasa, pembiasaan tingkahlaku terpuji yang dilakukan secara terus menerus akan terus dibawanya selama hidup sehingga menjadi salah satu karakter pribadinya. Menunjuk dengan jari jempol, Membiasakan kata “permisi” ketika meminjam atau masuk di kelas lain,menggunakan kata-kata sopan, Pada saat berkomunikasi dengan seorang yang lebih dituakan alangkah baiknya jika menggunakan  tingkatan bahasa“Ondhaggha bhasa” (Madura) dengan seperti itu akan menunjukkan sikap hormatnya pada yang lebih tua.

Tantangan utama penanaman pendidikan karakter disistem persekolahan bukanlah kurangnya fasilitas  atau kurang pandainya para pendidik. Namun yang paling utama kurangnya keteladanan. Kunci sukses dari pendidikan karakter adalah keteladanan atau uswah serta tidak kalah penting peran keluarga adalah tempat pertama untuk menanamkan  pendidikan karakter. Perhatian dan kasih sayang yang tulus baik guru maupun orang tua sangat dibutuhkan untuk pembentukan dan perubahan karakter anak.

mungkin masih banyak pembiasaan-pembiasaan lain yang digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter. Hingga  pada akhirnya  peserta didik kita mampu mengimbangi arus kemajuan zaman tanpa mengabaikan norma dan etika yang berlaku.

Salam literasi

Wednesday, August 26, 2020

KADHISA

 



Kadhisa sebuah istilah di desaku  tepatnya desa Blimbing Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso kira-kira 13 Km dari arah kota Bondowoso. Desaku sedikit masuk 5 Km dari jalan protokol arah Bondowoso-Situbondo rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Menjelang bulan Ramadhan tepatnya bulan Sya’ban menjadi tradisi di desaku mengadakan Kadhisa arti dari kadhisa sendiri adalah selamatan desa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dilimpahkan. Sebelum kadhisa dilaksanakan pihak desa membentuk panitia HUT yang diwakili beberapa orang dari setiap RT. Kata sepakat  dalam keputusan bersama di desa kemudian disosialisasikan di setiap Rt,  perayaaan kadhisa biasanya diawali  dengan beberapa lomba diantaranya: panjat pinang, lari karung, voli antar RT, Ojung, makan krupuk,karaoke.

Kadhisa identik dengan masakan kas desaku hingga menjadi wajib hukumnya “Tape ketan leggit” hehhm ...mendengar namanya saja, membuat moodboosterku bangkit. Tape ketan merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Indonesia yang masih digemari hingga sekarang. Tape dibuat dengan proses fermentasi dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat seperti beras ketan. Para ibu-ibu biasanya menyiapkan tape dari jauh hari untuk mendapatkan rasa tape ketan yang manis dan dingin. Tape ketan leggit tambah romantis dan serasi di lidah jika disandingkan dengan Tettel, tettel merupakan kue olahan dari beras ketan yang dihaluskan dengan rasa asin gurih,  ketika tettel menikah didalam mulut dengan tape ketan leggit “Masyaallah” nikmatnya.




Setelah setiap RT melaksanakan syukuran terhadap nikmat Allah yang begitu besar, Masyarakat menuju balai desa dengan berbagai macam arak-arakan dan pertunjukan  atraksi diantaranya Atraksi 12 ekor SINGO ULUNG,  TOPENG KONA dan Tandhe’ bini’ (tari perempuan).




Tari Singo Ulung diciptakan oleh Kiai Singo Wulu, yaitu seorang tokoh masyarakat dan pendiri desa Blimbing . Tari Singo Ulung hampir mirip tari barongsai dimainkan oleh dua orang penari,mungkin perbedaannya hanya di kostumnya singo ulung identik menggunakan harimau berambut putih. Atraksi seni tradisional Singo Ulung selalu ditampilkan dalam acara besar di Bondowoso, baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Jika masih penasaran dengan Singo Ulung silahkan berkunjung ke desa Blimbing Kecamatan Klabang, lebih tepat lagi saat Kadhisa.

Salam Literasi

Bondowoso, 26082020   

 

Tuesday, August 25, 2020

Siti vs PJJ

 



Hampir enam bulan kebijakan proses kegiatan belajar mengajar tetap  menggunakan sistem Daring (online) karena melihat beberapa daerah masih zona merah. Banyak sekali problematika yang dialami proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini, sehingga bisa menimbulkan konsekuensi yang luas. Belajar secara daring  mensyaratkan sarana dan prasarana yang memadai, baik bagi para guru maupun murid, namun kenyataannya tidak semua siswa memiliki akses yang memadai. 

Banyak warga masyarakat khususnya warga kurang mampu mengalami kesulitan menyediakan sarana dan prasarana tersebut bagi anak-anak mereka. Sebutlah si Siti salah satu siswa Menengah pertama disalah satu SMP, semenjak proses belajar menggunakan daring dia harus mengumpulkan tugas secara online, yang semua itu membutuhkan biaya untuk membeli paket data. Ibu Siti hanya seorang buruh pabrik di salah satu PT, sedangkan ayah siti yang kini menderita sakit vertigo dan sedikit sulit berjalan karena pernah kecelakaan di tempat kerja hanya berjualan makanan kecil di warung terbuat dari anyaman bambu berukuran 2 x 1 M2 demi  menyambung kebutuhan hidup.

Karena merasa kurang mampu untuk  membeli paket data yang hampir tiap minggu harus terisi, Akhirnya ada salah satu tetangga yang masih mempunyai perhatian dengan kondisi Siti, diajaklah Siti  menyelesaikan tugas online dirumahnya karena di rumah beliau tersedia jaringan wifi. Selain keterbatasan untuk membeli paket data, Siti juga tidak dapat mengakses aplikasi Google Classroom karena gadget yang ia miliki hanya memiliki kapasitas 1 RAM sedangkan googleclassroom minimal membutuhkan kapasitas 2 RAM, begitupun tugas di aplikasi Whatshap tidak dapat mengirim file karena ruang penyimpanan penuh. Suatu yang mustahil untuk saat ini bagi seorang Siti membeli Handphone yang mempunyai kapasitas minimal 2 RAM dengan harga diatas satu juta. Keadaan yang dilematis dan membutuhkan solusi agar proses belajar mengajar tidak terkendala.

 

 

Saturday, August 22, 2020

CRATER HILL WURUNG

 

Setelah  sekian lama kurang lebih Empat bulan hanya beraktifitas didalam rumah dan lingkungan sekitar karena wabah pandemik Covid 19, membuat pikiran sedikit jenuh dan bosan, akhirnya keluarga kami sepakat berwisata alam tepatnya di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso. Jarak dari rumah kurang lebih 62 Km ada beberapa  tempat wisata alam diantaranya air terjun mini, pemandian air hangat, Kawah wurung dan Goest House Jalan menuju Ijen bisa dilalui dengan Mobil dan sepeda, jalan beraspal penuh dengan tikungan dan tanjakan serta disekelilingnya terlihat kebun kopi.

Wisata alam tapi bebas dari Pandemik adalah pilihan tepat dimasa sekarang, kamipun mengajak seluruh keluarga menuju Kawah Wurung. Kawah Wurung ada di sebuah desa bernama Jampit yang terletak di kecamatan Sempol kabupaten Bondowoso. Kawah ini terletak berdekatan dengan Kawah Ijen. Bila dihitung dengan jarak, letaknya kurang lebih hanya sembilan hingga sepuluh kilometer. Cukup terjangkaulah karcis untuk masuk Area kita hanya butuh Lima Ribu Rupiah setiap orangnya.  Ada beberapa anak tangga yang harus kami lewati untuk menucu puncak, Udara dingin sejukpun menyapa tubuhku,segera kulangkahkan kakiku menaiki setiap tangga, tanpa lepas dari kamera hanya untuk mengabadikan lukisa-lukisan sang Maha Pencipta yang tiada tara. Sampailah pada puncak bukit aku berdiri tegak, Kulihat jelas  deretan bukit, gunung dan hamparan rumput hijau nan luas bak savana di  Pulau Sumbawa “Subhanallah” begitu sempurna ciptaanMu Ya Allah. Ada yang menyebut Kawah Wurung ini sebagai jamrudnya Bondowoso. Ya, hal tersebut sangatlah wajar, karena memang wilayah ini adalah padang rumput terluas yang ada di kabupaten Bondowoso.


Perjalanan wisata kamipun dilanjutkan ke sebuah air terjun mini terletak dipinggir jalan menuju Kecamatan Ijen, Sempat kaget pertama melihat warna air yang tidak biasa, warna airnya kuning sedikit hijau dan banyak buih kemungkinan besar yang menyebabkan warna tidak biasa adalah ada  cairan belerang. Yaahhh... Air Terjun Sungai Kali Pahit nama wana wiasata tersebut, aliran anaksungainya kecil dan lurus dan mengalir di batuan vulkanik yang bentuknya panjang seperti sungai,  dikelilingi batuan vulkanik yang cukup luas serta rindangnya pohon-pohon pinus, Cukup membayar Tiga Ribu Rupiah untuk masuk wana wisata tersebut,  lagi-lagi detak kagumku dengan keindahan alamNya yang tiada tandingnya.


Thursday, August 20, 2020

Aku dan Uti Jamilah



Mengenalnya saja bagiku tidak mungkin karena intensitas bertemu jarang dan beliau sosok ibu yang pendiam, hanya orang tertentu saja yang kenal. Akupun tidak asing dengan wajah dan stylenya karena setiap ada moment penting di Kantor beliau selalu ada....ahh...mana mungkin aku kenal dengan ibu ini pikirku.

Pada pertengahan Tahun 2018 beberapa ASN di lingkungan Kementerian Kabupaten Bondowso mengikuti Diklat Pelatihan penilaian selama enam hari. Berjumpa lagi dengan beliau mungkin takdir, hari pertama aku duduk dibelakangnya tanpa menoleh ke arahku dan hanya bertukar cerita dengan teman disampingnya, Baterai Laptopku mulai menipis,kebetulan stopkontak berada didepannya dengan sedikit percaya diri aku membuka percakapan “ bun minta tolong ambilkan stopkontak!” pintaku, dengan sikap dinginnya ia menyerahkan stop kontak  padaku, “kayaknya ibu pendiam dan pilih-pilih dalam berteman  mungkin apa Jaim (bahasa anak sekarang)?” gerutu dalam hatiku.

Hari kedua dibentuklah beberapa kelompok kebetulan aku satu kelompok dengan ibu berbaju ungu yang sedari awal hanya sedikit bicara, akupun belum tahu nama teman-teman dalam kelompokku,  tugas kelompokpun selesai dengan menyantumkan nama anggota kelompok ,disitulah baru kutahu nama beliau adalah Dianna Ummijathie, teman-teman biasa memanggilnya bak din.

Lima hari terlewati dengan suasan Diklat beliau tetap dengan sikapnya yang dingin sedingin sapuan angin digurun pasir, saat Ishoma di Musholla beliau jarang bersama karena melaksanakan Ishoma di rumah kerabat yang dekat dengan kantor. Kegiatan Evaluasipun tiba dengan menggunakan aplikasi di gadget peserta langsung dapat mengerjakan dan mengirim hasil evaluasi saat itulah suasana sedikit hiruk pikuk saling bertanya kira-kira hasilnya berapa, kamipun saling support satu sama lain termasuk bak din. Kebetulan aku berangkat dan pulang mengikuti diklat bersama beberapa teman mengendarai mobil, ditengah perjalan kami pulang  sore hari pukul 17.30, bak din telpon ke seorang teman” re sudah pulang ta?” suara dari sebrang kudengar “ sudah hampir sampai rumah bak, ada apa?” tanya temanku penasaran sedikit penasaran “ tidak apa-apa jika masih dikantor,saya ingin gabung kerja kelompok!” suara bak din penuh harap, “maaf ya bak, alhamdulillah tugas selesai semua” temanku membalasnya.

Hari terakhirpun tiba semua kegiatan terlaksana sesuai jadwal dan hanya menunggu sertifikat dari Kanwil. Sudah menjadi tradisi kekinian selesai acara penutupan kami melakukan foto bersama-sama dengan gaya masing-masing. Ditengah gelak tawa anggota diklat bak din menyapa rombonganku “ setelah diklat ini kemana?” tanya bak din disertai senyum manisnya “ ah, tidak keman-mana bak, langsung pulang” sahut bu riski teman satu rombongan “ ayo! Mampir ke rumahku, dekat koq daerah nangkaan” beliau mengajak kami penuh dengan sapaan hangat, akhirnya kami menuju rumah beliau, setelah sampai dirumah beliau kami dipersilahkan duduk diruang tamu berukuran 3 x 4 m2 tergantung bebrapa lukisan dan foto keluarga bak din, senda gurau kami mengalir dengan hangat ditemani satu toples rengginang dan suguhan kopi hangat memberi semangat silaturrohmi  yang kuat diantara kami semua. Disini baru aku tahu bahwa bak din tidak sesinis yang aku sangka ( maaf bak din).

Jalinan silaturrohmipun terus berlanjut setelah bak din berkunjung kerumahku di Desa Blimbing Kecamatan Klabang, bertepatan dengan ada acara Kadhisa sebuah acara rutin untuk selamatan desa kemudian bersama teman-teman Diklat lainnya kami terus ke tempat wisata Beto so’on (STONEHENGE) di Kecamatan Cermee, canda dan tawapun menghiasi perjalanan kami. Seorang Dianna Ummijhatie bisa juga berkelekar dan bercanda dengan kami yang usianya jauh lebih muda darinya. Tidak sampai disitu ” Uti din ” begitu sapaan akrab kami padanya, berkunjung ke rumah teman-teman lainnya tanpa menolak suguhan yang dihidangkan walaupun perut penuh dengan berbagai macam makanan. Sungguh aku terlalu syu’udzon menyangka orang yang sebaik beliau.

Suatu pengalaman yang sangat berkesan semenjak kenal dengan Uti din saat beliau mengajakku ikut kegiatan Satu guru Satu Buku (SAGUSABU) program yang melatih guru untuk berani menulis. Awalnya aku sempat ragu, jika aku ikut SAGUSABU kira-kira tulisan apa yang hendak aku tulis, tetapi berkat motivasi beliau “menulis, menulis, menulis jangan hiraukan delete dan backspace” yang selalu terngiang ditelinga, mulailah jemari dan otakku membuat konektifitas yang tertuang dalam tulisan sederhana. Kegiatan menulis membuatku sedikit ketagihan untuk menulis setiap hari dan kutayangkan di GURU SIANA dan MEDIA GURU INDONESIA. Hingga aku sempatkan menulis goresan tentang pribadinya yang begitu antusias untuk menggerakkan gerakan literasi khususnya bagi guru di Bondowoso.

Bondowoso,20082020


Tuesday, August 18, 2020

Tertatih dalam Hancur

 



Menjejak  titian panjang

Kudekati dan menari diatas awan

Berhayal bak dunia cindrella

Haluku terlalu tinggi

 

Sehingga......

Saat hempasan topan marah

Terbanglah  menjadi puing-puing kecil

Sulitlah kurajut menjadi harapan nyata

 

Nahkodaku oleng tanpa jangkar

Kapalku perlahan-lahan karam

Mencoba mencari secercah sinar

Yang dapat memberi kehangatan dan enegi

Sinari aku dengan hidayahMu

 

Kucium bumi ciptaanMu

Bibir gemetar menyebut asmaMu

Dengan aliran anak sungai

Yang Mengalir tanpa muara pasti

Basah kuyup kain putihku

Kami dariMU

Dan akan kembali padaMu

 

Bondowoso,19082020

 


Monday, August 17, 2020

Sajak untuk ibu pertiwi

 

Tiga setengah abad lamanya

Darah dan keringat kau peras

Kau senyapkan goresan pena

Kau belenggu sayap-sayap kecil kami

Namun jiwa dan raga

Selalu Terpatri tuk dapat terbang ke langit biru                                                              

Terlepas dari cengkraman sang durjana

Jangan kau sangka

Nyawa yang kau lenyapkan hilang sia-sia

Walau tanpa tanda jasa

Darahnya mengalir di nadi kami

Semangatnya tertanam di jiwa kami

Merdeka....Merdeka...Merdeka

 

DIRGAHAYU INDONESIAKU KE 75

Bondowoso,17082020

 

Thursday, August 13, 2020

Kampung Kerbau

 

Sepintas dalam pikiranku Kampung kerbau adalah perkampungan yang dihuni banyak kerbau, berangkat dari rasa ingin tahu yang tinggi berangkatlah hari Sabtu sore dengan rombongan yang penuh semangat dan ceria mengendarai mobil Avanza 2012. Kampung kerbau terletak di dusun Karang anyar Desa Tanjung pecinan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo bersebelahan dengan Kabupaten Bondowoso, menempuh jarak kurang lebih 15 Km dari kota Situbondo akses untuk sampai ke lokasi cukup mudah dilewati sepeda motor dan mobil tetapi sebagian jalan masih berupa gundukan- gundukan tanah belum rata.

Selama dalam perjalanan terpajang dengan indah hamparan tanah lapang luas terdapat beberapa kubangan tempat berendam kerbau dimana sebelumnya merupakan area tambak udang, berhubung musim kemarau keringlah tambak – tambak tersebut,  kita dapat melihat langsung puluhan ekor kerbau, yang dipelihara secara liar di hamparan areal tambak. Kampung kerbau sepintas terbentuk pulau – pulau kecil ditumbuhi pohon mangrove.

Lebih indah ketika ke lokasi sebaiknya sore hari karena destinasi yang tidak kalah memanjakan mata ketika sore hari menanti sunset.


Bondowoso,140820

Sinusitis Mengusikku

     Nikmat sehat merupakan nikmat nomer dua setelah nikmat Iman sebuah kalimat     yang betul- betul jadi pelajaran bagi diriku. Ketika tubuh tidak mengalami sakit         sedikitpun disitulah nikmat Allah yang begitu besar dan kadang kita tidak                 menyadarinnya.

Kurasakan tubuh terasa lemas kepala bagian belakang seperti ada yang memukul, sakitnya hingga terasa pada kepala bagian depan hidung tersumbat untungnya tubuhku tidak demam, aku coba untuk periksa ke salah seorang dokter, menurut beliau tensiku baik, mungkin hanya kurang vitamin. Setelah beberapa hari konsumsi obat dari dokter tidak mengurangi sakit kepala dan bagian bawah mata. Kurang lebih satu bulan rasa sakit ini aku rasakan . Merasa tubuh kian tersiksa akhirnya aku memeriksakan diri ke RSUD, beberapa pemeriksaan aku jalani dokterpun menganalisis sakit yang aku derita selama ini, ternyata aku mengidap penyakit “Radang Sinusitis” Proses terisinya cairan pada lubang yang terletak pada struktur tulang wajah . Sempat kaget sih, dan kurang mengerti tentang radang sinusitis.

Setelah membaca dari beberapa sumber tentang radang sinusitis dan mencoba pola hidup baru ( new normal ) semangat sehatku membara dan menerapkan beberapa tips.

Beberapa tips pencegahan radang sinusitis

J Makanlah makanan bergizi sebagai imunitas tubuh

J Olah raga teratur minimal 15 menit di pagi dan sore hari

J Selalu memakai masker untuk menghindari debu

J Menggunakan tempat tidur yang tidak berbahan kapuk

J Konsumsi JSR resep dari dr Zaidul Akbar dengan rendaman rempah-rempah untuk sinusitis tapi harus rutin.

Alhamdulillah Delapan hari aku lakukan tips diatas ternyata sembuh tetapi pemakaian masker pada saat kemarau tetap aku lakukan karna hembusan debu lebih banyak.


Bondowoso, 14082020


Hatiku berlabuh pada si Ratu Daun

 Mengenal dia awalnya dapat hadiah istilah buah tangan dari teman berasa saudara, memang menjalin silaturrohmi banyak manfaat, Tiga macam jenis Aglonema yaitu Venus Loliwan dan Dut anjamani, hampir tiap hari ketiga jenis tumbuhan ini mengisi hari-hariku, sore hari kusempatkan menyiram, dilap setiap lembar daunnya, sekian lama memandang, menyentuhnya membuatku semakin tertarik dengan keunikan warna warni pada daunnya.

Menambah rasa ketertarikan pada si Ratu Daun kucoba membeli secara online “Red anjamani” daun penuh dengan warna merah merona, tidak puas dengan Red anjamani alternatif berikutnya berkunjung ke warung bunga sekitar rumah “ Pride of Sumatera, Lady valentine dan Snow white” menjadi pilihan suamiku, harga saat itu masih bisa diajak bersahabat, berbeda dengan sekarang lagi booming harga melambung terus.

Untuk mendalami cara merawat aglonema, mencari ilmu dan informasi pada teman yang lebih lama bergelut di aglonema, yaitu teman yang memberi aglo pertama kali Keluarga Bapak Rustam, menurutnya media tanah dibawah pohon bambu membantu pertumbuhan cukup baik bagi aglo. Akhirnya ada tips yang lebih tepat untuk pertumbuhan si daun cantik ini dengan beberapa hal Pertama media tanam dicampur antara sekam padi, pupuk kompos, tanah dengan perbandingan 3 : 1 : 1. Kedua membuat fentilasi yang cukup pada media tanam supaya akar tidak terendam air. Ketiga meletakkan si aglo pada tempat teduh minim sinar matahari. Keempat memberi asupan air Dua kali dalam satu minggu.

Saat perkembangan aglo tidak sehat langkah pertama mencabut dan diperiksa pada bagian akar, jika akar busuk potonglah bagian yang busuk kemudian di olesi betadine setelah dirasa cukup kering aglo siap tanam kembali.

Salam Literasi

Bondowoso, 27 Juli 2020

Wednesday, August 12, 2020

Makna warna biru


Biru salah satu warna favoritku, adem dan sejuk rasanya ketika melihat serta memberi rasa percaya diri (confident )  saat bergaun warna biru.

Whatsap sebuah aplikasi  mengirim pesan singkat disertai stiker atau berbagai karakter emoji yang menggambarkan  ungkapan perasaan ( saat bahagia kita tidak perlu ketik " waww...hahaha" cukup stiker tertawa).

Akan tetapi warna biru membuat hati galau ,resah, penuh tanda tanya saat pesan yang dikirim hanya di Read  atau "dibaca" tanpa ada balasan, grup whatshap pun juga begitu ketika memberi saran, tapi tidak ada yang menanggapi dan hanya beberapa orang yang komen.Padahal mereka telah membacanya.

"Mengapa cuma di read?"
"Padahal sudah dibaca, koq belum dibalas yaa"?
pertanyaan diatas selalu dihati hingga membuat resah gelisah tidak karu-karuan.
Mungkin ada beberapa kemungkinan pesan tidak dibalas ( pengalaman )

1. Kuota habis
2. Malas komen 
3. Lupa karena sibuk
4. Menganggap tidak perlu di komen


Salam literasi

Bondowoso, 12082020



Monday, August 10, 2020

Management emosi dari oma

 

Sudah jadi sesuatu yang lumrah jika seorang nenek selalu menuruti kemauan seorang cucu, adapun sesuatu yang tidak boleh  atau dilarang orang tua, biasanya seorang anak langsung menghampiri nenek untuk dapat mengabulkan permintaannya, mungkin rasa kasih sayangnya yang begitu tinggi pada cucu.

Ketika usia senja mulai datang sifat dan pola pikirnyapun mulai berubah ,egonya cukup tinggi, selalu ingin diperhatikan, butuh teman untuk bicara yang kadang membuat aku bosan karena yang diceritakan masa-masa lalunya yang begitu berkesan dalam hatinya dan indra pendengaranpun mulai berkurang hingga saat berbicara sedikit tinggi volume suaraku ( bukan bentakan ). Namun disisi lain yuyut begitu sayang  pada cucunya sehingga ketika sang cucu bepergian,saat malam belum pulang disitulah yuyutku menunggu dengan setia hingga tertidur diatas kursi, disinilah aku harus belajar rasa kasih sayang, protektif dan empati yang begitu besar .

Disaat kesehatan beliau mulai menurun dan membutuhkan obat-obatan perintahnya bagaikan titah seorang raja yang harus dan cepat dikerjakan disinilah aku menenangkan egonya yang meledak-ledak untuk dapat bersabar dan menunggu. Sikap yang perlu aku ambil pelajaran  bahwa tidak semua permintaannya langsung bisa dikerjakan. 

Panen padipun tiba beliau masih menerima sebagian hasil sawah, orang yang pertama kali dia panggil adalah cicitnya dengan suara lantangnya “ Dian, Wildan, Jihan, Hanun kemarilah cicitku!” mendengar panggilan si yuyut datanglah dan berhamburan sang cicit mendekati yuyut karena mereka tahu sebentar lagi ada pembagian angpou. Mereka mendapatkan bagian masing-masing sesuai tingkat perhatiannya pada yuyut, Dian seorang cicit pertama mendapat Seratus lima puluh ribu Rupiah, Wildan cicit nomer dua mendapat Duaratus lima puluh ribu Rupiah, cicit ketiga dan ke empat adalahJihan dan Hanun Mendapatkan bagian sama dengan Dian. Wildan salah satu cicit yang mempunyai sikap empati cukup tinggi dibanding ke tiga saudaranya. Ia begitu sigap memberi lilin di kamar yuyut saat PLN padam,  mengantarka makan,air minum serta makanan kecil ke kamarnya, maklumlah usia yuyut begitu sepuh kekuatan otot dan sendinya mulai lemah dan kropos hampir satu tahun yuyut hanya duduk dan terbaring diatas kasur, Disini aku belajar menghargai, mereward orang yang telah peduli pada kita tanpa mengabaikan yang lain. 

Usia tidak menyurutkan semangat untuk selalu beribadah, kadang disaat yuyut melantunkan doa lirih-lirih aku dengar semua anak, cucu dan cicitnya dia selipkan dalam setiap doanya, permintaannya cukup sederhana yaitu minta yang terbaik dan kelak menjadi manusia yang mulia didunia maupun akhiratnya, sambil tersenyum tak terasa air mataku jatuh, ya Allah hamba harus belajar banyak padanya untuk dapat memperbaiki sikap dan tingkah laku . Trimakasih yut ! Karena doamu aku bisa menjadi seperti ini.

Salam Literasi

Kerang berekor

 

Mendengar kata Tobbelen masak pedas membuat moodbosterku bangkit. Tobbelen atau Kerang berekor ,  Kerang Lentera (Lingula unguis) merupakan salah satu marga (genus) dari phylum Brachiopoda. Kerang berekor atau masyarakat menyebutnya tobbelen hidup di dasar perairan yang umunya dangkal, tidak berkoloni, daerah berlumpur dan dapat berpindah tempat dengan pendukel ( ekor panjang seperti kecambah ) yang berfungsi sebagai tongkat. Saat air laut mulai surut perburuanpun dimulai dengan mencari gundukan dan memunculkan tiga titik di dasar pasir seperti melihat tiga lubang semut . Untuk memudahkan perburuan dapat menggunakan cangkul, menangkap kerang ini, harus cepat karena kerang ini seketika akan menarik diri ke dasar tanah sehingga jejaknya akan menghilang.

 

Aneka masakan tobbelen ( madura )  dimasak kuah kunci pedas, bumbunya cukup sederhana  sediakan bawag putih, bawang merah, satu ruas kunci, lima buah cabe rawit, penyedap rasa, garam, minyak goreng secukupnya untuk menumis. Semua bumbu dihaluskan kemudian ditumis tuangkan air secukupnya, setelah kuah mendidih masukkan tobbelen yang sudah dibersihkan tunggu 15 menit,  setelah dirasa cukup matang, tobbelen siap disajikan.  Tobbelen kuah pedas mempunyai  rasa mak nyuss, sehingga langsung terjadi pertarungan sengit dimulut, pedas dan gurih bercampur hingga bercucuran keringat menyertai keseruan saat makan . Selamat mencoba!

Salam Literasi

Bondowoso, 10082020

Friday, August 7, 2020

Detak pada buliran padi



Secara geografis desa Blimbing Lor Kecamatan Klabang terletak di dataran rendah, terdapat tiga puluh tiga kepala keluarga dalam satu RT. Dusun Blimbing Lor di apit sawah tepatnya perkampungan ditengah sawah.

         Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Setelah subuh mereka berangkat ke ladang untuk menyambung hidup hingga adzan dhuhur berkumandang. Bertani merupakan sebuah ilmu yang diajarkan secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu, menjadi kebiasaanku sejak kecil membantu ibu di dapur membungkus nasi jagung untuk diberikan pada para buruh tandur, tanpa rasa malu sedikitpun dengan menjinjing teko ditangan dan menyunggi sebuah bak berisi bungkusan nasi kulangkahkan kakiku ke ladang.

     Masa yang selalu dinantipun tiba yaitu saat panen padi, beberapa tetangga dan saudara tanpa dimintai bantuan datang untuk membantu proses panen padi dengan upah yang sepantasnya. Menjadi kesedihan teramat dalam bagi petani saat panen gagal, kegagalan bisa disebabkan karena virus, jamur , insek, serangan hewan tikus yang hebat serta siklus cuaca yang tidak bersahabat, gali lubang tutup lubang pun dilakukan guna bisa menanam padi selanjutnya. Minimnya penghasilan karena menunggu panen tiap tiga bulan sekali, membuat masyarakat menerapkan pola hidup sederhana, menerima apa adanya ( qanaah ) dan menerima apa yang mereka dapatkan dengan penuh rasa syukur. Semua usaha yang sudah kita lakukan dan merasa cukup tanpa adanya sikap mengeluh. Kalau dalam bahasa jawa istilahnya “nerimo ing pandum”.


Thursday, August 6, 2020

P3K Tetanggaku

 

Terburu – buru aku ambil kunci sepeda karena jam menunjukkan 06.32 WIB sebuah kewajiban dan tanggung jawab harus kulaksanakan, Sepeda motor Vario 125 menjadi teman setia disetiap aktifitas, melaju dengan kecepatan 60 cc  untuk mendisiplinkan kinerja sebagai  generasi penerus umar bakri.

Mulailah kubuka lembaran- lembaran kertas putih bersama mereka,  bumbu canda dan senda gurau ditengah pembelajaran cukup mencairkan suasana, setengah jam terlewati tiba-tiba terdengar suara “tut...tut..tut” dari dalam tas ranselku, segeral  kuambil gawai “ Halo  Ma!...mba buyut jerit-jerit sakit perut, kakak tidak tahu harus gimana” suara panik putri sulungku dari kejauhan, “ okey...okey...kakak tenang! sekarang minta bantuan tetangga sebelah untuk membantu selama mama belum datang!” jawabku mencoba menenangkan putriku, “baiklah anak-anak pelajaran hari ini sampai disini mari kita tutup dengan bacaan Hamdalah” ucap terakhirku pada mereka dengan sedikit tergesa-gesa. Rasa takut dan khawatir bercampur aduk dalam hati melihat keadaan mbah buyut sudah sepuh, segera aku rapatkan sepeda motorku dan berlari menghampiri beliau yang terbaring  dengan rintihan menahan sakit “ yut... sakit apa?” tanyaku pelan beliau hanya menunjuk pada bagian perut. Harum segar aroma minyak kayu putih memenuhi kamar,tetangga yang seperti saudara telah memberi pertolongan pertama pada si yuyut duduk disebelahnya sambil memberi pijata-pijatan kecil. Segera kuambil obat penahan rasa sakit dan membantunya bangun dari tempat tidur untuk dapat minum obat.

Ternyata benar kata pepatah tetangga adalah saudara terdekat kita  Karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, islam pun memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga.

 

Bondowoso, 07 Agustus 2020

Revisi KTSP dan Sosialisasi KMA 184

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. (BSNP, 2006). Revisi Pengawas Madrasah

KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah. Dokumen KTSP terdiri atas dokumen I, dokumen II, dan dokumen III. Dokumen I KTSP merupakan tanggung jawab Tim pengembang, dokumen II merupakan tanggung jawab pemerintah, sedangkan dokumen III merupakan tanggungjawab masing-masing pendidik disetiap satuan pendidikan.

             Untuk meningkatkan mutu dan kualitas lembaga maka diperlukan revisi Dokumen satu pada tahun Pelajaran 2020/2021. Kemarin pada tanggal 22 Juli 2020  beberapa Madrasah  dilingkungan Kemenag Kab Bondowoso melalui pendampingan  Pengawas bina melakukan Review pada Dokumen satu dengan dihadiri Kepala Madrasah beserta seluruh dewan guru. Kamipun mengadakan sharing terhadap beberapa kendala dan tantangan yang ada di Madrasah yang terpenting dari pembahasan adalah dengan diberlakukannya KMA 184 Tahun 2019 yang menjadi regulasi terbaru.

Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di madrasah secara bertahap diarahkan untuk menyiapkan peserta didik yang memiliki kompetensi memahami prinsip-prinsip agama Islam, baik terkait dengan akidah akhlak, syariah dan perkembangan budaya Islam, sehingga memungkinkan peserta didik menjalankan kewajiban beragama dengan baik terkait hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia dan alam semesta.

 


Luring anti Garing

Wabah pandemik covid 19 mengubah semua aktifitas sehingga muncul istilah New normal. Tidak kalah penting dalam dunia pendidikan tehnik KBM pun menggunakan sistem Daring ( dalam jaringan ) dan Luring ( luar jarigan ) .

Tehnik daring memerlukan akses internet dan data handphone dan jadi kendala bagi yang tidak mempunyai akses keduanya. Luring menggunakan pembelajaran antar rumah atau belajar kelompok dengan sekala kecil, disinilah menjadi kelebihan luring, guru bisa lebih dekat dengan wali murid,mengkomunikasikan setiap perkembangan peserta didik, merencanakan bagaimana pembelajaran terus berlangsung walau  ditengah  pandemik. Banyak wali murid mengeluhkan jika putra putrinya malas belajar selama lockdown walaupun ada tugas dari guru, sepertinya mereka berjalan tanpa arah , memang kehadiran sosok seorang guru tak dapat tergantikan  oleh siapapun. . Budaya menghormati  seorang guru masih kental didaerahku disaat guru berkunjung kerumah sudah pasti ada suguhan kecil teh,kopi,air,es sirup untuk pelepas dahaga dan jajanan kecil hanya untuk pengganjal isi perut ada pula yang memberi buah tangan ubi, labu, sayur, jagung apresiasi luar biasa bagi guru. Sebenarnya aku tidak mengiginkan itu semua mereka datang dan belajar sudah menjadi kepuasan tersendiri.

Tabarokallah Bu Guru dan Pak Guru. Semoga Ilmu yang kau sampaikan menjadi amal jariyah kelak di akhirat.

Bondowoso, 25 Juli 2020


Library cafe



Kamis 06 Agustus 2020 Kemarin rombongan IGMPL dari arah timur kecamatan Botolinggo dan Kecamatan  Prajekan  bergegas menuju  Library cafe dengan jarak tempuh kira-kira 28 KM dari Kecamatan Botolinggo  mengendarai mobil GO+ produk Daihatsu. Karena Masih pertama kali berkunjung kamipun hanya bebekal aplikasi sharelock yang dishare group, mobilpun melaju kencang dari alun-alun Bondowoso sesuai perintah aplikasi, saat ditengah perjalanan sinyalpun kurang bersahabat, muncul huruf H digawaiku membuat sedikit bingung dengan rasa optimis dan semangat untuk belajar walau dalam hatiku bertanya- tanya " kira-kira dimana library cafe"? mobilpun terus melaju sampai akhirnya salah satu teman menghubungi ibu ketua IGMPL Bondowoso Dianna Umijathie " Halo bu, kami sampai di pertigaan Alfamart Curahdami, kira-kira dimana Library cafe?" tanya Rere salah satu teman   " Aduuhh...jennengan melewati cafe sedikit jauh, segera putar balik! pokok dipinggir jalan ada banyak sepeda motor itulah tempatnya" jawab beliau memberi aba-aba. Mobilpun putar balik Tiga ratus enam puluh derajad ke arah semula , kufokuskan pandangan kedepan untuk dapat melihat kumpulan sepeda motor sebagai tanda tempat berkumpulnya teman-teman IGMPL , lima menit berlalu sampailah rombongan kami di library cafe. 


Bagi sebagian orang yang kebetulan gaul dan suka nongkrong, cafe mungkin menjadi tempat yang ramah. Mereka bisa pindah dari satu cafe ke cafe lainnya tanpa perasaan canggung sama sekali. Tapi bebeda dengan cafe yang satu ini, ada perasaan heran dan takjub pertama menjatuhkan pandangan ke bagian depan cafe. Pertama masuk di area depan terlihat beberapa meja yang dibuat lesehan, meja kasir yang cukup lebar, wallpaper dinding bentuk vertikal dengan warna soft tapi asik dipandang hampir di setiap dinding dan sudut cafe tertata rapi buku -buku dari berbagai kelimuan  serta fasilitas WIFI gratis. Sebuah tempat yang representatif dan membuatku hatiku nyaman.  Pepatah mengatakan sambil menyelam bisa  minum susu sangatlah tepat jika singgah di cafe ini , sambil minum santai kita bisa menambah pengetahuan dengan membaca berbagai buku . Buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Selain itu, dengan membaca, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita. Taufik Hidayat nama pemilik Library cafe tersebut, ia salah satu penggerak Literasi dan peneliti studi perbandingan agama dan pendidikan islam di daerah minoritas. 


Selama kurang lebih tiga jam kami dibimbing untuk dapat membuat aplikasi blogger oleh  seorang guru Bahasa Inggris di Madrasah swasta  Kecamatan Botolinggo, Mr Aji Prasetyo  begitu aku memanggilnya, karena ketekunannya mengotak atik IT (Informasi Tekhnologi) beliau lebih dulu memahami cara membuat blog  sehingga dapat menularkan ilmu yang beliau dapat pada kami yang belum bisa. Di permulaan tutorial sedikit membuatku bingung,   akhirnya nama beliau sering muncul dibibirku...”Mr Aji kemarilah”! panggilku, hehehe maklum sudah emak- emak yang terbiasa pegang panci dapur, saat pegang laptop serta berbagai aplikasi didalamnya membuat otak sedikit kaku. Memberanikan diri dengan  semangat untuk bisa ikut generasi Z  yaitu generasi yang lahir sekitar tahun 1995 – 2010  Mereka yang seolah tak bisa lepas dari gadget dan aktivitas media sosial. 44 persen dari Generasi Z memeriksa media sosial setidaknya setiap jam sekali. Alhasil, mereka lebih cepat memperoleh informasi dari pada generasi-generasi sebelumnya. Teknologi bagi mereka dapat melakukan apa saja termasuk belajar dan bekerja, bukan sekadar bersenang-senang.  Dengan sedikit takut Mulailah jemariku menekan tombol demi tombol pada keybod laptop sesuai arahan Mr, “Alhamdulillah, senang rasanya ternyata bisa juga aku membuat BLOG” ucapku dalam hati, memang semuanya butuh percaya diri dan semangat untuk maju dalam melakukan segala hal. Tidak kalah penting dalam Acara tutorial ini diakhir acara semua anggota mendapatkan buah tangan berupa sebuah buku yang masih tersegel  dari Pak Taufik Hidayat sang pemilik cafe, hadiah yang  membuat hatiku senang selain dapat ilmu kamipun dapat buku ilmu pengetahuan, gratis lagi.



Salam Literasi