Friday, August 7, 2020

Detak pada buliran padi



Secara geografis desa Blimbing Lor Kecamatan Klabang terletak di dataran rendah, terdapat tiga puluh tiga kepala keluarga dalam satu RT. Dusun Blimbing Lor di apit sawah tepatnya perkampungan ditengah sawah.

         Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Setelah subuh mereka berangkat ke ladang untuk menyambung hidup hingga adzan dhuhur berkumandang. Bertani merupakan sebuah ilmu yang diajarkan secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu, menjadi kebiasaanku sejak kecil membantu ibu di dapur membungkus nasi jagung untuk diberikan pada para buruh tandur, tanpa rasa malu sedikitpun dengan menjinjing teko ditangan dan menyunggi sebuah bak berisi bungkusan nasi kulangkahkan kakiku ke ladang.

     Masa yang selalu dinantipun tiba yaitu saat panen padi, beberapa tetangga dan saudara tanpa dimintai bantuan datang untuk membantu proses panen padi dengan upah yang sepantasnya. Menjadi kesedihan teramat dalam bagi petani saat panen gagal, kegagalan bisa disebabkan karena virus, jamur , insek, serangan hewan tikus yang hebat serta siklus cuaca yang tidak bersahabat, gali lubang tutup lubang pun dilakukan guna bisa menanam padi selanjutnya. Minimnya penghasilan karena menunggu panen tiap tiga bulan sekali, membuat masyarakat menerapkan pola hidup sederhana, menerima apa adanya ( qanaah ) dan menerima apa yang mereka dapatkan dengan penuh rasa syukur. Semua usaha yang sudah kita lakukan dan merasa cukup tanpa adanya sikap mengeluh. Kalau dalam bahasa jawa istilahnya “nerimo ing pandum”.


2 comments: