Thursday, August 6, 2020

Library cafe



Kamis 06 Agustus 2020 Kemarin rombongan IGMPL dari arah timur kecamatan Botolinggo dan Kecamatan  Prajekan  bergegas menuju  Library cafe dengan jarak tempuh kira-kira 28 KM dari Kecamatan Botolinggo  mengendarai mobil GO+ produk Daihatsu. Karena Masih pertama kali berkunjung kamipun hanya bebekal aplikasi sharelock yang dishare group, mobilpun melaju kencang dari alun-alun Bondowoso sesuai perintah aplikasi, saat ditengah perjalanan sinyalpun kurang bersahabat, muncul huruf H digawaiku membuat sedikit bingung dengan rasa optimis dan semangat untuk belajar walau dalam hatiku bertanya- tanya " kira-kira dimana library cafe"? mobilpun terus melaju sampai akhirnya salah satu teman menghubungi ibu ketua IGMPL Bondowoso Dianna Umijathie " Halo bu, kami sampai di pertigaan Alfamart Curahdami, kira-kira dimana Library cafe?" tanya Rere salah satu teman   " Aduuhh...jennengan melewati cafe sedikit jauh, segera putar balik! pokok dipinggir jalan ada banyak sepeda motor itulah tempatnya" jawab beliau memberi aba-aba. Mobilpun putar balik Tiga ratus enam puluh derajad ke arah semula , kufokuskan pandangan kedepan untuk dapat melihat kumpulan sepeda motor sebagai tanda tempat berkumpulnya teman-teman IGMPL , lima menit berlalu sampailah rombongan kami di library cafe. 


Bagi sebagian orang yang kebetulan gaul dan suka nongkrong, cafe mungkin menjadi tempat yang ramah. Mereka bisa pindah dari satu cafe ke cafe lainnya tanpa perasaan canggung sama sekali. Tapi bebeda dengan cafe yang satu ini, ada perasaan heran dan takjub pertama menjatuhkan pandangan ke bagian depan cafe. Pertama masuk di area depan terlihat beberapa meja yang dibuat lesehan, meja kasir yang cukup lebar, wallpaper dinding bentuk vertikal dengan warna soft tapi asik dipandang hampir di setiap dinding dan sudut cafe tertata rapi buku -buku dari berbagai kelimuan  serta fasilitas WIFI gratis. Sebuah tempat yang representatif dan membuatku hatiku nyaman.  Pepatah mengatakan sambil menyelam bisa  minum susu sangatlah tepat jika singgah di cafe ini , sambil minum santai kita bisa menambah pengetahuan dengan membaca berbagai buku . Buku merupakan sumber berbagai informasi yang dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Selain itu, dengan membaca, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat menambah kecerdasan akal dan pikiran kita. Taufik Hidayat nama pemilik Library cafe tersebut, ia salah satu penggerak Literasi dan peneliti studi perbandingan agama dan pendidikan islam di daerah minoritas. 


Selama kurang lebih tiga jam kami dibimbing untuk dapat membuat aplikasi blogger oleh  seorang guru Bahasa Inggris di Madrasah swasta  Kecamatan Botolinggo, Mr Aji Prasetyo  begitu aku memanggilnya, karena ketekunannya mengotak atik IT (Informasi Tekhnologi) beliau lebih dulu memahami cara membuat blog  sehingga dapat menularkan ilmu yang beliau dapat pada kami yang belum bisa. Di permulaan tutorial sedikit membuatku bingung,   akhirnya nama beliau sering muncul dibibirku...”Mr Aji kemarilah”! panggilku, hehehe maklum sudah emak- emak yang terbiasa pegang panci dapur, saat pegang laptop serta berbagai aplikasi didalamnya membuat otak sedikit kaku. Memberanikan diri dengan  semangat untuk bisa ikut generasi Z  yaitu generasi yang lahir sekitar tahun 1995 – 2010  Mereka yang seolah tak bisa lepas dari gadget dan aktivitas media sosial. 44 persen dari Generasi Z memeriksa media sosial setidaknya setiap jam sekali. Alhasil, mereka lebih cepat memperoleh informasi dari pada generasi-generasi sebelumnya. Teknologi bagi mereka dapat melakukan apa saja termasuk belajar dan bekerja, bukan sekadar bersenang-senang.  Dengan sedikit takut Mulailah jemariku menekan tombol demi tombol pada keybod laptop sesuai arahan Mr, “Alhamdulillah, senang rasanya ternyata bisa juga aku membuat BLOG” ucapku dalam hati, memang semuanya butuh percaya diri dan semangat untuk maju dalam melakukan segala hal. Tidak kalah penting dalam Acara tutorial ini diakhir acara semua anggota mendapatkan buah tangan berupa sebuah buku yang masih tersegel  dari Pak Taufik Hidayat sang pemilik cafe, hadiah yang  membuat hatiku senang selain dapat ilmu kamipun dapat buku ilmu pengetahuan, gratis lagi.



Salam Literasi

0 comments:

Post a Comment