Perjalanan
pulang dari takziyah seorang ustad
ketika duduk di bangku Tsanawiyah, Jarum jam tanganku menunjukkan 16.45 WIB
resah dan ingin segera sampai rumah mendera pikiranku, Putri nomer duaku ikut
sambil memelukku dari belakang,. Lampu trafficlight menyala warna merah sedikit
aku rendahkan kecepatan sepeda, saat menunggu lampu hijau menyala adik berkata
dari belakang sambil sedikit berdiri “ ma! Adik belum sholat ashar gimana?”
suara penuh khawatirnya hinggap
ditelingaku” mama cari masjid terdekat ya!” jawabku singkat.
Sepenggal
berbagi kisah mendidik buah hati mulai sejak kecil untuk mempunyai rasa
tanggung jawab besar dengan apa yang di perintah dan dilarang oleh agamanya.
Membersamai dan mengembangkan potensi supaya mampu menjadi pribadi yang lebih
baik di zamannya.
Menguti prinsip mendidik anak sesuai usia dari Sahabat
Ali Bin Abi Tholib RA
1.
Usia 0 – 7 Tahun Memperlakukan sebagai
raja.
Melayani
mereka bak raja dan ratu dengan tulus
dan penuh kasih sayang sehingga
sebaliknya dia pun akan mempunyai perasaan cinta, kasih sayang pada ayah
bundanya. Bukan berarti perlakuan diatas menjadikannya manja dan cengeng, Sikap
tegas sedikit diperlukan untuk
membedakan yang baik dan tidak.
2.
Usia
8 – 14 Tahun Memperlakukan mereka seperti Tahanan
Pada
masa ini dimulailah pengenalan pada perintah dan larangan yang di syari’atkan
agama serta dapata melaksanakan apa yang menjadi hak serta kewajibannya.
3.
Usia 15 – 21 Tahun Menjadikan anak
sebagai sahabat
Lebih
mengangap mereka sebagai teman dengan sering mengajak bicara antar hati ke hati
Memberi
ruang gerak sedikit bebas dalam menentukan pilihan tetapi masih dengan
pengawasan dan kontrol dan dengan
bertambah umur maka tanggung jawab yang di embannyapun semakin besar.
Rahman (2013) mengutip berbagai perkataan Sayyidina
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengenai pendidikan anak, diantaranya
sebagai berikut:
"Jika engkau menasehati seorang anak maka jangan
kau sebutkan bagian dari dosanya, agar rasa malunya tidak menjadikannya keras
kepala."
"Wajib atasmu menyayangi anakmu, melebihi kasih
sayangnya terhadapmu."
Harapan ayah dan ibu “kakak dan adik” kalian dapat memperingan dosa ayah dan ibu kelak di
padang mahsyar. Tabarokallah
Bondowoso, 01092020








0 comments:
Post a Comment