Friday, August 28, 2020

SETOREH PESAN UNTUK ANANDA

 



Perjalanan pulang  dari takziyah seorang ustad ketika duduk di bangku Tsanawiyah, Jarum jam tanganku menunjukkan 16.45 WIB resah dan ingin segera sampai rumah mendera pikiranku, Putri nomer duaku ikut sambil memelukku dari belakang,. Lampu trafficlight menyala warna merah sedikit aku rendahkan kecepatan sepeda, saat menunggu lampu hijau menyala adik berkata dari belakang sambil sedikit berdiri “ ma! Adik belum sholat ashar gimana?” suara penuh khawatirnya  hinggap ditelingaku” mama cari masjid terdekat ya!” jawabku singkat.

Sepenggal berbagi kisah mendidik buah hati mulai sejak kecil untuk mempunyai rasa tanggung jawab besar dengan apa yang di perintah dan dilarang oleh agamanya. Membersamai dan mengembangkan potensi supaya mampu menjadi pribadi yang lebih baik di zamannya.

 Menguti  prinsip mendidik anak sesuai usia dari Sahabat Ali Bin Abi Tholib RA

1.      Usia 0 – 7 Tahun Memperlakukan sebagai raja.

Melayani mereka  bak raja dan ratu dengan tulus dan penuh kasih sayang  sehingga sebaliknya dia pun akan mempunyai perasaan cinta, kasih sayang pada ayah bundanya. Bukan berarti perlakuan diatas menjadikannya manja dan cengeng, Sikap tegas  sedikit diperlukan untuk membedakan yang baik dan tidak.

 

2.      Usia  8 – 14 Tahun Memperlakukan mereka seperti Tahanan

Pada masa ini dimulailah pengenalan pada perintah dan larangan yang di syari’atkan agama serta dapata melaksanakan apa yang menjadi hak serta kewajibannya.

 

3.      Usia 15 – 21 Tahun Menjadikan anak sebagai sahabat

Lebih mengangap mereka sebagai teman dengan sering mengajak bicara antar hati ke hati

Memberi ruang gerak sedikit bebas dalam menentukan pilihan tetapi masih dengan pengawasan dan kontrol  dan dengan bertambah umur maka tanggung jawab yang di embannyapun semakin besar.

Rahman (2013) mengutip berbagai perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengenai pendidikan anak, diantaranya sebagai berikut:

"Jika engkau menasehati seorang anak maka jangan kau sebutkan bagian dari dosanya, agar rasa malunya tidak menjadikannya keras kepala."

"Wajib atasmu menyayangi anakmu, melebihi kasih sayangnya terhadapmu."

 

Harapan ayah dan ibu “kakak dan adik” kalian dapat memperingan dosa ayah dan ibu kelak di padang mahsyar. Tabarokallah

 

Bondowoso, 01092020



0 comments:

Post a Comment