Setelah
duduk dibangku kuliah semua terasa berbeda, ada beberapa aturan yang tidak
begitu mengikat,kebebasan berekspresi
begitu luas, proses belajarpun tidak terikat diruang kelas, Yulia
berusaha beradaptasi dengan lingkungan barunya . Lima bulan ia jalani di
semester awal dengan mulus. Toni seorang
teman satu fakultas yang selama ini
dekat dengan Yulia.
Delapan bulan berlalu ada perasaan
selain teman diantara keduanya kemanapun mereka lalui bersama, lumrahnya dua
sejoli jatuh cinta, semua terasa indah bak bumi milik berdua. Liburan semester
genap pun tiba semua aktifitas mahasiswa
diliburkan, tibalah saat berpisah bagi keduanya. Begitu berat perasaan Yulia berpisah dengan teman
yang selama ini begitu dekat, akhirnya mereka berdua berpisah di terminal bus,
sorot mata keduanya mengisyaratkan begitu berat untuk berpisah...cie..cie...(
mungkin gitu jika jatuh cinta). Hanya untuk bertukar kabar bagi Yulia tidak
jadi kendala jika ia harus pergi ke Wartel setiap pagi, Sepuluh Kilo meter
yulia tempuh dengan naik angkot untuk sampai ke wartel “ Berangkat jam berapa
dari rumah ke kota M?” tanya Yulia “ Insyaallah jam Delapan dari rumah” sahut
Toni dengan singkat, “ artinya jam Tujuh malam kita sama-sama sampai di kota M”
sela Yulia.
Sampailah di kota M tepat pukul
07.12 WIB yulia menuju Wartel untuk menghubungi Rumah Kos Toni, gagang telpon
diangkat oleh ibu kos “ hallo...maaf bu bisa bicara dengan Toni?” , “ ini
siapa? Barusan ada kabar jika bus yang
ditumpangi Toni tertabrak kereta api” serasa bumi dan isinya runtuh, gagang
telpon jatuh tidak terasa dari tangan Yulia. Degup jantung yulia berdetak
kencang “ apakah ini mimpi?” tanya yulia pada dirinya sendiri, Yulia terduduk dengan
lemas di kamar wartel buliran-buliran bening tak terbendung lagi. Ternyata kabar itu betul adanya Toni
dipanggil terlebih dahulu menghadap sang maha pencipta INNALILLAHI WAINNA
ILAIHI ROJI’UN.
Sempat Yulia putus asa dengan
keadaan yang dihadapinya tapi setelah berpikir panjang Yulia bangkit dari
keterpurukannya. Dua tahun berlalu studi yulia selesai dengan menyandang gelar
A.ma. tidak puas dengan gelar tersebut ia melanjutkan ke jenjang strata satu di
kampus yang sama. Ditengah proses kuliah Yulia mengikuti tes yang di idam
idamkan pada masa itu yaitu tes CPNS di
daerahnya. Dua bulan menunggu pengumuman tes yulia pulang untuk melihat
pengumuman tak terasa namanya ada di barisan 98 peserta yang lolos tes, “Alhamdulillah
tiada terhingga ya Allah, puji syukur ya Allah” ucap yulia seraya meneteskan
air mata” Subhanallah.... begitu indah Rahasiamu, engkau ambil orang yang aku
cinta, engkau ganti dengan lebih dari segalanya” Ucap yulia dalam sujud
panjangnya “ Trimakasih wahai Allah yang sempurna, rencanamu lebih indah”.








0 comments:
Post a Comment