Wednesday, August 5, 2020

SkenarioNya begitu Indah

Setelah duduk dibangku kuliah semua terasa berbeda, ada beberapa aturan yang tidak begitu mengikat,kebebasan berekspresi  begitu luas, proses belajarpun tidak terikat diruang kelas, Yulia berusaha beradaptasi dengan lingkungan barunya . Lima bulan ia jalani di semester awal dengan mulus.  Toni seorang teman  satu fakultas yang selama ini dekat  dengan Yulia.

            Delapan bulan berlalu ada perasaan selain teman diantara keduanya kemanapun mereka lalui bersama, lumrahnya dua sejoli jatuh cinta, semua terasa indah bak bumi milik berdua. Liburan semester genap pun  tiba semua aktifitas mahasiswa diliburkan, tibalah saat berpisah bagi keduanya.  Begitu berat perasaan Yulia berpisah dengan teman yang selama ini begitu dekat, akhirnya mereka berdua berpisah di terminal bus, sorot mata keduanya mengisyaratkan begitu berat untuk berpisah...cie..cie...( mungkin gitu jika jatuh cinta). Hanya untuk bertukar kabar bagi Yulia tidak jadi kendala jika ia harus pergi ke Wartel setiap pagi, Sepuluh Kilo meter yulia tempuh dengan naik angkot untuk sampai ke wartel “ Berangkat jam berapa dari rumah ke kota M?” tanya Yulia “ Insyaallah jam Delapan dari rumah” sahut Toni dengan singkat, “ artinya jam Tujuh malam kita sama-sama sampai di kota M” sela Yulia.

            Sampailah di kota M tepat pukul 07.12 WIB yulia menuju Wartel untuk menghubungi Rumah Kos Toni, gagang telpon diangkat oleh ibu kos “ hallo...maaf bu bisa bicara dengan Toni?” , “ ini siapa? Barusan ada kabar jika  bus yang ditumpangi Toni tertabrak kereta api” serasa bumi dan isinya runtuh, gagang telpon jatuh tidak terasa dari tangan Yulia. Degup jantung yulia berdetak kencang “ apakah ini mimpi?” tanya yulia pada dirinya sendiri, Yulia terduduk dengan lemas di kamar wartel buliran-buliran bening tak terbendung lagi.  Ternyata kabar itu betul adanya Toni dipanggil terlebih dahulu menghadap sang maha pencipta INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI’UN.

            Sempat Yulia putus asa dengan keadaan yang dihadapinya tapi setelah berpikir panjang Yulia bangkit dari keterpurukannya. Dua tahun berlalu studi yulia selesai dengan menyandang gelar A.ma. tidak puas dengan gelar tersebut ia melanjutkan ke jenjang strata satu di kampus yang sama. Ditengah proses kuliah Yulia mengikuti tes yang di idam idamkan pada masa itu yaitu tes  CPNS di daerahnya. Dua bulan menunggu pengumuman tes yulia pulang untuk melihat pengumuman tak terasa namanya ada di barisan 98 peserta yang lolos tes, “Alhamdulillah tiada terhingga ya Allah, puji syukur ya Allah” ucap yulia seraya meneteskan air mata” Subhanallah.... begitu indah Rahasiamu, engkau ambil orang yang aku cinta, engkau ganti dengan lebih dari segalanya” Ucap yulia dalam sujud panjangnya “ Trimakasih wahai Allah yang sempurna, rencanamu lebih indah”.

 

 

 


0 comments:

Post a Comment