This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, November 15, 2020

Roman Hati bisu

 





Roman Hati bisu

Ada rasa yang tidak pernah aku mengerti

Hadir tanpa aku inginkan                    

Pergi tanpa jejak

Rasa....

Dingin...

Bisu....

Bisumu cerdik

Pemantik kobar api

Terpendar rindu tanpa henti

 

Bisumu canggih

Membuat hati sulit bertahan

Sembunyipun sulit kutak sabar

 

Bisumu membuatku gila

Bergelut dengan rasa

Mungkinkah...

Aku pemuja rahasiamu?

Kini...

Bisumu membuatku mengerti

Rasa ini hanya ilusi

Yang tidak pernah akan kumiliki

Waktu tidak beriring  takdir

Terhalang luas samudera hilir

 

Pujangga Singo ulung,09112020

 

Sunday, November 8, 2020

Permainan Masak-masakan

 





Bakda magrib selesai bercengkrama dengan sang maha Rahman dan Rahim melalui ayat suciNya kami duduk bersama di ruang tamu bercerita kejadian tadi siang di saat seperti inilah menjadi sarana untuk sharing, candaan kecil mewarnai keceriaan di malam senin. Bagi kami khususnya orang tua mempunyai putri yang masih berstatus siswa, membersamai dalam pembelajaran daring adalah tugas utama, suka duka pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri sekalipun kami seorang pendidik. Peran orang tua sangat besar selain mempererat hubungan keluarga, orang tuapun lebih memahami karakter belajar anak.

Malampun makin larut sebagai seorang ibu aku mencoba menerapkan hidup disiplin seperti jam tidur malam, jam sembilan malam mereka berdua harus sudah tidur. Sebelum tidur adik mendekatiku yang duduk di kursi panjang ruang tamu seraya mengajukan perijinan bermain masak masakan besok pagi bersama temannya

“Ma! Adik boleh main masak masakan besok pagi di rumah alif?” sedikit merayu

“maksudnya adik akan masak sendiri dengan teman?” tanyaku dengan pelan

Adik mengangguk   dengan raut wajah cemas....” tapi adik harus bawa beras satu ons, uang dua ribu sebagai iyuaran, boleh ya?” pertanyaan kian mencecar

“boleh, asal dengan satu syarat tugas dari sekolah harus diselesaikan!” mencoba memberi ijin walaupun ada kewajiban yang harus di penuhi.

“ Trimakasih ma” Rasa senang terpancar dari raut wajahnya yang polos sambil berlari menuju tempat tidur.

Permainan masak masakan merupakan permainan tradisional yang jarang di mainkan pada jaman sekarang. Ada  beberapa nilai positif yang dapat aku ambil dari permainan tersebut diantaranya Pertama meminimkan permainan gadget, Kedua memupuk rasa gotong royong dan setia kawan Ketiga melatih hidup mandiri atau penanaman karakter.

Desa Singo Ulung,09112020

 

 

  

Friday, November 6, 2020

Pentigraf

 


Setengah kantukku





 

Hidup di pedesaan dengan sifat sosial dan gotong royongnya masih  tinggi membuatku sering berinteraksi dengan mereka,ketika sore hari aku sempatkan berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya bersebelahan. Ada banyak cerita yang asik di dengarkan saat bersama tetangga dan saudara dekat mulai cerita resep makanan, kisah mendidik anak, baju setrika yang menggunung. Seperti merasa mempunyai nasib sama .

 

Suara gaduh dan histeris terdengar dari rumah sebelah, beberapa tetangga dekat datang melihat apa gerangan yang terjadi, cairan merah berceceran di lantai dan secarik kain tidak mampu menahan darah yang keluar dari kepala Fauzan. Saat bermain dengan temannya sebuah lemparan batu tidak sengaja mendarat di kepalanya. Akhirnya Fauzan di bawa ke Puskesmas dengan dibonceng bu Surti.

 

Pak Surti keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fauzan, sambil mengusap mata sedikit menahan kantuknya beliau menggerakkan tubuh ke kanan dan kekiri sambil bertanya pada anak sulungnya” rumah Fauzan sore ini rame dengan tetangga ada apa?”

 

Yuni Ira

Bondowoso,07112020

 

Mohon Krisannya

Tuesday, November 3, 2020

Untuk sholihahku

 

Sepertinya baru kemarin ibu menimangmu

Menyuapimu dengan sepotong roti Milna

Sebotol susu formula setia berkawan pada bibirmu

Membersamai dalam tumbuh kembang pribadimu

Gadis kecil ibu penuh kenes tomboy kini beranjak remaja

Menjelma gadis  yang pendiam sekali kali hanya melepas tawa ria

Bijaklah dalam setiap langkah dan sikap yang kau ambil

Maafkan ibu belum sempurna mencurahkan kasih sayang

Karena sebagian kecil waktumu kau habiskan dengan ibu asuh

Hari ini  Sabtu 28 November 2020 Umurmu menginjak Lima belas tahun

Untaian doa terbaik untukmu tidak akan lekang termakan waktu

Jalan kedepan menanti kesungguhan tekad yang gigih

Tidak besar harapan kami

“SHOLIHAH”

Nduk! Tahukah kamu? Mengapa Allah mengaruniakan Telinga kita dua dan mulut hanya satu? Jawabannya agar kita lebih banyak mendengar dan bermuhasabah daripada berbicara


Catatan seorang Ibu,28112020

Sunday, October 25, 2020

tulis

 Mengawali dunia tulis menulis mungkin bukan hobiku sejak kecil,jika menulis catatan pelajaran sudah menjadi makanan pokok setiap hari. Menulis sesuatu kegiatan yang ringan tetapi sulit dilaksanakan mungkin banyak penyebabnya bisa malas, enak rebahan atau di terpa kegiatan yang cukup menguras otak. Sesulit itukah untuk dapat menorehkan karya?

    Awal mula aku merasa takut untuk menulis dan bingung tulisan apa yang harus kutulis. Merasa tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, rasa takut tidak dibaca orang dan takut tulisan tidak berkwalitas menyapa setiap rasa inginku untuk menulis.

   Takdir Allah mempertemukanku dengan hamba pegiat literasi, ibu Dianna salah satu wanita yang penuh semangat menggerakkan Literasi khususnya bagi penulis pemula di Bondowoso. Hampir setiap hari  aku membaca dan menyimak tulisan teman -teman litera di WAG. Dengan mengumpulkan semangat aku beranikan jemariku menekan keybord merangkai kata menjadi kalimat dan kukirim ke group. Aku tepis rasa malu dan takut tidak dibaca orang yang penting tulis dan tulis.Ternyata menulis dengan tehnik SERINDAH lebih asik dan santai lebih mantab lagi ketika aku di pertemukan dengan orang malang melintang di dunia literasi beliau adalah Bapak Ali Harsojo dari kota Sumenep, Bahasanya yang santai dan lugas membuatku semakin terlena dan menulis menjadi suatu kebutuhan setiap hari.

Kota Tape 25102020

  
  


Tuesday, October 20, 2020

Pagi Eliz

Selamat  pagi Eliz
Selimut hangat surya
Obati seonggok jasad lelah
Runtuhkan makhluk jumawa

Kutitipkan separuh hidup
Pada ranjang hijau
Pada tirai putih
Pada selang infus
Belai dia dengan tulus
Rawat sedihnya dengan mulus

Esok ku ingin
Ia menyungging senyum
Tegak perkasa tanpa kesah
Tiap saat ku tanya kabarmu
Cemasku, gelisahku dan syukurku
Kupasrahkan padaNya

Pondok Eliza,21102020


Monday, October 12, 2020

Menyulam hidup pada biji

 



 

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Kumandang adzan ingatkan hati

Sadarkan diri dari Mimpi

Jika aku jumpa pujaan hati

 

Pagiku tiba sambut siluit sinar surya

Bersama derap kaki bidadari penyambung bara

Menghalau gelap pagi buta

Terjang dingin menusuk ronggoa dada

 

Jejak langkah pada rumput teki namun pasti

Menyigi baris parit dengan biji

Merenda hidup tuai penuh isi

Mengarungi samudera desa dari padi

 

 

Singo ulung, 13102020

 

 

Saturday, October 3, 2020

Stasiun Riwayatmu

 


              


              Sambut Minggu  pagi dengan senyum ceria,guyuran hujan di Sabtu sore memberi aroma tanah yang sangat aku suka, kuncup bunga dan daun tampak lebih segar membawa berjuta warna.

Wisata sejarah menjadi program keluarga kami di Minggu ini, setelah selesai rutinitas pagi segeralah kami berangkat ke kota Bondowoso menempuh jarak Tujuh belas  Kilometer. Museum Stasiun kereta Api menjadi Tujuan utama. Bangunan bercat abu dan mempunyai arsitektur belanda kuno ini masih berdiri kokoh  di tengah kota. Keadaan yang masih pagi membawa suasana sunyi, hanya tampak satu unit gerbong kereta api parkir di tengah rel kereta, kursi-kursi yang memang tersedia di pinggir rel kereta untuk tempat duduk calon penumpang serta benda miniatur lokomotif masih tertata rapi di bagian ruangan stasiun.

Stasiun ini menjadi saksi bisu tragedi gerbong maut Bondowoso. Sebanyak seratus pejuang ditawan serdadu Belanda dalam rangkaian Agresi Mileter Belanda Satu Pada tanggal 23 November 1947 subuh itu, tawanan yang semula ditahan di Penjara Bondowoso digiring ke Stasiun Bondowoso untuk dinaikkan di kereta api menuju Surabaya. Tercatat ada tiga gerbong untuk mengangkut tawanan, yaitu GR 5769 dan GR 4416 yang masih memiliki lubang angin kecil, serta GR 10152 yang sama sekali tidak memiliki lubang angin.

Karena ukuran gerbong-gerbong itu kecil dan bahan dasar gerbong adalah seng berada tepat di bawah terik sinar matahari membuat keadaan  sangat panas dan pengap hal inlah yang menjadi awal dari tragedi Gerbong Maut. Mulai dari kesulitan bernapas hingga tidak diberi makan dan minum jelas membuat mereka tidak mampu bertahan hidup lama. Empat puluh enam orang tewas, Dua belas orang sakit parah, Tiga puluh orang lemas tidak berdaya dan Dua belas orang selamat.


        Untuk mengenang peristiwa tersebut maka dibangunlah
 monumen Gerbong kereta Api lengkap dengan miniatur Dua puluh  orang pejuang tepat di alun-alun kota Bondowoso.

    Perjalanan dilanjut  menuju Alun-alun Bondowoso untuk ikut Car Free day (CFD) tanpa mengindahkan kuliner yang memenuhi pinggiran alun-alun, aku langkahkan kaki mengelilingi alun-alun,namun dasar mata ini tidak dapat menahan godaan beberapa kali kulirik penjual bunga hias,tertahanlah langkahku hingga pinanganpun jatuh pada tanaman keladi batik. Dengan percaya diri sambil membawa bungkusan bunga aku teruskan langkahku hingga tiga kali putaran. cukuplah bakar kalori ditemani keladi batik cantik.


Kota tape, 04102020




Friday, September 18, 2020

Mr Aji

 



Entah virus apa yang menimpa akhir-akhir ini selalu haus dengan yang ter up to date tentang literasi,  mungkinkah bakteri literasi mulai merasuki urat nadiku ?

Mengenal  Mr aji begitu sapaan akrabku pada laki-laki asli kota jember tersebut selalu membuat suasana menjadi hidup dan rame, tapi bukan Cuma rame-rame beliau selalu memberi ide dan ilmu baru bagi  kami.

Mr aji Prasetyo bukan orang asing lagi bagiku kurang lebih  tiga belas tahun menjadi pendidik pada yayasan yang sama. Sikapnya yang lugas dan familiar membuatnya lebih akrab dengan siapapun yang baru ia kenal.


Begitupun di group IGMPL Bondowoso Mr aji salah satu orang teraktif menulis, hampir disetiap pagi sambil minum kopi selalu ku sempatkan membuka blog Harianajengonline. Pernah suata hari Mr tidak jalan-jalan di group literasi, biasanya sebelum jam tujuh blog nya seliweran di beberapa grup, hari itu aneh bagiku karena tidak sepertia biasa, ternyata betul dugaanku Mr aji sakit perut.

Kemarin malam kira-kira pukul 21.10 WIB beliau memberitahu melalui via WA jika sebentar lagi akan telpon melalui seluler, ternyata betul beliau telpon dengan vokal suara cukup lumayan hampir sama presenter kenamaan, Mr aji tanya jawab tentang literasi yang  Aku pelajari saat ini.

Pagi baru mengerti jika sambungan seluler tadi malam digunakan untuk PODCAST. Dengan sedikit penasaran aku buka gawaiku sekedar mencari aplikasi Podcast,  Merasa kurang paham langsung kutelpon Mr aji dengan suara hasnya yang riang beliau memberi petunjuk dan langkah membuat podcast sedikitpun tidak terbesit kalimatnya menggurui. Trimakasih banyak Mr! Semoga menjadi pundi-pundi amal ibadah.


Salam Literasi

Temani Sunyiku

 






Anugerah terindah dalam hidup tiba

Hadir membalut luka  penuh duka

Tangis pertama getarkan jiwa hampa

Obati   lara hati tersemayam  lama

 

Gemparkan  detak jantung penuh tahmid  

Selamat datang dekap buaian

Emban Amanah dua bahu

Limpah kasih sayang panjang hayat

 

Kian sejuk menyelami dua bola mata

Bayang pelangi macam warna

Beda langkah irama penuh harmoni

Dua putri laksa bidadari surga

Perhiasan  dunia pelipur lelah

 

Perlahan kulukis pada kertas putih

Dengan torehan tinta kebajikan

Meninggalkan  rekam jejak bermakna

Menjadi bekal hidup dunia dan akhirat


Bondowoso,19092020

 

Monday, September 14, 2020

Di kala Senja Tiba




Tatap  sayu indah matamu
Tersirat seribu harap
Sendi kuat baja
Kini lemah tak berdaya
Otak tangkas cerdas
Kini lunglai tidak berbekas
Kulit putih kencang
Kini  keriput lembut
Gerai rambut hitam legam 
Kini tergerai penuh putih
Tegas lugas berucap
Kini lirih penuh rintih


Memberi rasa yang penuh arti
Berbincang mendengar kisah
Masa muda penuh suka duka
Memberi tawa bahagia
Menyungging Senyum lepas di ujung bibir

Kadang egomu menguji sabar
Mengelus dada membaca istigfar
Belajar pada senja penebar sinar
Semoga ikhlas selalu tergambar

Sayang penuh terawat
Selalu beri pelukan hangat
Di tiap hembusan nafas
Memberi secercah manfaat

Bisik lantun doamu
Selalu ku dengar
Disetiap simpuh dan sujud
Sisipkan namaku
Hidup bahagia dunia akhirat
Betapa pilu dan malu
Usia senja pantang  surut
Panjatan doa bagi orang terkasih


"Menemani yuyut"

Kota Tape, 19092020





Kau duakan Aku

 


Mendampingi mereka adalah tugas dan keajiban kami selaku orang tua, dari sejak kecil hingga tumbuh menjadi anak remaja dan dewasa. Dikarunia dua bidadari kecil sebuah anugerah terindah dan pantaslah jika aku ucapkan alhamdulillah. Sebuah amanah besar untuk mendidiknya dan membersamainya dalam segala hal agar menjadi manusia yang berguna dimuka bumi.

Suatu saat ayah dapat tugas tambahan dari dinas terkait  secara tidak langsung menyita waktu dan perhatiannya pada dua bidadari kecilku, Hampir setiap malam ayah asik bercengkrama dengan mengayun jemarinya di atas  keyboard sesekali mengusap layar kaca gawainya dan mengangkat dering telpon yang berbunyi lebih inten “entah apa yang ia kerjakan,sepertinya mengajak otaknya bekerja keras” gumamku dalam hati.

Jam menunjukkan pukul 21.25 WIB suasana malam sepi hanya bunyi sepeda yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah. Menjadi jadwal dan moment tersendiri  bagi ayah menemani hanun tidur diselingi cerita terbumbui gurauan ringan hinngga kadang-kadang terdengar suara tertawa keras antara mereka. Kring...kring bunyi gawainya berbunyi dengan sigap ayah mengambil dan sedikit menjauh dari tempat tidur.

Setelah beberapa saat ayah kembali sambil mengambil jaket warna hijau  yang tergantung di belakang pintu seraya berkata “ malam ini ayah harus rapat di rumah pak bowo,sementara untuk malam ini adik tidur dengan ibu!”

“ ayah sibuk terus, pegang laptop tiap malam,pulang kerja sore,adik tidak sayang ayah!” sergah hanun dengan menahan deraian air mata yang tidak bisa ia tutupi sambil menutup wajahnya dengan bantal

“adik sudah kelas tiga SD tidak boleh cengeng dan manja” aku mencoba menenangkan gejolak amarah hanun sambil ku peluk dari belakang punggungnya.

“pokoknya adik tidak sayang ayah, ayah jahaat!” kata-katanya menegaskan amarah yang memuncak.

Tanpa menghiraukan hanun yang ngomel sambil menangis Ayah pun bergegas mengambil sepeda yang terpakir di garasi dan lekas menuju rumah pak bowo.

Dua putriku mempunyai kedekatan tersendiri dengan ayah, semua yang menjadi kebutuhan sekunder dan tersier bak proposal yang selalu di ACC tanpa coretan revisi sedikitpun oleh ayah ,rayuan mereka berdua sering meluluhkan perasaan ayah ketika mereka mengeluarkan jurus dahsyatnya, mendekati ayah sambil bermanja dengan serta merta diutarakan semua keluh kesahnya.

Saat kami pergi ke swalayan hanya membeli kebutuhan dapur tiap bulan dua putriku tidak lepas dari gandengan ayah sambil memasukkan berbagai macam snack makanan tanpa ada sotiran. Berbanding terbalik Ketika bersamaku pasti aku nasehati” ambillah barang yang diperlukan saja!” merekapun berfikr dua kali untuk membelinya.

  Kadanga aku sendiri dibuatnya cemburu melihat kedekatan mereka, timbul tanya dalam hatiku “ apa aku terlalu over protective atau aku terlalu bersikap disiplin?” hingga mereka berdua lebih dekat dengan ayah.



 

Bondowoso,15092020

 

Friday, September 11, 2020

Cinta tak bertuan

 

Hadir mengalir dengan senyap

Membawa aroma indah memesona

Akal rasa memperbudak otak

Hingga bertanya pada diri sendiri

Apa yang terjadi padaku

 

Andai kau tahu gemuruh jiwa

Degup jantungku begitu dahsyat

Kembang kempis dadaku

Menahan gejolak rasa

Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Mungkinkah kau  disana merasa yang sama

Seperti dinginku di malam ini

 

Mencoba bertahan di tengah ke semuan

Walau tersiksa melawan  kenyataan

Kebisuan membungkam lisan tuk berucap

Hanya Binar mata wakili rasa yang tertahan

Sesungguhnya jiwa menangis membelah langit

Memecah laut biru membawa gelisah

 

Bisikan doa dalam butiran tasbih

Kusandarkan baik dan burukku padaMu

Pasrahkan padamu wahai pemangku cinta

Garis  tanganku tergambar

Tidak bisa aku menentang

Trimakasih telah menganugerahkan rasa cinta

Biarlah rasa ini menjadi kenangan terindahku



Salam literasi

Bondowoso, 11092020

 

 


Thursday, September 10, 2020

Mereka beradab

  

Akal, pikiran dan hati
Kelebihan yang dikaruniai Allah
Menjadikan manusia lebih beradab
Menjauhkan manusia dari perilaku tidak beradab
Akal menghasilkan karya
Hati berbuah rasa
Sikap pemantik adab
Ilmu pembawa cerah
Cerdas pintar anugerah
Tidak terhitung karya
Menuju gerbang nyata
Menjadi insan lebih berharga
Karsaku mengais
Secuil ilmu insan berharga
Menjadi insan pemberi harga
Tetapi...
Sambutan dingin menyapa
Tergores hati kerdil dan nestapa
Menggelar rasa pasrah.
Berpangku tangan menambah luka
Terseok mencari arah
Belajar pada dunia maya
Hidup terus bermakna
Salam literasi
Gambar mungkin berisi: tanaman dan luar ruangan


TATIKA ( CERITA TIGA KALIMAT)

 




Uang istri

Heran bercampur curiga karena ada sesuatu di sudut saku baju milik suaminya ketika Bu tejo melipat setumpuk cucian. Rasa penasaranpun semakin mendorong bu tejo untuk mengambil sesuatu tersebut,betapa terkejutnya bu tejo setelah yang dilihatnya dua buah kertas terlipat rapi bewarna biru lusuh dan lungset  “Alhamdulillah rejeki istri sholehah yo ngene ki” gumamnya . Sambil melanjutkan lipatan baju yang menggunung timbul rasa ragu dan tanda tanya besar dalam hatinya”perlukah uang ini aku kembalikan? Toh uang ini juga nafkah bagiku?”





Terciduk copi paste

“Win nomor 2 sampai 10 aku tidak bisa, ayo bantu!” bisikku pelan dari belakang kursi wiwin, di hari pertama ujian semester mata pelajaran matematika.  “tunggu masih kuhitung” jawab wiwin pelan. Hari berikutnya ujian mata pelajaran Bahasa arab, sebaliknya wiwin memberikan bisikan mesra padaku “no 18 sampai 28 bantu tan!” tanya wiwin sedikit menoleh kebelakang. Betapa terkejut dan malu ketika kami menerima hasil ujian karena ada tulisan “foto copi punya wiwin, begitu pula sebaliknya foto copi punya tanti” pada lembar kertas ujian,akhirnya kami dipanggil untuk mendapat ujian ulang.



 Pahit buah manis

Tidak pernah terlintas dalam benaknya jika putra simata wayangnya, Toni dapat belajar di perguruan tinggi ternama dengan jalur bidik misi,karena mata pencaharian bu Arti hanya sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji cukup pengganjal perut. Seorang yang kaya dan harta melimpah yaitu Bu Tini selalu nyinyir, dan mencibir kehidupan bu arti “ meskipun kuliah S1 tapi tidak punya modal, mau jadi apa?” sindiran pedas bu tini ditengah arisan. Dengan sigap Toni membawa bu arti  yang s sesak nafas ke puskesmas terdekat dengan mobil Avanza di tengah malam gulita disertai hujan deras.

 

Salam literasi


Tuesday, September 8, 2020

INI AKU AYAH BUNDA!

 


Setiap anak terlahir jenius namun jika engkau memaksakan seekor ikan untuk mempunyai kemampuan memanjat maka ikan itu akan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk mengatakan bahwasanya dia bodoh.(Albert Einstain)

Semua manusia lahir dalam keadaan suci sebagaimana sabda Rosulullah SAW “ Tiap- tiap anak di lahirkan dalam keadaan suci, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi atau nasrani dan majusi.

Setiap anak mempunyai kemampuan masing-masing dan beragam, kemampuan inilah yang perlu dikenali oleh setiap orang tua, “kira-kira putraku menonjol dibidang apa?”. Beberapa kemampuan yang harus dikembangkan diantaranya:

1.      Bahasa dan sastra

2.      Kemandirian

3.      Sikap dan perilaku

4.      Kecerdasan

5.      Keterampilan bergerak

6.      Sosial

Jika kita ingin melihat anak kita sukses dengan potensinya, maka janganlah pernah memperlakukan sama antara anak yang satu dengan yang lain. Ayah bunda sebagai orang terdekat harus mampu mengenali, mengembangkan dan mengasah potensi mereka, sehingga kelak dikemudian hari mereka akan menemukan bakat dan minat yang akan dimanfaatkan di lingkungan masyarakat.

Ketika mereka  meraih sebuah prestasi Berilah sebuah pujian dan dukung hal yang ia sukai untuk menjunjung bakatnya. Jangan paksa ia menjadi seperti keinginan Anda.

Bila ananda mendapat nilai akademik lebih rendah dari anak lain, jangan membuatnya merasa bahwa ia telah membuat Anda malu, Dukung ia untuk berusaha lebih baik, berikan penguatan berupa pelukan serta bisikkan “kamu anak ibu yang hebat” dan selalu puji usaha kerasnya di depan publik, untuk membangun kepercayaan diri anak.

Ayah bunda jangan pernah berkecil hati atau kecewa bila salah satu dari potensi mengalami hambatan karena pasti ada potensi lain yang dapat dikembangkan.

Percayalah bahwa setiap anak punya kelebihan yang kadang tidak terlihat, bahkan oleh orang tuanya sendiri. 

Salam Literasi

 Bondowoso,17092020

 

 

Note Hari ini

 

Mencoba flashback  pada pertengahan maret kemarin yaitu  saat dimulainya  Lockdown untuk elemen pendidikan, merubah pola dan sistem pendidikan tatap muka  menjadi pembelajaran  Daring (Dalam Jaringan). Anak-anak dituntut belajar secara online dari rumah masing-masing dengan minimnya kalimat-kalimat penguatan yang biasanya terlontar di awal pembelajaran sebagai penggugah semangat belajar oleh guru.

Disisi lain kegiatan belajar online memberi manfaat untuk lebih membuka ruang dan waktu berkumpul dengan keluarga karena dibanding hari normal biasanya kami diburu jam dan waktu sebagai bentuk rasa disiplin dan tanggung jawab pada profesi yang kami ampuh.   Kedekatan keluarga semakin terpupuk misal dengan kegiatan, mendampingi ananda saat belajar, makan, sholat berjamaah, dan bisa bersepeda santai bersama saat pagi hari untuk melemaskan otot dan saraf.

Masa awal daring seperti biasanya si sulung setelah menyelesaikan tugas sekolah langsung nonton TV, masuk kamar tidur, pegang gawai, dan sholat kegiatan yang  terus berulang sepanjang hari tanpa adanya kegiatan yang bermanfaat.

Suatu hari emak yang biasa membantu pekerjaan rumah tidak masuk karena kerabatnya ada yang meninggal dunia, akhirnya semua pekerjaan di dapur aku yang handel. Jarum jam menunjukkan 05.50 WIB dengan sedikit tergesa-gesa aku akhiri aktifitas di dapur walupun banyak alat masak yang kotor berserakan antah berantah bak kapal pecah, “santai” gumam hatiku menenangkan diri sendiri.

Segera kupanggil anak-anak dan suami untuk cepat menikmati sarapan yang sudah berderet rapi di atas meja, sedangkan aku sendiri bersiap berangkat lebih awal karena ada jadwal piket. Pikiranku masih berkutat dengan keadaan dapur yang amburadul “bagaimana cara dapur bersih ketika aku datang” tanya dalam hatiku, Akhirnya muncul sebuah ide membuat catatan kecil yang kutempel di pintu menuju dapur supaya semua anggota keluarga dapat melihat ” Ibu minta tolong bak! Ada piring dan tempat kotor di dapur, tolong bersihkan!” besar harapanku pesan tersebut dilaksanakan oleh kedua putriku.

Setelah pekerjaan selesai segera aku rapikan kertas dan map yang berserakan dimeja kerja,sambil mengemudikan sepeda motor hatiku penu tanya ” kira-kira pesanku dikerjakan apa tidak?”. Dengan sedikit lelah tetapi  rasa penasaran membawa langkahku  menuju dapur untuk melihat kira-kira ada perubahan atau masih tetap dengan keadaan semula, mataku berbinar penuh gembira dan sedikit haru dapur tampak bersih dan rapi begitupun dengan ruang yang lain “Alhamdulillah, ternyata mereka mau melaksanakan sebuah tanggung jawab kecil” ucapku penug rasa syukur.

        Mengajak anak membantu melakukan pekerjaan rumah tangga memang tidak mudah, apalagi jika hal itu sampai mengganggu aktivitas bermainnya. Kecenderungannya, mereka akan ngambek dan malah tidak melakukan apa yang disuruh.

        Namun, sebagai orang tua kita harus mengajari anak-anak melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju miliknya sendiri, atau menyapu lantai. Efek positifnya akan dirasakan anak saat mereka dewasa. Hal itu akan mendidik pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab apa yang menjadi tuga dan kewajibannya.


 

Bondowoso, 22092020



 

Thursday, September 3, 2020

Preview memory di kursi putih abu

 


Pertama Mengenal masa abu-abu sebagai bentuk masa transisi dari seorang anak baru gede ( ABG) berproses  menjadi  remaja yang dewasa . Hari pertama masuk sebagai siswa menengah tingkat atas, bertemu dengan sosok – sosok yang some how  begitupun denganku yang masih culun, merasa minim rasa percaya diri dan sulit beradaptasi.

 Aku harus berhijrah ke kota sebelah untuk melanjutkan studi ke jenjang SMA sebagai salah satu upaya membentuk pendidikan karakter bekal hidup selanjutnya. Alternatif pertama aku harus bermukim di asrama guna menambah pengetahuanku di bidang agama, selebihnya sekolah umum diluar asrama.

Awal mula merasa sulit menerima lingkungan baru dengan berbagai macam karakteristik baik lingkungan, pribadi dan budaya ditambah sederet aturan asrama yang harus aku patuhi. Aku besar dan dididik di lingkungan mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Madura. Saat di bangku SMA mulailah kurasakan sulitnya berkomuniksi dengan teman karena mayoritas mereka menggunakan bahasa jawa gak apa apa lah,  anggap sebagai sebuah tantangan yang harus aku hadapi.  Untuk mengimbaginya kupergunakan Bahasa persatuan sebagai senjata ampuhku saat itu.

 

Sempat terbesit untuk pindah sekolah Karena keterbatasan komunikasi ditambah pembelajaran kitab kuning di asrama yang menggunakan bahasa jawa “ Aduuhhh komplit penderitaanku” gerutuku setiap hari disertai mengalirnya anak sungai ditepi pelupuk mata.“ Epak...emak...aku ingin pulaang!” jeritan yang sering ter tag dihatiku hampir selama empat bulan,  tetapi dengan berjalannya waktu dan  semangat empat puluh lima, dan rasa percaya diri tujuh puluh lima persen  kuberanikan bibirku sepatah dua kata berucap ” opo, teko endi, ra werro, mboten sumerrep, tumbas (Jawa) apa,darimana, tidak tahu, tidak mengerti, membeli"  itupun terdengar sedikit kaku kata teman sekamar.

 Untuk mengusir rasa bosan dan rasa ingin kabur dari asrama ( he..he.. maklum jiwa anak muda), aku coba mengobatinya dengan mengikuti ekstra kurikuler yang diadakan setiap hari minggu, setelah kewajiban rutin mingguan (ngepel, nguras kamar mandi,ngaji) di asrama selesai, aku berangkat ke sekolah belajar bersosialisasi dengan kakak kelas, kegiatan diekstra magement dan kepemimpinan yang aku ikuti mempunyai program diantaranya menulis beberapa artikel, cerpen yang tayang di mading setiap satu kali dalam satu minggu.

 

Beberapa organisasi informalpun juga aku ikuti yaitu IPNU IPPNU sebuah organisasi dibawah naungan NAHDHATUL ULAMA Yang bersifat keterpelajaran, kekeluargaan,kemasyarakatan dan keagamaan yang berhaluan islam ahlussunah waljamaah. Beberapa kajian dan halaqoh pernah kuikuti yang diadakan setiap dua bulan satu kali di sore hari dengan bimbingan kakak senior di kombes.

Tidak terasa tiga tahun berlau rasa yang awalnya mennggebu, memuncah tidak terbendung, berontak,ingin kabur, mutasi dan lain sebagainya sebagai bentuk ketidak sukaanku pada lingkungan baru, mencair secara perlahan - lahan mengikuti arus aliran sungai yang begitu landai nan apik. Berat rasanya berpisah dengan mereka yang telah banyak membantu proses pencarian jati diriku, Pertengahan Juni 2000 merekapun sibuk mengakses dan mencari informasi jenjang pendidikan berikutnya, terlupakanlah kalian semua hanya tinggal kenangan yang akan selalu ku ingat jika aku pernah belajar dan nyantri di Kaliwates Jember.


Salam Literasi


Bondowoso,09092020

 

 

 

 

Wednesday, September 2, 2020

Deteksi non Reaktif

 



    Mendengar kata rapid tes saja sebuah  kalimat membuat hati kacau tidak beraturan , sebuah metode untuk mendeteksi  rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Untuk menyambung perekonomian keluarga ada beberapa ibu rumah tangga bekerja  pada sebuah pabrik. Sejalan dengan berkembangnya virus covid 19,  beberapa pekerja pabrik yang divonis positif, empat orang diantaranya di kecamatanku.  

 Untuk mencegah penularan lebih luas  beberapa para pekerja pabrikpun di resent selama 14 hari dengan menerima beberapa kompensasi uang dari pihak pabrik. Sedikit ada rasa takut, khawatir, deredek, pokok hati ini jadi antah berantah karena mereka yang diresent.

 Adalah tetangga dan saudara dekatku, hari Selasa kemarin hampir serentak di kecamatan diadakan Rapid khusus ibu-ibu pekerja pabrik, Pemeriksaan rapid dilaksanakan di balai desa termasuk pekerja didesaku. Sebelum jam 08.00 WIB Ibu Asmi salah satu pekerja pabrik  sudah bersiap memakai atribut protokol covid berjalan mondar mandir menunggu abang ojek yang akan membawanya ke kantor desa dengan ongkos Rp 10.000,00. Sehingga jika dijumlah ongkos ojek bisa Rp 20.000,00 pulang dan pergi.

Tes Rapid diikuti  kurang lebih tiga puluh ibu-ibu pekerja pabrik, mereka datang dan menunggu mulai pukul 07.30 WIB di depan kantor desa, duduk dengan menggunakan social distancing “ nomer antri lima belas atas nama ibu Asmi silahkan kedepan!” suara  panggilan tenaga kesehatan dengan sedikit ragu ibu asmi berdiri dari kursi dan melangkah menuju nakes yang duduk di bagian depan, perasaan cemas,takut hadir tanpa undangan teraduk menjadi satu menyelinap di hati ibu Asmi  hanya dengan satu permohonan” semoga Allah menjauhkanku dengan segala macam mara dan bahaya”

Perasaan yang sama juga dialami ibu veni “bu asmi tadi sewaktu diambil tes darah tidak takut?” tanya bu veni sedikit cemas.

“ iya cemas la bu, hingga sedikit merasa kedinginan antara tangan dan kaki” sahut ibu asmi

Setelah Lima belas menit menuggu hasil rapid “Ibu Asmiyati” suara petugas kesehatan memanggilnya, Ibu asmi beranjak dari kursi disertai lantunan dzikir  yang tidak lepas dari bibirnya.

“ bagaimana pak hasil tes rapid saya?” bu asmi memberanikan diri bertanya lebih dulu  pada petugas nakes “

“Berdasarkan hasil Rapid Alhamdulillah Ibu Asmi dinyatakan Non reaktif” nakes itu menjelaskan

“Alhamdulillah, benar pak?” rasa bahagia dan tidak percaya mendera bu asmi

“Iya bu benar, ini hasilnya” sambil menunjukkan kertas berwarna putih hasil analisa rapid

“Trimakasih pak” ucap bu Asmi dengan wajah berbinar  artinya dia dalam tiga hari kedepan bisa masuk kerja kembali demi menyambung uap tungku tetap mengepul.

“Trimakasih, jaga kesehatan dan minum vitamin, sekarang ibu bisa langsung pulang” sambil meletakkan kedua tangan di dada nakes  itupun mempersilahkan ibu asmi.

Berkali-kali kalimat tayyibah diucapkan bu asmi sebagai bentuk rasa syukur yang begitu besar atas nikmat yang diberikan Allah SWT pada beliau dan keluarganya.


Bondowoso,03112020