Wednesday, September 2, 2020

Deteksi non Reaktif

 



    Mendengar kata rapid tes saja sebuah  kalimat membuat hati kacau tidak beraturan , sebuah metode untuk mendeteksi  rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Untuk menyambung perekonomian keluarga ada beberapa ibu rumah tangga bekerja  pada sebuah pabrik. Sejalan dengan berkembangnya virus covid 19,  beberapa pekerja pabrik yang divonis positif, empat orang diantaranya di kecamatanku.  

 Untuk mencegah penularan lebih luas  beberapa para pekerja pabrikpun di resent selama 14 hari dengan menerima beberapa kompensasi uang dari pihak pabrik. Sedikit ada rasa takut, khawatir, deredek, pokok hati ini jadi antah berantah karena mereka yang diresent.

 Adalah tetangga dan saudara dekatku, hari Selasa kemarin hampir serentak di kecamatan diadakan Rapid khusus ibu-ibu pekerja pabrik, Pemeriksaan rapid dilaksanakan di balai desa termasuk pekerja didesaku. Sebelum jam 08.00 WIB Ibu Asmi salah satu pekerja pabrik  sudah bersiap memakai atribut protokol covid berjalan mondar mandir menunggu abang ojek yang akan membawanya ke kantor desa dengan ongkos Rp 10.000,00. Sehingga jika dijumlah ongkos ojek bisa Rp 20.000,00 pulang dan pergi.

Tes Rapid diikuti  kurang lebih tiga puluh ibu-ibu pekerja pabrik, mereka datang dan menunggu mulai pukul 07.30 WIB di depan kantor desa, duduk dengan menggunakan social distancing “ nomer antri lima belas atas nama ibu Asmi silahkan kedepan!” suara  panggilan tenaga kesehatan dengan sedikit ragu ibu asmi berdiri dari kursi dan melangkah menuju nakes yang duduk di bagian depan, perasaan cemas,takut hadir tanpa undangan teraduk menjadi satu menyelinap di hati ibu Asmi  hanya dengan satu permohonan” semoga Allah menjauhkanku dengan segala macam mara dan bahaya”

Perasaan yang sama juga dialami ibu veni “bu asmi tadi sewaktu diambil tes darah tidak takut?” tanya bu veni sedikit cemas.

“ iya cemas la bu, hingga sedikit merasa kedinginan antara tangan dan kaki” sahut ibu asmi

Setelah Lima belas menit menuggu hasil rapid “Ibu Asmiyati” suara petugas kesehatan memanggilnya, Ibu asmi beranjak dari kursi disertai lantunan dzikir  yang tidak lepas dari bibirnya.

“ bagaimana pak hasil tes rapid saya?” bu asmi memberanikan diri bertanya lebih dulu  pada petugas nakes “

“Berdasarkan hasil Rapid Alhamdulillah Ibu Asmi dinyatakan Non reaktif” nakes itu menjelaskan

“Alhamdulillah, benar pak?” rasa bahagia dan tidak percaya mendera bu asmi

“Iya bu benar, ini hasilnya” sambil menunjukkan kertas berwarna putih hasil analisa rapid

“Trimakasih pak” ucap bu Asmi dengan wajah berbinar  artinya dia dalam tiga hari kedepan bisa masuk kerja kembali demi menyambung uap tungku tetap mengepul.

“Trimakasih, jaga kesehatan dan minum vitamin, sekarang ibu bisa langsung pulang” sambil meletakkan kedua tangan di dada nakes  itupun mempersilahkan ibu asmi.

Berkali-kali kalimat tayyibah diucapkan bu asmi sebagai bentuk rasa syukur yang begitu besar atas nikmat yang diberikan Allah SWT pada beliau dan keluarganya.


Bondowoso,03112020

 

0 comments:

Post a Comment