Mendengar
kata rapid tes saja sebuah kalimat
membuat hati kacau tidak beraturan , sebuah metode untuk mendeteksi rapid test di
sini hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk
mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Untuk menyambung perekonomian
keluarga ada beberapa ibu rumah tangga bekerja
pada sebuah pabrik. Sejalan dengan berkembangnya virus covid 19, beberapa pekerja pabrik yang divonis positif, empat orang diantaranya di kecamatanku.
Untuk mencegah penularan lebih luas beberapa para pekerja pabrikpun di resent
selama 14 hari dengan menerima beberapa kompensasi uang dari pihak pabrik.
Sedikit ada rasa takut, khawatir, deredek, pokok hati ini jadi antah berantah
karena mereka yang diresent.
Adalah tetangga dan saudara dekatku, hari
Selasa kemarin hampir serentak di kecamatan diadakan Rapid khusus ibu-ibu
pekerja pabrik, Pemeriksaan rapid dilaksanakan di balai desa termasuk pekerja
didesaku. Sebelum jam 08.00 WIB Ibu Asmi salah satu pekerja pabrik sudah bersiap memakai atribut protokol covid
berjalan mondar mandir menunggu abang ojek yang akan membawanya ke kantor desa
dengan ongkos Rp 10.000,00. Sehingga jika dijumlah ongkos ojek bisa Rp
20.000,00 pulang dan pergi.
Tes
Rapid diikuti kurang lebih tiga puluh
ibu-ibu pekerja pabrik, mereka datang dan menunggu mulai pukul 07.30 WIB di depan
kantor desa, duduk dengan menggunakan social distancing “ nomer antri lima
belas atas nama ibu Asmi silahkan kedepan!” suara panggilan tenaga kesehatan dengan sedikit ragu
ibu asmi berdiri dari kursi dan melangkah menuju nakes yang duduk di bagian
depan, perasaan cemas,takut hadir tanpa undangan teraduk menjadi satu
menyelinap di hati ibu Asmi hanya dengan
satu permohonan” semoga Allah menjauhkanku dengan segala macam mara dan bahaya”
Perasaan yang sama juga dialami ibu veni
“bu asmi tadi sewaktu diambil tes darah tidak takut?” tanya bu veni sedikit
cemas.
“ iya cemas la bu, hingga sedikit merasa
kedinginan antara tangan dan kaki” sahut ibu asmi
Setelah Lima belas menit menuggu hasil
rapid “Ibu Asmiyati” suara petugas kesehatan memanggilnya, Ibu asmi beranjak
dari kursi disertai lantunan dzikir yang
tidak lepas dari bibirnya.
“ bagaimana pak hasil tes rapid saya?” bu
asmi memberanikan diri bertanya lebih dulu pada petugas nakes “
“Berdasarkan hasil Rapid Alhamdulillah
Ibu Asmi dinyatakan Non reaktif” nakes itu menjelaskan
“Alhamdulillah, benar pak?” rasa bahagia
dan tidak percaya mendera bu asmi
“Iya bu benar, ini hasilnya” sambil
menunjukkan kertas berwarna putih hasil analisa rapid
“Trimakasih pak” ucap bu Asmi dengan
wajah berbinar artinya dia dalam tiga
hari kedepan bisa masuk kerja kembali demi menyambung uap tungku tetap
mengepul.
“Trimakasih, jaga kesehatan dan minum
vitamin, sekarang ibu bisa langsung pulang” sambil meletakkan kedua tangan di
dada nakes itupun mempersilahkan ibu
asmi.
Berkali-kali kalimat tayyibah diucapkan
bu asmi sebagai bentuk rasa syukur yang begitu besar atas nikmat yang diberikan
Allah SWT pada beliau dan keluarganya.
Bondowoso,03112020








0 comments:
Post a Comment