Tatap sayu indah matamu
Tersirat seribu harap
Sendi kuat baja
Kini lemah tak berdaya
Otak tangkas cerdas
Kini lunglai tidak berbekas
Kulit putih kencang
Kini keriput lembut
Gerai rambut hitam legam
Kini tergerai penuh putih
Tegas lugas berucap
Kini lirih penuh rintih
Memberi rasa yang penuh arti
Berbincang mendengar kisah
Masa muda penuh suka duka
Memberi tawa bahagia
Menyungging Senyum lepas di ujung bibir
Kadang egomu menguji sabar
Mengelus dada membaca istigfar
Belajar pada senja penebar sinar
Semoga ikhlas selalu tergambar
Sayang penuh terawat
Selalu beri pelukan hangat
Di tiap hembusan nafas
Memberi secercah manfaat
Bisik lantun doamu
Selalu ku dengar
Disetiap simpuh dan sujud
Sisipkan namaku
Hidup bahagia dunia akhirat
Betapa pilu dan malu
Usia senja pantang surut
Panjatan doa bagi orang terkasih
"Menemani yuyut"
Kota Tape, 19092020








Semakin hari kian mumpuni
ReplyDeleteSeiring perjalanan sang waktu kata yang kau asah kian penuh makna
Jangan biarkan rasa yang terlahir dari jemarimu yg menari diatas kertas putih memudar tiada bekas.
Manjakan dia dengan sentuhan indah dari hati teriring penempatan diksi yang pas.
Teruslah berkarya buat aku bangga sebagai sahabat yg pernah ada disana