Setengah kantukku
Hidup
di pedesaan dengan sifat sosial dan gotong royongnya masih tinggi membuatku sering berinteraksi dengan
mereka,ketika sore hari aku sempatkan berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya
bersebelahan. Ada banyak cerita yang asik di dengarkan saat bersama tetangga
dan saudara dekat mulai cerita resep makanan, kisah mendidik anak, baju setrika
yang menggunung. Seperti merasa mempunyai nasib sama .
Suara
gaduh dan histeris terdengar dari rumah sebelah, beberapa tetangga dekat datang
melihat apa gerangan yang terjadi, cairan merah berceceran di lantai dan
secarik kain tidak mampu menahan darah yang keluar dari kepala Fauzan. Saat
bermain dengan temannya sebuah lemparan batu tidak sengaja mendarat di
kepalanya. Akhirnya Fauzan di bawa ke Puskesmas dengan dibonceng bu Surti.
Pak
Surti keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fauzan, sambil
mengusap mata sedikit menahan kantuknya beliau menggerakkan tubuh ke kanan dan
kekiri sambil bertanya pada anak sulungnya” rumah Fauzan sore ini rame dengan
tetangga ada apa?”
Yuni Ira
Bondowoso,07112020
Mohon Krisannya








0 comments:
Post a Comment