Friday, November 6, 2020

Pentigraf

 


Setengah kantukku





 

Hidup di pedesaan dengan sifat sosial dan gotong royongnya masih  tinggi membuatku sering berinteraksi dengan mereka,ketika sore hari aku sempatkan berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya bersebelahan. Ada banyak cerita yang asik di dengarkan saat bersama tetangga dan saudara dekat mulai cerita resep makanan, kisah mendidik anak, baju setrika yang menggunung. Seperti merasa mempunyai nasib sama .

 

Suara gaduh dan histeris terdengar dari rumah sebelah, beberapa tetangga dekat datang melihat apa gerangan yang terjadi, cairan merah berceceran di lantai dan secarik kain tidak mampu menahan darah yang keluar dari kepala Fauzan. Saat bermain dengan temannya sebuah lemparan batu tidak sengaja mendarat di kepalanya. Akhirnya Fauzan di bawa ke Puskesmas dengan dibonceng bu Surti.

 

Pak Surti keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fauzan, sambil mengusap mata sedikit menahan kantuknya beliau menggerakkan tubuh ke kanan dan kekiri sambil bertanya pada anak sulungnya” rumah Fauzan sore ini rame dengan tetangga ada apa?”

 

Yuni Ira

Bondowoso,07112020

 

Mohon Krisannya

0 comments:

Post a Comment