This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Thursday, September 10, 2020
Mereka beradab
TATIKA ( CERITA TIGA KALIMAT)
Uang istri
Heran bercampur curiga karena ada
sesuatu di sudut saku baju milik suaminya ketika Bu tejo melipat setumpuk
cucian. Rasa penasaranpun semakin mendorong bu tejo untuk mengambil sesuatu
tersebut,betapa terkejutnya bu tejo setelah yang dilihatnya dua buah kertas terlipat
rapi bewarna biru lusuh dan lungset “Alhamdulillah rejeki istri sholehah yo ngene
ki” gumamnya . Sambil melanjutkan lipatan baju yang menggunung timbul rasa ragu
dan tanda tanya besar dalam hatinya”perlukah uang ini aku kembalikan? Toh uang
ini juga nafkah bagiku?”
Terciduk copi paste
“Win nomor 2 sampai 10 aku tidak bisa, ayo bantu!” bisikku
pelan dari belakang kursi wiwin, di hari pertama ujian semester mata pelajaran
matematika. “tunggu masih kuhitung” jawab wiwin pelan. Hari berikutnya ujian
mata pelajaran Bahasa arab, sebaliknya wiwin memberikan bisikan mesra padaku “no
18 sampai 28 bantu tan!” tanya wiwin sedikit menoleh kebelakang. Betapa
terkejut dan malu ketika kami menerima hasil ujian karena ada tulisan “foto
copi punya wiwin, begitu pula sebaliknya foto copi punya tanti” pada
lembar kertas ujian,akhirnya kami dipanggil untuk mendapat ujian ulang.
Tidak pernah terlintas dalam benaknya jika putra simata
wayangnya, Toni dapat belajar di perguruan tinggi ternama dengan jalur bidik
misi,karena mata pencaharian bu Arti hanya sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji
cukup pengganjal perut. Seorang yang kaya dan harta melimpah yaitu Bu Tini
selalu nyinyir, dan mencibir kehidupan bu arti “ meskipun kuliah S1 tapi tidak
punya modal, mau jadi apa?” sindiran pedas bu tini ditengah arisan. Dengan
sigap Toni membawa bu arti yang s sesak
nafas ke puskesmas terdekat dengan mobil Avanza di tengah malam gulita disertai
hujan deras.
Salam literasi
Tuesday, September 8, 2020
INI AKU AYAH BUNDA!
Setiap anak terlahir jenius namun jika engkau memaksakan seekor ikan untuk mempunyai kemampuan memanjat maka ikan itu akan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk mengatakan bahwasanya dia bodoh.(Albert Einstain)
Semua manusia lahir dalam keadaan suci sebagaimana sabda
Rosulullah SAW “ Tiap- tiap anak di lahirkan dalam keadaan suci, lalu kedua
orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi atau nasrani dan majusi.
Setiap anak mempunyai kemampuan masing-masing dan beragam,
kemampuan inilah yang perlu dikenali oleh setiap orang tua, “kira-kira putraku
menonjol dibidang apa?”. Beberapa kemampuan yang harus dikembangkan
diantaranya:
1.
Bahasa
dan sastra
2.
Kemandirian
3.
Sikap
dan perilaku
4.
Kecerdasan
5.
Keterampilan
bergerak
6.
Sosial
Jika kita ingin melihat anak kita sukses dengan potensinya,
maka janganlah pernah memperlakukan sama antara anak yang satu dengan yang
lain. Ayah bunda sebagai orang terdekat harus mampu mengenali, mengembangkan
dan mengasah potensi mereka, sehingga kelak dikemudian hari mereka akan
menemukan bakat dan minat yang akan dimanfaatkan di lingkungan masyarakat.
Ketika mereka meraih sebuah
prestasi Berilah sebuah pujian dan dukung hal yang ia sukai untuk menjunjung
bakatnya. Jangan paksa ia menjadi seperti keinginan Anda.
Bila ananda
mendapat nilai akademik lebih rendah dari anak lain, jangan membuatnya merasa bahwa
ia telah membuat Anda malu, Dukung ia untuk berusaha lebih baik, berikan
penguatan berupa pelukan serta bisikkan “kamu anak ibu yang hebat” dan selalu
puji usaha kerasnya di depan publik, untuk membangun kepercayaan diri anak.
Ayah bunda
jangan pernah berkecil hati atau kecewa bila salah satu dari potensi mengalami
hambatan karena pasti ada potensi lain yang dapat dikembangkan.
Percayalah bahwa setiap anak punya kelebihan yang kadang
tidak terlihat, bahkan oleh orang tuanya sendiri.
Salam Literasi
Note Hari ini
Mencoba flashback pada pertengahan maret kemarin yaitu saat dimulainya Lockdown untuk elemen pendidikan, merubah
pola dan sistem pendidikan tatap muka
menjadi pembelajaran Daring
(Dalam Jaringan). Anak-anak dituntut belajar secara online dari rumah masing-masing
dengan minimnya kalimat-kalimat penguatan yang biasanya terlontar di awal
pembelajaran sebagai penggugah semangat belajar oleh guru.
Disisi lain kegiatan belajar online
memberi manfaat untuk lebih membuka ruang dan waktu berkumpul dengan keluarga
karena dibanding hari normal biasanya kami diburu jam dan waktu sebagai bentuk
rasa disiplin dan tanggung jawab pada profesi yang kami ampuh. Kedekatan keluarga semakin terpupuk misal
dengan kegiatan, mendampingi ananda saat belajar, makan, sholat berjamaah, dan
bisa bersepeda santai bersama saat pagi hari untuk melemaskan otot dan saraf.
Masa awal daring seperti biasanya si
sulung setelah menyelesaikan tugas sekolah langsung nonton TV, masuk kamar
tidur, pegang gawai, dan sholat kegiatan yang
terus berulang sepanjang hari tanpa adanya kegiatan yang bermanfaat.
Suatu hari emak yang biasa membantu
pekerjaan rumah tidak masuk karena kerabatnya ada yang meninggal dunia,
akhirnya semua pekerjaan di dapur aku yang handel. Jarum jam menunjukkan 05.50
WIB dengan sedikit tergesa-gesa aku akhiri aktifitas di dapur walupun banyak
alat masak yang kotor berserakan antah berantah bak kapal pecah, “santai” gumam
hatiku menenangkan diri sendiri.
Segera kupanggil anak-anak dan suami
untuk cepat menikmati sarapan yang sudah berderet rapi di atas meja, sedangkan
aku sendiri bersiap berangkat lebih awal karena ada jadwal piket. Pikiranku
masih berkutat dengan keadaan dapur yang amburadul “bagaimana cara dapur bersih
ketika aku datang” tanya dalam hatiku, Akhirnya muncul sebuah ide membuat
catatan kecil yang kutempel di pintu menuju dapur supaya semua anggota keluarga
dapat melihat ” Ibu minta tolong bak! Ada piring dan tempat kotor di dapur, tolong
bersihkan!” besar harapanku pesan tersebut dilaksanakan oleh kedua
putriku.
Setelah pekerjaan selesai segera aku
rapikan kertas dan map yang berserakan dimeja kerja,sambil mengemudikan sepeda
motor hatiku penu tanya ” kira-kira pesanku dikerjakan apa tidak?”.
Dengan sedikit lelah tetapi rasa penasaran
membawa langkahku menuju dapur untuk
melihat kira-kira ada perubahan atau masih tetap dengan keadaan semula, mataku
berbinar penuh gembira dan sedikit haru dapur tampak bersih dan rapi begitupun
dengan ruang yang lain “Alhamdulillah, ternyata mereka mau melaksanakan sebuah
tanggung jawab kecil” ucapku penug rasa syukur.
Mengajak
anak membantu melakukan pekerjaan rumah tangga memang tidak mudah, apalagi
jika hal itu sampai mengganggu aktivitas bermainnya. Kecenderungannya, mereka
akan ngambek dan malah tidak melakukan apa yang disuruh.
Namun, sebagai orang tua
kita harus mengajari anak-anak melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci
piring, mencuci baju miliknya sendiri, atau menyapu lantai. Efek positifnya akan dirasakan
anak saat mereka dewasa. Hal itu akan mendidik pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab apa yang menjadi tuga dan kewajibannya.
Bondowoso, 22092020
Thursday, September 3, 2020
Preview memory di kursi putih abu
Pertama Mengenal masa abu-abu sebagai bentuk masa transisi dari seorang anak baru gede ( ABG) berproses menjadi remaja yang dewasa . Hari pertama masuk sebagai siswa menengah tingkat atas, bertemu dengan sosok – sosok yang some how begitupun denganku yang masih culun, merasa minim rasa percaya diri dan sulit beradaptasi.
Awal mula merasa sulit menerima lingkungan baru dengan berbagai macam karakteristik baik lingkungan, pribadi dan budaya ditambah sederet aturan asrama yang harus aku patuhi. Aku besar dan dididik di lingkungan mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Madura. Saat di bangku SMA mulailah kurasakan sulitnya berkomuniksi dengan teman karena mayoritas mereka menggunakan bahasa jawa gak apa apa lah, anggap sebagai sebuah tantangan yang harus aku hadapi. Untuk mengimbaginya kupergunakan Bahasa persatuan sebagai senjata ampuhku saat itu.
Sempat terbesit untuk pindah sekolah Karena keterbatasan komunikasi ditambah pembelajaran kitab kuning di asrama yang menggunakan bahasa jawa “ Aduuhhh komplit penderitaanku” gerutuku setiap hari disertai mengalirnya anak sungai ditepi pelupuk mata.“ Epak...emak...aku ingin pulaang!” jeritan yang sering ter tag dihatiku hampir selama empat bulan, tetapi dengan berjalannya waktu dan semangat empat puluh lima, dan rasa percaya diri tujuh puluh lima persen kuberanikan bibirku sepatah dua kata berucap ” opo, teko endi, ra werro, mboten sumerrep, tumbas (Jawa) apa,darimana, tidak tahu, tidak mengerti, membeli" itupun terdengar sedikit kaku kata teman sekamar.
Beberapa organisasi informalpun juga aku ikuti yaitu IPNU IPPNU sebuah organisasi dibawah naungan NAHDHATUL ULAMA Yang bersifat keterpelajaran, kekeluargaan,kemasyarakatan dan keagamaan yang berhaluan islam ahlussunah waljamaah. Beberapa kajian dan halaqoh pernah kuikuti yang diadakan setiap dua bulan satu kali di sore hari dengan bimbingan kakak senior di kombes.
Tidak terasa tiga
tahun berlau rasa yang awalnya mennggebu, memuncah tidak terbendung, berontak,ingin kabur, mutasi dan lain
sebagainya sebagai bentuk ketidak sukaanku pada lingkungan baru, mencair secara
perlahan - lahan mengikuti arus aliran sungai yang begitu landai nan apik. Berat
rasanya berpisah dengan mereka yang telah banyak membantu proses pencarian jati
diriku, Pertengahan Juni 2000 merekapun sibuk mengakses dan mencari informasi
jenjang pendidikan berikutnya, terlupakanlah kalian semua hanya tinggal
kenangan yang akan selalu ku ingat jika aku pernah belajar dan nyantri di
Kaliwates Jember.
Salam Literasi
Bondowoso,09092020
Wednesday, September 2, 2020
Deteksi non Reaktif
Mendengar
kata rapid tes saja sebuah kalimat
membuat hati kacau tidak beraturan , sebuah metode untuk mendeteksi rapid test di
sini hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk
mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19. Untuk menyambung perekonomian
keluarga ada beberapa ibu rumah tangga bekerja
pada sebuah pabrik. Sejalan dengan berkembangnya virus covid 19, beberapa pekerja pabrik yang divonis positif, empat orang diantaranya di kecamatanku.
Untuk mencegah penularan lebih luas beberapa para pekerja pabrikpun di resent
selama 14 hari dengan menerima beberapa kompensasi uang dari pihak pabrik.
Sedikit ada rasa takut, khawatir, deredek, pokok hati ini jadi antah berantah
karena mereka yang diresent.
Adalah tetangga dan saudara dekatku, hari
Selasa kemarin hampir serentak di kecamatan diadakan Rapid khusus ibu-ibu
pekerja pabrik, Pemeriksaan rapid dilaksanakan di balai desa termasuk pekerja
didesaku. Sebelum jam 08.00 WIB Ibu Asmi salah satu pekerja pabrik sudah bersiap memakai atribut protokol covid
berjalan mondar mandir menunggu abang ojek yang akan membawanya ke kantor desa
dengan ongkos Rp 10.000,00. Sehingga jika dijumlah ongkos ojek bisa Rp
20.000,00 pulang dan pergi.
Tes
Rapid diikuti kurang lebih tiga puluh
ibu-ibu pekerja pabrik, mereka datang dan menunggu mulai pukul 07.30 WIB di depan
kantor desa, duduk dengan menggunakan social distancing “ nomer antri lima
belas atas nama ibu Asmi silahkan kedepan!” suara panggilan tenaga kesehatan dengan sedikit ragu
ibu asmi berdiri dari kursi dan melangkah menuju nakes yang duduk di bagian
depan, perasaan cemas,takut hadir tanpa undangan teraduk menjadi satu
menyelinap di hati ibu Asmi hanya dengan
satu permohonan” semoga Allah menjauhkanku dengan segala macam mara dan bahaya”
Perasaan yang sama juga dialami ibu veni
“bu asmi tadi sewaktu diambil tes darah tidak takut?” tanya bu veni sedikit
cemas.
“ iya cemas la bu, hingga sedikit merasa
kedinginan antara tangan dan kaki” sahut ibu asmi
Setelah Lima belas menit menuggu hasil
rapid “Ibu Asmiyati” suara petugas kesehatan memanggilnya, Ibu asmi beranjak
dari kursi disertai lantunan dzikir yang
tidak lepas dari bibirnya.
“ bagaimana pak hasil tes rapid saya?” bu
asmi memberanikan diri bertanya lebih dulu pada petugas nakes “
“Berdasarkan hasil Rapid Alhamdulillah
Ibu Asmi dinyatakan Non reaktif” nakes itu menjelaskan
“Alhamdulillah, benar pak?” rasa bahagia
dan tidak percaya mendera bu asmi
“Iya bu benar, ini hasilnya” sambil
menunjukkan kertas berwarna putih hasil analisa rapid
“Trimakasih pak” ucap bu Asmi dengan
wajah berbinar artinya dia dalam tiga
hari kedepan bisa masuk kerja kembali demi menyambung uap tungku tetap
mengepul.
“Trimakasih, jaga kesehatan dan minum
vitamin, sekarang ibu bisa langsung pulang” sambil meletakkan kedua tangan di
dada nakes itupun mempersilahkan ibu
asmi.
Berkali-kali kalimat tayyibah diucapkan
bu asmi sebagai bentuk rasa syukur yang begitu besar atas nikmat yang diberikan
Allah SWT pada beliau dan keluarganya.
Bondowoso,03112020
Tuesday, September 1, 2020
VIRUSMU OBRAK ABRIK HATIKU
Butuh waktu menilik bagaimana carakter dan pribadimu
Seorang sahabat menjadi washilah
Melalui media ta’aruf
Akhirnya dengan ucapan Bismillah
Kami labuhkan hati pada indah
daunmu
Merawat dan menemani seperti sebuah kewajiban yang terjadwal
Mengikuti arah tumbuh kembang warna warni di setiap lembar daun
Tujuh bulan kita lalui kebersamaan
Hingga suatu hari,aku heran dan terhenyak
Tamu tak diundang sedikit menyapamu
Mengurangi energi keceriaan
kau semakin tertunduk layu
Virus dan bakteri menyerang ( Red Anjamani, Ladyvalentine, Pred of
sumatera)
Karantina mandiri sudah dilakukan
Amunisi fungi, dan anti bakteri
Sampai saat ini belum ada perubahan signifikan
Kira-kira sahabat bisa membantu
Mengurangi kegelisahan
Yang menghantui setiap saat
Ketika pandangan jatuh pada AGLONEMA





















