Bakda
magrib selesai bercengkrama dengan sang maha Rahman dan Rahim melalui ayat
suciNya kami duduk bersama di ruang tamu bercerita kejadian tadi siang di saat
seperti inilah menjadi sarana untuk sharing, candaan kecil mewarnai keceriaan
di malam senin. Bagi kami khususnya orang tua mempunyai putri yang masih
berstatus siswa, membersamai dalam pembelajaran daring adalah tugas utama, suka
duka pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri sekalipun kami seorang
pendidik. Peran orang tua sangat besar selain mempererat hubungan keluarga,
orang tuapun lebih memahami karakter belajar anak.
Malampun
makin larut sebagai seorang ibu aku mencoba menerapkan hidup disiplin seperti
jam tidur malam, jam sembilan malam mereka berdua harus sudah tidur. Sebelum
tidur adik mendekatiku yang duduk di kursi panjang ruang tamu seraya mengajukan
perijinan bermain masak masakan besok pagi bersama temannya
“Ma!
Adik boleh main masak masakan besok pagi di rumah alif?” sedikit merayu
“maksudnya
adik akan masak sendiri dengan teman?” tanyaku dengan pelan
Adik
mengangguk dengan raut wajah cemas....”
tapi adik harus bawa beras satu ons, uang dua ribu sebagai iyuaran, boleh ya?”
pertanyaan kian mencecar
“boleh,
asal dengan satu syarat tugas dari sekolah harus diselesaikan!” mencoba memberi
ijin walaupun ada kewajiban yang harus di penuhi.
“
Trimakasih ma” Rasa senang terpancar dari raut wajahnya yang polos sambil
berlari menuju tempat tidur.
Permainan
masak masakan merupakan permainan tradisional yang jarang di mainkan pada jaman
sekarang. Ada beberapa nilai positif
yang dapat aku ambil dari permainan tersebut diantaranya Pertama meminimkan permainan gadget, Kedua memupuk rasa gotong royong dan setia kawan Ketiga melatih hidup mandiri atau
penanaman karakter.
Desa
Singo Ulung,09112020








Bagus tulisannya mbak Yuni
ReplyDeleteTrimakasih, masih belajar
ReplyDeletesiip bun..smoga anak anak kita jadi anak anak yang sholehah
ReplyDelete