Friday, September 11, 2020

Cinta tak bertuan

 

Hadir mengalir dengan senyap

Membawa aroma indah memesona

Akal rasa memperbudak otak

Hingga bertanya pada diri sendiri

Apa yang terjadi padaku

 

Andai kau tahu gemuruh jiwa

Degup jantungku begitu dahsyat

Kembang kempis dadaku

Menahan gejolak rasa

Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Mungkinkah kau  disana merasa yang sama

Seperti dinginku di malam ini

 

Mencoba bertahan di tengah ke semuan

Walau tersiksa melawan  kenyataan

Kebisuan membungkam lisan tuk berucap

Hanya Binar mata wakili rasa yang tertahan

Sesungguhnya jiwa menangis membelah langit

Memecah laut biru membawa gelisah

 

Bisikan doa dalam butiran tasbih

Kusandarkan baik dan burukku padaMu

Pasrahkan padamu wahai pemangku cinta

Garis  tanganku tergambar

Tidak bisa aku menentang

Trimakasih telah menganugerahkan rasa cinta

Biarlah rasa ini menjadi kenangan terindahku



Salam literasi

Bondowoso, 11092020

 

 


3 comments: