Hadir
mengalir dengan senyap
Membawa aroma
indah memesona
Akal rasa
memperbudak otak
Hingga bertanya
pada diri sendiri
Apa yang
terjadi padaku
Andai kau
tahu gemuruh jiwa
Degup jantungku
begitu dahsyat
Kembang kempis
dadaku
Menahan
gejolak rasa
Tak bisa
kupaksa walau hatiku menjerit
Mungkinkah
kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku
di malam ini
Mencoba
bertahan di tengah ke semuan
Walau
tersiksa melawan kenyataan
Kebisuan
membungkam lisan tuk berucap
Hanya Binar mata
wakili rasa yang tertahan
Sesungguhnya
jiwa menangis membelah langit
Memecah laut
biru membawa gelisah
Bisikan doa
dalam butiran tasbih
Kusandarkan baik
dan burukku padaMu
Pasrahkan
padamu wahai pemangku cinta
Garis tanganku tergambar
Tidak bisa
aku menentang
Trimakasih telah
menganugerahkan rasa cinta
Biarlah rasa
ini menjadi kenangan terindahku
Salam literasi
Bondowoso, 11092020









Waw mantabz sekali!
ReplyDeleteTrimakasih bunda
ReplyDeleteTrimakasih bunda
ReplyDelete