Pertama Mengenal masa abu-abu sebagai bentuk masa transisi dari seorang anak baru gede ( ABG) berproses menjadi remaja yang dewasa . Hari pertama masuk sebagai siswa menengah tingkat atas, bertemu dengan sosok – sosok yang some how begitupun denganku yang masih culun, merasa minim rasa percaya diri dan sulit beradaptasi.
Awal mula merasa sulit menerima lingkungan baru dengan berbagai macam karakteristik baik lingkungan, pribadi dan budaya ditambah sederet aturan asrama yang harus aku patuhi. Aku besar dan dididik di lingkungan mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Madura. Saat di bangku SMA mulailah kurasakan sulitnya berkomuniksi dengan teman karena mayoritas mereka menggunakan bahasa jawa gak apa apa lah, anggap sebagai sebuah tantangan yang harus aku hadapi. Untuk mengimbaginya kupergunakan Bahasa persatuan sebagai senjata ampuhku saat itu.
Sempat terbesit untuk pindah sekolah Karena keterbatasan komunikasi ditambah pembelajaran kitab kuning di asrama yang menggunakan bahasa jawa “ Aduuhhh komplit penderitaanku” gerutuku setiap hari disertai mengalirnya anak sungai ditepi pelupuk mata.“ Epak...emak...aku ingin pulaang!” jeritan yang sering ter tag dihatiku hampir selama empat bulan, tetapi dengan berjalannya waktu dan semangat empat puluh lima, dan rasa percaya diri tujuh puluh lima persen kuberanikan bibirku sepatah dua kata berucap ” opo, teko endi, ra werro, mboten sumerrep, tumbas (Jawa) apa,darimana, tidak tahu, tidak mengerti, membeli" itupun terdengar sedikit kaku kata teman sekamar.
Beberapa organisasi informalpun juga aku ikuti yaitu IPNU IPPNU sebuah organisasi dibawah naungan NAHDHATUL ULAMA Yang bersifat keterpelajaran, kekeluargaan,kemasyarakatan dan keagamaan yang berhaluan islam ahlussunah waljamaah. Beberapa kajian dan halaqoh pernah kuikuti yang diadakan setiap dua bulan satu kali di sore hari dengan bimbingan kakak senior di kombes.
Tidak terasa tiga
tahun berlau rasa yang awalnya mennggebu, memuncah tidak terbendung, berontak,ingin kabur, mutasi dan lain
sebagainya sebagai bentuk ketidak sukaanku pada lingkungan baru, mencair secara
perlahan - lahan mengikuti arus aliran sungai yang begitu landai nan apik. Berat
rasanya berpisah dengan mereka yang telah banyak membantu proses pencarian jati
diriku, Pertengahan Juni 2000 merekapun sibuk mengakses dan mencari informasi
jenjang pendidikan berikutnya, terlupakanlah kalian semua hanya tinggal
kenangan yang akan selalu ku ingat jika aku pernah belajar dan nyantri di
Kaliwates Jember.
Salam Literasi
Bondowoso,09092020









Kenangan masa SMA memang sulit dilupakan
ReplyDeleteDisave aja di memori satu tera
ReplyDelete