Uang istri
Heran bercampur curiga karena ada
sesuatu di sudut saku baju milik suaminya ketika Bu tejo melipat setumpuk
cucian. Rasa penasaranpun semakin mendorong bu tejo untuk mengambil sesuatu
tersebut,betapa terkejutnya bu tejo setelah yang dilihatnya dua buah kertas terlipat
rapi bewarna biru lusuh dan lungset “Alhamdulillah rejeki istri sholehah yo ngene
ki” gumamnya . Sambil melanjutkan lipatan baju yang menggunung timbul rasa ragu
dan tanda tanya besar dalam hatinya”perlukah uang ini aku kembalikan? Toh uang
ini juga nafkah bagiku?”
Terciduk copi paste
“Win nomor 2 sampai 10 aku tidak bisa, ayo bantu!” bisikku
pelan dari belakang kursi wiwin, di hari pertama ujian semester mata pelajaran
matematika. “tunggu masih kuhitung” jawab wiwin pelan. Hari berikutnya ujian
mata pelajaran Bahasa arab, sebaliknya wiwin memberikan bisikan mesra padaku “no
18 sampai 28 bantu tan!” tanya wiwin sedikit menoleh kebelakang. Betapa
terkejut dan malu ketika kami menerima hasil ujian karena ada tulisan “foto
copi punya wiwin, begitu pula sebaliknya foto copi punya tanti” pada
lembar kertas ujian,akhirnya kami dipanggil untuk mendapat ujian ulang.
Tidak pernah terlintas dalam benaknya jika putra simata
wayangnya, Toni dapat belajar di perguruan tinggi ternama dengan jalur bidik
misi,karena mata pencaharian bu Arti hanya sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji
cukup pengganjal perut. Seorang yang kaya dan harta melimpah yaitu Bu Tini
selalu nyinyir, dan mencibir kehidupan bu arti “ meskipun kuliah S1 tapi tidak
punya modal, mau jadi apa?” sindiran pedas bu tini ditengah arisan. Dengan
sigap Toni membawa bu arti yang s sesak
nafas ke puskesmas terdekat dengan mobil Avanza di tengah malam gulita disertai
hujan deras.
Salam literasi










Pada dasarnya sebuah cerita bagaikan sebuah inspirasi indah yang terurai dalam bingkai kata dari tarian jemari, begitu pula dengan tulisan saudaraku yuni, begitu apik dan menarik hati setiap mata yang membaca. Lanjutkan saudaraku tetbanglah tinggi bersama karyamu
ReplyDeletetrimakasih saudara dan teman arya dwi pangga, kau motivator kami. semoga jadi amal jariyah
ReplyDelete