This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, November 8, 2020

Permainan Masak-masakan

 





Bakda magrib selesai bercengkrama dengan sang maha Rahman dan Rahim melalui ayat suciNya kami duduk bersama di ruang tamu bercerita kejadian tadi siang di saat seperti inilah menjadi sarana untuk sharing, candaan kecil mewarnai keceriaan di malam senin. Bagi kami khususnya orang tua mempunyai putri yang masih berstatus siswa, membersamai dalam pembelajaran daring adalah tugas utama, suka duka pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri sekalipun kami seorang pendidik. Peran orang tua sangat besar selain mempererat hubungan keluarga, orang tuapun lebih memahami karakter belajar anak.

Malampun makin larut sebagai seorang ibu aku mencoba menerapkan hidup disiplin seperti jam tidur malam, jam sembilan malam mereka berdua harus sudah tidur. Sebelum tidur adik mendekatiku yang duduk di kursi panjang ruang tamu seraya mengajukan perijinan bermain masak masakan besok pagi bersama temannya

“Ma! Adik boleh main masak masakan besok pagi di rumah alif?” sedikit merayu

“maksudnya adik akan masak sendiri dengan teman?” tanyaku dengan pelan

Adik mengangguk   dengan raut wajah cemas....” tapi adik harus bawa beras satu ons, uang dua ribu sebagai iyuaran, boleh ya?” pertanyaan kian mencecar

“boleh, asal dengan satu syarat tugas dari sekolah harus diselesaikan!” mencoba memberi ijin walaupun ada kewajiban yang harus di penuhi.

“ Trimakasih ma” Rasa senang terpancar dari raut wajahnya yang polos sambil berlari menuju tempat tidur.

Permainan masak masakan merupakan permainan tradisional yang jarang di mainkan pada jaman sekarang. Ada  beberapa nilai positif yang dapat aku ambil dari permainan tersebut diantaranya Pertama meminimkan permainan gadget, Kedua memupuk rasa gotong royong dan setia kawan Ketiga melatih hidup mandiri atau penanaman karakter.

Desa Singo Ulung,09112020

 

 

  

Friday, November 6, 2020

Pentigraf

 


Setengah kantukku





 

Hidup di pedesaan dengan sifat sosial dan gotong royongnya masih  tinggi membuatku sering berinteraksi dengan mereka,ketika sore hari aku sempatkan berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya bersebelahan. Ada banyak cerita yang asik di dengarkan saat bersama tetangga dan saudara dekat mulai cerita resep makanan, kisah mendidik anak, baju setrika yang menggunung. Seperti merasa mempunyai nasib sama .

 

Suara gaduh dan histeris terdengar dari rumah sebelah, beberapa tetangga dekat datang melihat apa gerangan yang terjadi, cairan merah berceceran di lantai dan secarik kain tidak mampu menahan darah yang keluar dari kepala Fauzan. Saat bermain dengan temannya sebuah lemparan batu tidak sengaja mendarat di kepalanya. Akhirnya Fauzan di bawa ke Puskesmas dengan dibonceng bu Surti.

 

Pak Surti keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fauzan, sambil mengusap mata sedikit menahan kantuknya beliau menggerakkan tubuh ke kanan dan kekiri sambil bertanya pada anak sulungnya” rumah Fauzan sore ini rame dengan tetangga ada apa?”

 

Yuni Ira

Bondowoso,07112020

 

Mohon Krisannya

Tuesday, November 3, 2020

Untuk sholihahku

 

Sepertinya baru kemarin ibu menimangmu

Menyuapimu dengan sepotong roti Milna

Sebotol susu formula setia berkawan pada bibirmu

Membersamai dalam tumbuh kembang pribadimu

Gadis kecil ibu penuh kenes tomboy kini beranjak remaja

Menjelma gadis  yang pendiam sekali kali hanya melepas tawa ria

Bijaklah dalam setiap langkah dan sikap yang kau ambil

Maafkan ibu belum sempurna mencurahkan kasih sayang

Karena sebagian kecil waktumu kau habiskan dengan ibu asuh

Hari ini  Sabtu 28 November 2020 Umurmu menginjak Lima belas tahun

Untaian doa terbaik untukmu tidak akan lekang termakan waktu

Jalan kedepan menanti kesungguhan tekad yang gigih

Tidak besar harapan kami

“SHOLIHAH”

Nduk! Tahukah kamu? Mengapa Allah mengaruniakan Telinga kita dua dan mulut hanya satu? Jawabannya agar kita lebih banyak mendengar dan bermuhasabah daripada berbicara


Catatan seorang Ibu,28112020

Sunday, October 25, 2020

tulis

 Mengawali dunia tulis menulis mungkin bukan hobiku sejak kecil,jika menulis catatan pelajaran sudah menjadi makanan pokok setiap hari. Menulis sesuatu kegiatan yang ringan tetapi sulit dilaksanakan mungkin banyak penyebabnya bisa malas, enak rebahan atau di terpa kegiatan yang cukup menguras otak. Sesulit itukah untuk dapat menorehkan karya?

    Awal mula aku merasa takut untuk menulis dan bingung tulisan apa yang harus kutulis. Merasa tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, rasa takut tidak dibaca orang dan takut tulisan tidak berkwalitas menyapa setiap rasa inginku untuk menulis.

   Takdir Allah mempertemukanku dengan hamba pegiat literasi, ibu Dianna salah satu wanita yang penuh semangat menggerakkan Literasi khususnya bagi penulis pemula di Bondowoso. Hampir setiap hari  aku membaca dan menyimak tulisan teman -teman litera di WAG. Dengan mengumpulkan semangat aku beranikan jemariku menekan keybord merangkai kata menjadi kalimat dan kukirim ke group. Aku tepis rasa malu dan takut tidak dibaca orang yang penting tulis dan tulis.Ternyata menulis dengan tehnik SERINDAH lebih asik dan santai lebih mantab lagi ketika aku di pertemukan dengan orang malang melintang di dunia literasi beliau adalah Bapak Ali Harsojo dari kota Sumenep, Bahasanya yang santai dan lugas membuatku semakin terlena dan menulis menjadi suatu kebutuhan setiap hari.

Kota Tape 25102020

  
  


Tuesday, October 20, 2020

Pagi Eliz

Selamat  pagi Eliz
Selimut hangat surya
Obati seonggok jasad lelah
Runtuhkan makhluk jumawa

Kutitipkan separuh hidup
Pada ranjang hijau
Pada tirai putih
Pada selang infus
Belai dia dengan tulus
Rawat sedihnya dengan mulus

Esok ku ingin
Ia menyungging senyum
Tegak perkasa tanpa kesah
Tiap saat ku tanya kabarmu
Cemasku, gelisahku dan syukurku
Kupasrahkan padaNya

Pondok Eliza,21102020


Monday, October 12, 2020

Menyulam hidup pada biji

 



 

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Kumandang adzan ingatkan hati

Sadarkan diri dari Mimpi

Jika aku jumpa pujaan hati

 

Pagiku tiba sambut siluit sinar surya

Bersama derap kaki bidadari penyambung bara

Menghalau gelap pagi buta

Terjang dingin menusuk ronggoa dada

 

Jejak langkah pada rumput teki namun pasti

Menyigi baris parit dengan biji

Merenda hidup tuai penuh isi

Mengarungi samudera desa dari padi

 

 

Singo ulung, 13102020

 

 

Saturday, October 3, 2020

Stasiun Riwayatmu

 


              


              Sambut Minggu  pagi dengan senyum ceria,guyuran hujan di Sabtu sore memberi aroma tanah yang sangat aku suka, kuncup bunga dan daun tampak lebih segar membawa berjuta warna.

Wisata sejarah menjadi program keluarga kami di Minggu ini, setelah selesai rutinitas pagi segeralah kami berangkat ke kota Bondowoso menempuh jarak Tujuh belas  Kilometer. Museum Stasiun kereta Api menjadi Tujuan utama. Bangunan bercat abu dan mempunyai arsitektur belanda kuno ini masih berdiri kokoh  di tengah kota. Keadaan yang masih pagi membawa suasana sunyi, hanya tampak satu unit gerbong kereta api parkir di tengah rel kereta, kursi-kursi yang memang tersedia di pinggir rel kereta untuk tempat duduk calon penumpang serta benda miniatur lokomotif masih tertata rapi di bagian ruangan stasiun.

Stasiun ini menjadi saksi bisu tragedi gerbong maut Bondowoso. Sebanyak seratus pejuang ditawan serdadu Belanda dalam rangkaian Agresi Mileter Belanda Satu Pada tanggal 23 November 1947 subuh itu, tawanan yang semula ditahan di Penjara Bondowoso digiring ke Stasiun Bondowoso untuk dinaikkan di kereta api menuju Surabaya. Tercatat ada tiga gerbong untuk mengangkut tawanan, yaitu GR 5769 dan GR 4416 yang masih memiliki lubang angin kecil, serta GR 10152 yang sama sekali tidak memiliki lubang angin.

Karena ukuran gerbong-gerbong itu kecil dan bahan dasar gerbong adalah seng berada tepat di bawah terik sinar matahari membuat keadaan  sangat panas dan pengap hal inlah yang menjadi awal dari tragedi Gerbong Maut. Mulai dari kesulitan bernapas hingga tidak diberi makan dan minum jelas membuat mereka tidak mampu bertahan hidup lama. Empat puluh enam orang tewas, Dua belas orang sakit parah, Tiga puluh orang lemas tidak berdaya dan Dua belas orang selamat.


        Untuk mengenang peristiwa tersebut maka dibangunlah
 monumen Gerbong kereta Api lengkap dengan miniatur Dua puluh  orang pejuang tepat di alun-alun kota Bondowoso.

    Perjalanan dilanjut  menuju Alun-alun Bondowoso untuk ikut Car Free day (CFD) tanpa mengindahkan kuliner yang memenuhi pinggiran alun-alun, aku langkahkan kaki mengelilingi alun-alun,namun dasar mata ini tidak dapat menahan godaan beberapa kali kulirik penjual bunga hias,tertahanlah langkahku hingga pinanganpun jatuh pada tanaman keladi batik. Dengan percaya diri sambil membawa bungkusan bunga aku teruskan langkahku hingga tiga kali putaran. cukuplah bakar kalori ditemani keladi batik cantik.


Kota tape, 04102020