This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, September 1, 2020

VIRUSMU OBRAK ABRIK HATIKU

 

Menentukan pilihan menjadi pendamping tidak semudah membalik  telapak  tangan

Butuh waktu menilik bagaimana carakter dan pribadimu

Seorang sahabat menjadi washilah

Melalui media  ta’aruf

 

 Akhirnya dengan ucapan Bismillah

Kami labuhkan hati pada  indah daunmu

Merawat dan menemani seperti sebuah kewajiban yang terjadwal

Mengikuti arah tumbuh kembang warna warni di setiap lembar daun

 

Tujuh bulan kita lalui kebersamaan

Hingga suatu hari,aku heran dan terhenyak

Tamu tak diundang sedikit menyapamu

Mengurangi energi keceriaan

kau semakin tertunduk layu

  

Virus dan bakteri menyerang ( Red Anjamani, Ladyvalentine, Pred of sumatera)

Karantina mandiri sudah dilakukan

Amunisi  fungi, dan anti bakteri

Sampai saat ini belum ada perubahan signifikan

 

Kira-kira sahabat bisa membantu

Mengurangi kegelisahan

Yang menghantui setiap saat

Ketika pandangan jatuh pada AGLONEMA

 

 

 

 

 

 

 


Friday, August 28, 2020

SETOREH PESAN UNTUK ANANDA

 



Perjalanan pulang  dari takziyah seorang ustad ketika duduk di bangku Tsanawiyah, Jarum jam tanganku menunjukkan 16.45 WIB resah dan ingin segera sampai rumah mendera pikiranku, Putri nomer duaku ikut sambil memelukku dari belakang,. Lampu trafficlight menyala warna merah sedikit aku rendahkan kecepatan sepeda, saat menunggu lampu hijau menyala adik berkata dari belakang sambil sedikit berdiri “ ma! Adik belum sholat ashar gimana?” suara penuh khawatirnya  hinggap ditelingaku” mama cari masjid terdekat ya!” jawabku singkat.

Sepenggal berbagi kisah mendidik buah hati mulai sejak kecil untuk mempunyai rasa tanggung jawab besar dengan apa yang di perintah dan dilarang oleh agamanya. Membersamai dan mengembangkan potensi supaya mampu menjadi pribadi yang lebih baik di zamannya.

 Menguti  prinsip mendidik anak sesuai usia dari Sahabat Ali Bin Abi Tholib RA

1.      Usia 0 – 7 Tahun Memperlakukan sebagai raja.

Melayani mereka  bak raja dan ratu dengan tulus dan penuh kasih sayang  sehingga sebaliknya dia pun akan mempunyai perasaan cinta, kasih sayang pada ayah bundanya. Bukan berarti perlakuan diatas menjadikannya manja dan cengeng, Sikap tegas  sedikit diperlukan untuk membedakan yang baik dan tidak.

 

2.      Usia  8 – 14 Tahun Memperlakukan mereka seperti Tahanan

Pada masa ini dimulailah pengenalan pada perintah dan larangan yang di syari’atkan agama serta dapata melaksanakan apa yang menjadi hak serta kewajibannya.

 

3.      Usia 15 – 21 Tahun Menjadikan anak sebagai sahabat

Lebih mengangap mereka sebagai teman dengan sering mengajak bicara antar hati ke hati

Memberi ruang gerak sedikit bebas dalam menentukan pilihan tetapi masih dengan pengawasan dan kontrol  dan dengan bertambah umur maka tanggung jawab yang di embannyapun semakin besar.

Rahman (2013) mengutip berbagai perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengenai pendidikan anak, diantaranya sebagai berikut:

"Jika engkau menasehati seorang anak maka jangan kau sebutkan bagian dari dosanya, agar rasa malunya tidak menjadikannya keras kepala."

"Wajib atasmu menyayangi anakmu, melebihi kasih sayangnya terhadapmu."

 

Harapan ayah dan ibu “kakak dan adik” kalian dapat memperingan dosa ayah dan ibu kelak di padang mahsyar. Tabarokallah

 

Bondowoso, 01092020



HAIKU



daun melambai

dan merah memesona
hati terpana

#

derai angin
membawa warta hampa
muson kenangan

#
desir pasir
selaksa hadir mampir
seiring takdir

#

hamparan laut
tertahan untuk bersua
hati merasa

#
terjang ombak
menepis luka lama
surya datang

Bondowoso,29082020




Thursday, August 27, 2020

Pendidikan karakter

 


Dengan berkembang dan pesatnya ilmu pengetahuan atau mungkin lebih kerennya kita masuk pada Revolusi industri 4.0 dimana dunia serasa makin sempit dan super canggih. Disinilah tantangan bagi segala elemen terutama bagi pengemban pendidikan untuk dapat membekali anak-anak kita baik IPTEK maupun IMTAQ.

Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit. Tugas utama guru mengajar, membimbing, mengarahkan anak-anak untuk menjadi lebih mengetahui, memahami,mengimplementasi apa yang sebelumnya dia tidak ketahui, tapi ada satu yang tidak boleh kita lupakan yaitu pendidikan karakter, menurut kamus Psikologi Pendidikan karakter yaitu kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya berkaitan dengan kejujuran seseorang dan sifat-sifat yang relatif tetap ( Dali Gulo,1982),dengan pendidikan karakter diharapkan peserta didik mempunyai sikap jujur, religius,disiplin, kreatif dan mandiri serta cinta tanah air. Realisasi pendidikan karakter membutuhkan banyak kerjasama antar berbagai pihak baik guru, orang tua dan lingkungan sekitar. Salah satu metode penanaman karakter adalah pembiasaan, keteladanan dan pujian (reward).

Seorang anak bisa karena terbiasa, pembiasaan tingkahlaku terpuji yang dilakukan secara terus menerus akan terus dibawanya selama hidup sehingga menjadi salah satu karakter pribadinya. Menunjuk dengan jari jempol, Membiasakan kata “permisi” ketika meminjam atau masuk di kelas lain,menggunakan kata-kata sopan, Pada saat berkomunikasi dengan seorang yang lebih dituakan alangkah baiknya jika menggunakan  tingkatan bahasa“Ondhaggha bhasa” (Madura) dengan seperti itu akan menunjukkan sikap hormatnya pada yang lebih tua.

Tantangan utama penanaman pendidikan karakter disistem persekolahan bukanlah kurangnya fasilitas  atau kurang pandainya para pendidik. Namun yang paling utama kurangnya keteladanan. Kunci sukses dari pendidikan karakter adalah keteladanan atau uswah serta tidak kalah penting peran keluarga adalah tempat pertama untuk menanamkan  pendidikan karakter. Perhatian dan kasih sayang yang tulus baik guru maupun orang tua sangat dibutuhkan untuk pembentukan dan perubahan karakter anak.

mungkin masih banyak pembiasaan-pembiasaan lain yang digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter. Hingga  pada akhirnya  peserta didik kita mampu mengimbangi arus kemajuan zaman tanpa mengabaikan norma dan etika yang berlaku.

Salam literasi

Wednesday, August 26, 2020

KADHISA

 



Kadhisa sebuah istilah di desaku  tepatnya desa Blimbing Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso kira-kira 13 Km dari arah kota Bondowoso. Desaku sedikit masuk 5 Km dari jalan protokol arah Bondowoso-Situbondo rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Menjelang bulan Ramadhan tepatnya bulan Sya’ban menjadi tradisi di desaku mengadakan Kadhisa arti dari kadhisa sendiri adalah selamatan desa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dilimpahkan. Sebelum kadhisa dilaksanakan pihak desa membentuk panitia HUT yang diwakili beberapa orang dari setiap RT. Kata sepakat  dalam keputusan bersama di desa kemudian disosialisasikan di setiap Rt,  perayaaan kadhisa biasanya diawali  dengan beberapa lomba diantaranya: panjat pinang, lari karung, voli antar RT, Ojung, makan krupuk,karaoke.

Kadhisa identik dengan masakan kas desaku hingga menjadi wajib hukumnya “Tape ketan leggit” hehhm ...mendengar namanya saja, membuat moodboosterku bangkit. Tape ketan merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat Indonesia yang masih digemari hingga sekarang. Tape dibuat dengan proses fermentasi dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat seperti beras ketan. Para ibu-ibu biasanya menyiapkan tape dari jauh hari untuk mendapatkan rasa tape ketan yang manis dan dingin. Tape ketan leggit tambah romantis dan serasi di lidah jika disandingkan dengan Tettel, tettel merupakan kue olahan dari beras ketan yang dihaluskan dengan rasa asin gurih,  ketika tettel menikah didalam mulut dengan tape ketan leggit “Masyaallah” nikmatnya.




Setelah setiap RT melaksanakan syukuran terhadap nikmat Allah yang begitu besar, Masyarakat menuju balai desa dengan berbagai macam arak-arakan dan pertunjukan  atraksi diantaranya Atraksi 12 ekor SINGO ULUNG,  TOPENG KONA dan Tandhe’ bini’ (tari perempuan).




Tari Singo Ulung diciptakan oleh Kiai Singo Wulu, yaitu seorang tokoh masyarakat dan pendiri desa Blimbing . Tari Singo Ulung hampir mirip tari barongsai dimainkan oleh dua orang penari,mungkin perbedaannya hanya di kostumnya singo ulung identik menggunakan harimau berambut putih. Atraksi seni tradisional Singo Ulung selalu ditampilkan dalam acara besar di Bondowoso, baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Jika masih penasaran dengan Singo Ulung silahkan berkunjung ke desa Blimbing Kecamatan Klabang, lebih tepat lagi saat Kadhisa.

Salam Literasi

Bondowoso, 26082020   

 

Tuesday, August 25, 2020

Siti vs PJJ

 



Hampir enam bulan kebijakan proses kegiatan belajar mengajar tetap  menggunakan sistem Daring (online) karena melihat beberapa daerah masih zona merah. Banyak sekali problematika yang dialami proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini, sehingga bisa menimbulkan konsekuensi yang luas. Belajar secara daring  mensyaratkan sarana dan prasarana yang memadai, baik bagi para guru maupun murid, namun kenyataannya tidak semua siswa memiliki akses yang memadai. 

Banyak warga masyarakat khususnya warga kurang mampu mengalami kesulitan menyediakan sarana dan prasarana tersebut bagi anak-anak mereka. Sebutlah si Siti salah satu siswa Menengah pertama disalah satu SMP, semenjak proses belajar menggunakan daring dia harus mengumpulkan tugas secara online, yang semua itu membutuhkan biaya untuk membeli paket data. Ibu Siti hanya seorang buruh pabrik di salah satu PT, sedangkan ayah siti yang kini menderita sakit vertigo dan sedikit sulit berjalan karena pernah kecelakaan di tempat kerja hanya berjualan makanan kecil di warung terbuat dari anyaman bambu berukuran 2 x 1 M2 demi  menyambung kebutuhan hidup.

Karena merasa kurang mampu untuk  membeli paket data yang hampir tiap minggu harus terisi, Akhirnya ada salah satu tetangga yang masih mempunyai perhatian dengan kondisi Siti, diajaklah Siti  menyelesaikan tugas online dirumahnya karena di rumah beliau tersedia jaringan wifi. Selain keterbatasan untuk membeli paket data, Siti juga tidak dapat mengakses aplikasi Google Classroom karena gadget yang ia miliki hanya memiliki kapasitas 1 RAM sedangkan googleclassroom minimal membutuhkan kapasitas 2 RAM, begitupun tugas di aplikasi Whatshap tidak dapat mengirim file karena ruang penyimpanan penuh. Suatu yang mustahil untuk saat ini bagi seorang Siti membeli Handphone yang mempunyai kapasitas minimal 2 RAM dengan harga diatas satu juta. Keadaan yang dilematis dan membutuhkan solusi agar proses belajar mengajar tidak terkendala.

 

 

Saturday, August 22, 2020

CRATER HILL WURUNG

 

Setelah  sekian lama kurang lebih Empat bulan hanya beraktifitas didalam rumah dan lingkungan sekitar karena wabah pandemik Covid 19, membuat pikiran sedikit jenuh dan bosan, akhirnya keluarga kami sepakat berwisata alam tepatnya di Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso. Jarak dari rumah kurang lebih 62 Km ada beberapa  tempat wisata alam diantaranya air terjun mini, pemandian air hangat, Kawah wurung dan Goest House Jalan menuju Ijen bisa dilalui dengan Mobil dan sepeda, jalan beraspal penuh dengan tikungan dan tanjakan serta disekelilingnya terlihat kebun kopi.

Wisata alam tapi bebas dari Pandemik adalah pilihan tepat dimasa sekarang, kamipun mengajak seluruh keluarga menuju Kawah Wurung. Kawah Wurung ada di sebuah desa bernama Jampit yang terletak di kecamatan Sempol kabupaten Bondowoso. Kawah ini terletak berdekatan dengan Kawah Ijen. Bila dihitung dengan jarak, letaknya kurang lebih hanya sembilan hingga sepuluh kilometer. Cukup terjangkaulah karcis untuk masuk Area kita hanya butuh Lima Ribu Rupiah setiap orangnya.  Ada beberapa anak tangga yang harus kami lewati untuk menucu puncak, Udara dingin sejukpun menyapa tubuhku,segera kulangkahkan kakiku menaiki setiap tangga, tanpa lepas dari kamera hanya untuk mengabadikan lukisa-lukisan sang Maha Pencipta yang tiada tara. Sampailah pada puncak bukit aku berdiri tegak, Kulihat jelas  deretan bukit, gunung dan hamparan rumput hijau nan luas bak savana di  Pulau Sumbawa “Subhanallah” begitu sempurna ciptaanMu Ya Allah. Ada yang menyebut Kawah Wurung ini sebagai jamrudnya Bondowoso. Ya, hal tersebut sangatlah wajar, karena memang wilayah ini adalah padang rumput terluas yang ada di kabupaten Bondowoso.


Perjalanan wisata kamipun dilanjutkan ke sebuah air terjun mini terletak dipinggir jalan menuju Kecamatan Ijen, Sempat kaget pertama melihat warna air yang tidak biasa, warna airnya kuning sedikit hijau dan banyak buih kemungkinan besar yang menyebabkan warna tidak biasa adalah ada  cairan belerang. Yaahhh... Air Terjun Sungai Kali Pahit nama wana wiasata tersebut, aliran anaksungainya kecil dan lurus dan mengalir di batuan vulkanik yang bentuknya panjang seperti sungai,  dikelilingi batuan vulkanik yang cukup luas serta rindangnya pohon-pohon pinus, Cukup membayar Tiga Ribu Rupiah untuk masuk wana wisata tersebut,  lagi-lagi detak kagumku dengan keindahan alamNya yang tiada tandingnya.