This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Thursday, July 1, 2021
Rasa Nano - Nano
Saturday, May 29, 2021
Yuyut
Yuyut
Mungkin
jika secara umur beliau lebih dari seratus tahun. Beliau adalah nenek dari
ibuku, entahlah mungkin aku dan anak-anakku termasuk cicit yang kesekian. Keadaan
beliau semakin hari makin lemah hingga akhirnya tidak mampu untuk melakukan
segala aktifitas sehari-hari hanya mampu duduk dan berbaring. Badan yang renta dan
rambut yang putih tidak menyurutkan semangat beribadah, mulutnya selalu komat
kamit berdzikir dengan tasbih di kedua tangannya.
Di
awal Ramadhan beliau sempat ingin berpuasa, tetapi aku tidak mengizinkan karena
berkaca pada tahun sebelumnya setelah dua hari berpuasa beliau pasti sakit.
Akhirnya aku sarankan beliau tidak usah berpuasa cukup membayar fidyah.
Yuyutku
selalu menanyakan waktu karena persiapan untuk melaksanakan sholat. Pernah
suatu hari aku baru pulang dari tempat kerja, banyak berkas pekerjaan aku bawa
pulang pikiranku penuh dengan berbagai jadwal kerja yang belum kelar di tambah suasana
hari yang cukup panas.
Sepeda
Supra X 2020 segera aku parkir di depan rumah lalu membuka helm , aku letakkan
tas ransel di kursi teras rumah dan ketika hendak membuka alas kaki tiba- tiba aku
dikagetkan sebuah teriakan dari arah rumah beliau “ Tolong...tolong...ada
maling...maling...” suaranya begitu nyaring dan parau
Aku
bergegas menuju rumah beliau yang letaknya hanya empat langkah dari rumah,
ternyata beliau dalam keadaan tidur dengan wajah ditutup selendang berwarna
kuning, aku sedikit menahan tawa melihat kelakuannya.
“
Yut...yut...bangun...bangun” suaraku pelan sambil aku pegang bahunya
Yuyut
mulai membuka mata lalu berkata“ Maling pegang pentungan, dia lari ke belakang
lemari”
Aku
tidak mampu menahan tawa “ Malingnya sudah keluar, sebaiknya yuyut minum dulu
supaya tenang” aku mencoba menenangkannya
Setelah
minum seteguk air dengan dada yang masih tersengal-sengal beliau menceritakan
si maling dalam mimpi , Aku hanya duduk santai mendengarkan dan membaca WA Grup
GRIYA LITERASI.
Monday, April 19, 2021
Takut mengqadha'
Sunday, February 28, 2021
Tongngebbhan
Monday, February 15, 2021
Salting
Thursday, January 28, 2021
Aku ingin seperti Kim
Sunday, November 15, 2020
Roman Hati bisu
Roman
Hati bisu
Ada rasa yang tidak pernah aku mengerti
Hadir tanpa aku
inginkan
Pergi tanpa jejak
Rasa....
Dingin...
Bisu....
Bisumu cerdik
Pemantik kobar api
Terpendar rindu tanpa henti
Bisumu canggih
Membuat hati sulit bertahan
Sembunyipun sulit kutak sabar
Bisumu membuatku gila
Bergelut dengan rasa
Mungkinkah...
Aku pemuja rahasiamu?
Kini...
Bisumu membuatku mengerti
Rasa ini hanya ilusi
Yang tidak pernah akan kumiliki
Waktu tidak beriring
takdir
Terhalang luas samudera hilir
Pujangga Singo ulung,09112020
Sunday, November 8, 2020
Permainan Masak-masakan
Bakda
magrib selesai bercengkrama dengan sang maha Rahman dan Rahim melalui ayat
suciNya kami duduk bersama di ruang tamu bercerita kejadian tadi siang di saat
seperti inilah menjadi sarana untuk sharing, candaan kecil mewarnai keceriaan
di malam senin. Bagi kami khususnya orang tua mempunyai putri yang masih
berstatus siswa, membersamai dalam pembelajaran daring adalah tugas utama, suka
duka pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri sekalipun kami seorang
pendidik. Peran orang tua sangat besar selain mempererat hubungan keluarga,
orang tuapun lebih memahami karakter belajar anak.
Malampun
makin larut sebagai seorang ibu aku mencoba menerapkan hidup disiplin seperti
jam tidur malam, jam sembilan malam mereka berdua harus sudah tidur. Sebelum
tidur adik mendekatiku yang duduk di kursi panjang ruang tamu seraya mengajukan
perijinan bermain masak masakan besok pagi bersama temannya
“Ma!
Adik boleh main masak masakan besok pagi di rumah alif?” sedikit merayu
“maksudnya
adik akan masak sendiri dengan teman?” tanyaku dengan pelan
Adik
mengangguk dengan raut wajah cemas....”
tapi adik harus bawa beras satu ons, uang dua ribu sebagai iyuaran, boleh ya?”
pertanyaan kian mencecar
“boleh,
asal dengan satu syarat tugas dari sekolah harus diselesaikan!” mencoba memberi
ijin walaupun ada kewajiban yang harus di penuhi.
“
Trimakasih ma” Rasa senang terpancar dari raut wajahnya yang polos sambil
berlari menuju tempat tidur.
Permainan
masak masakan merupakan permainan tradisional yang jarang di mainkan pada jaman
sekarang. Ada beberapa nilai positif
yang dapat aku ambil dari permainan tersebut diantaranya Pertama meminimkan permainan gadget, Kedua memupuk rasa gotong royong dan setia kawan Ketiga melatih hidup mandiri atau
penanaman karakter.
Desa
Singo Ulung,09112020
Friday, November 6, 2020
Pentigraf
Setengah kantukku
Hidup
di pedesaan dengan sifat sosial dan gotong royongnya masih tinggi membuatku sering berinteraksi dengan
mereka,ketika sore hari aku sempatkan berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya
bersebelahan. Ada banyak cerita yang asik di dengarkan saat bersama tetangga
dan saudara dekat mulai cerita resep makanan, kisah mendidik anak, baju setrika
yang menggunung. Seperti merasa mempunyai nasib sama .
Suara
gaduh dan histeris terdengar dari rumah sebelah, beberapa tetangga dekat datang
melihat apa gerangan yang terjadi, cairan merah berceceran di lantai dan
secarik kain tidak mampu menahan darah yang keluar dari kepala Fauzan. Saat
bermain dengan temannya sebuah lemparan batu tidak sengaja mendarat di
kepalanya. Akhirnya Fauzan di bawa ke Puskesmas dengan dibonceng bu Surti.
Pak
Surti keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fauzan, sambil
mengusap mata sedikit menahan kantuknya beliau menggerakkan tubuh ke kanan dan
kekiri sambil bertanya pada anak sulungnya” rumah Fauzan sore ini rame dengan
tetangga ada apa?”
Yuni Ira
Bondowoso,07112020
Mohon Krisannya
Tuesday, November 3, 2020
Untuk sholihahku
Sepertinya
baru kemarin ibu menimangmu
Menyuapimu
dengan sepotong roti Milna
Sebotol
susu formula setia berkawan pada bibirmu
Membersamai
dalam tumbuh kembang pribadimu
Gadis
kecil ibu penuh kenes tomboy kini beranjak remaja
Menjelma
gadis yang pendiam sekali kali hanya melepas tawa ria
Bijaklah
dalam setiap langkah dan sikap yang kau ambil
Maafkan
ibu belum sempurna mencurahkan kasih sayang
Karena
sebagian kecil waktumu kau habiskan dengan ibu asuh
Hari
ini Sabtu 28 November 2020 Umurmu menginjak Lima belas tahun
Untaian
doa terbaik untukmu tidak akan lekang termakan waktu
Jalan
kedepan menanti kesungguhan tekad yang gigih
Tidak
besar harapan kami
“SHOLIHAH”
Nduk!
Tahukah kamu? Mengapa Allah mengaruniakan Telinga kita dua dan mulut hanya
satu? Jawabannya agar kita lebih banyak mendengar dan bermuhasabah daripada
berbicara
Catatan seorang Ibu,28112020
Sunday, October 25, 2020
tulis
Tuesday, October 20, 2020
Pagi Eliz
Monday, October 12, 2020
Menyulam hidup pada biji
Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Kumandang adzan ingatkan hati
Sadarkan diri dari Mimpi
Jika aku jumpa pujaan hati
Pagiku tiba sambut siluit
sinar surya
Bersama derap kaki bidadari
penyambung bara
Menghalau gelap pagi buta
Terjang dingin menusuk ronggoa dada
Jejak langkah pada rumput
teki namun pasti
Menyigi baris parit dengan
biji
Merenda hidup tuai penuh isi
Mengarungi samudera desa
dari padi
Singo ulung, 13102020
Saturday, October 3, 2020
Stasiun Riwayatmu
Sambut Minggu pagi dengan senyum ceria,guyuran hujan di Sabtu sore memberi aroma tanah yang sangat aku suka, kuncup bunga dan daun tampak lebih segar membawa berjuta warna.
Wisata sejarah menjadi program keluarga kami di Minggu ini, setelah selesai rutinitas pagi segeralah kami berangkat ke kota Bondowoso menempuh jarak Tujuh belas Kilometer. Museum Stasiun kereta Api menjadi Tujuan utama. Bangunan bercat abu dan mempunyai arsitektur belanda kuno ini masih berdiri kokoh di tengah kota. Keadaan yang masih pagi membawa suasana sunyi, hanya tampak satu unit gerbong kereta api parkir di tengah rel kereta, kursi-kursi yang memang tersedia di pinggir rel kereta untuk tempat duduk calon penumpang serta benda miniatur lokomotif masih tertata rapi di bagian ruangan stasiun.
Stasiun
ini menjadi saksi bisu tragedi gerbong maut Bondowoso. Sebanyak seratus pejuang
ditawan serdadu Belanda dalam rangkaian Agresi Mileter Belanda Satu Pada tanggal 23
November 1947 subuh itu, tawanan yang semula ditahan di Penjara Bondowoso
digiring ke Stasiun Bondowoso untuk dinaikkan di kereta api menuju Surabaya.
Tercatat ada tiga gerbong untuk mengangkut tawanan, yaitu GR 5769 dan GR 4416
yang masih memiliki lubang angin kecil, serta GR 10152 yang sama sekali tidak
memiliki lubang angin.
Karena ukuran
gerbong-gerbong itu kecil dan bahan dasar gerbong adalah seng berada tepat di
bawah terik sinar matahari membuat keadaan sangat panas dan pengap hal inlah yang menjadi
awal dari tragedi Gerbong Maut. Mulai dari kesulitan bernapas hingga tidak
diberi makan dan minum jelas membuat mereka tidak mampu bertahan hidup lama. Empat
puluh enam orang tewas, Dua belas orang sakit parah, Tiga puluh orang lemas
tidak berdaya dan Dua belas orang selamat.
Perjalanan dilanjut menuju Alun-alun Bondowoso untuk ikut Car Free day (CFD) tanpa mengindahkan kuliner yang memenuhi pinggiran alun-alun, aku langkahkan kaki mengelilingi alun-alun,namun dasar mata ini tidak dapat menahan godaan beberapa kali kulirik penjual bunga hias,tertahanlah langkahku hingga pinanganpun jatuh pada tanaman keladi batik. Dengan percaya diri sambil membawa bungkusan bunga aku teruskan langkahku hingga tiga kali putaran. cukuplah bakar kalori ditemani keladi batik cantik.
Kota tape, 04102020
Friday, September 18, 2020
Mr Aji
Entah virus apa yang menimpa akhir-akhir ini selalu haus dengan yang ter up to date tentang literasi, mungkinkah bakteri literasi mulai merasuki urat nadiku ?
Mengenal Mr aji begitu sapaan akrabku pada laki-laki
asli kota jember tersebut selalu membuat suasana menjadi hidup dan rame, tapi
bukan Cuma rame-rame beliau selalu memberi ide dan ilmu baru bagi kami.
Mr aji Prasetyo bukan orang asing
lagi bagiku kurang lebih tiga belas
tahun menjadi pendidik pada yayasan yang sama. Sikapnya yang lugas dan familiar
membuatnya lebih akrab dengan siapapun yang baru ia kenal.
Begitupun di group IGMPL Bondowoso
Mr aji salah satu orang teraktif menulis, hampir disetiap pagi sambil minum
kopi selalu ku sempatkan membuka blog Harianajengonline. Pernah suata hari Mr tidak jalan-jalan di group literasi, biasanya sebelum jam tujuh blog nya seliweran di beberapa grup, hari itu aneh bagiku karena tidak sepertia biasa, ternyata betul dugaanku Mr aji sakit perut.
Kemarin malam kira-kira pukul 21.10 WIB beliau memberitahu melalui via WA jika sebentar lagi akan telpon melalui seluler, ternyata betul beliau telpon dengan vokal suara cukup lumayan hampir sama presenter kenamaan, Mr aji tanya jawab tentang literasi yang Aku pelajari saat ini.
Pagi baru mengerti jika sambungan
seluler tadi malam digunakan untuk PODCAST. Dengan sedikit penasaran aku
buka gawaiku sekedar mencari aplikasi Podcast,
Merasa kurang paham langsung kutelpon Mr aji dengan suara hasnya yang
riang beliau memberi petunjuk dan langkah membuat podcast sedikitpun tidak
terbesit kalimatnya menggurui. Trimakasih banyak Mr! Semoga menjadi pundi-pundi
amal ibadah.
Salam Literasi
Temani Sunyiku
Anugerah terindah dalam hidup tiba
Hadir
membalut luka penuh duka
Tangis
pertama getarkan jiwa hampa
Obati lara
hati tersemayam lama
Gemparkan detak jantung penuh tahmid
Selamat
datang dekap buaian
Emban Amanah
dua bahu
Limpah kasih
sayang panjang hayat
Kian sejuk
menyelami dua bola mata
Bayang pelangi
macam warna
Beda langkah
irama penuh harmoni
Dua putri
laksa bidadari surga
Perhiasan dunia pelipur lelah
Perlahan
kulukis pada kertas putih
Dengan torehan
tinta kebajikan
Meninggalkan rekam jejak bermakna
Menjadi
bekal hidup dunia dan akhirat
Bondowoso,19092020
Monday, September 14, 2020
Di kala Senja Tiba
Kau duakan Aku
Mendampingi mereka adalah tugas dan keajiban kami selaku
orang tua, dari sejak kecil hingga tumbuh menjadi anak remaja dan dewasa.
Dikarunia dua bidadari kecil sebuah anugerah terindah dan pantaslah jika aku
ucapkan alhamdulillah. Sebuah amanah besar untuk mendidiknya dan membersamainya
dalam segala hal agar menjadi manusia yang berguna dimuka bumi.
Suatu
saat ayah dapat tugas tambahan dari dinas terkait secara tidak langsung menyita waktu dan
perhatiannya pada dua bidadari kecilku, Hampir setiap malam ayah asik
bercengkrama dengan mengayun jemarinya di atas keyboard sesekali mengusap layar kaca gawainya
dan mengangkat dering telpon yang berbunyi lebih inten “entah apa yang ia kerjakan,sepertinya
mengajak otaknya bekerja keras” gumamku dalam hati.
Jam
menunjukkan pukul 21.25 WIB suasana malam sepi hanya bunyi sepeda yang berlalu
lalang di jalan raya depan rumah. Menjadi jadwal dan moment tersendiri bagi ayah menemani hanun tidur diselingi cerita
terbumbui gurauan ringan hinngga kadang-kadang terdengar suara tertawa keras
antara mereka. Kring...kring bunyi gawainya berbunyi dengan sigap ayah
mengambil dan sedikit menjauh dari tempat tidur.
Setelah
beberapa saat ayah kembali sambil mengambil jaket warna hijau yang tergantung di belakang pintu seraya
berkata “ malam ini ayah harus rapat di rumah pak bowo,sementara untuk malam
ini adik tidur dengan ibu!”
“ ayah
sibuk terus, pegang laptop tiap malam,pulang kerja sore,adik tidak sayang ayah!”
sergah hanun dengan menahan deraian air mata yang tidak bisa ia tutupi sambil menutup
wajahnya dengan bantal
“adik
sudah kelas tiga SD tidak boleh cengeng dan manja” aku mencoba menenangkan
gejolak amarah hanun sambil ku peluk dari belakang punggungnya.
“pokoknya
adik tidak sayang ayah, ayah jahaat!” kata-katanya menegaskan amarah yang
memuncak.
Tanpa menghiraukan hanun
yang ngomel sambil menangis Ayah pun bergegas mengambil sepeda yang terpakir di
garasi dan lekas menuju rumah pak bowo.
Dua
putriku mempunyai kedekatan tersendiri dengan ayah, semua yang menjadi
kebutuhan sekunder dan tersier bak proposal yang selalu di ACC tanpa coretan
revisi sedikitpun oleh ayah ,rayuan mereka berdua sering meluluhkan perasaan
ayah ketika mereka mengeluarkan jurus dahsyatnya, mendekati ayah sambil
bermanja dengan serta merta diutarakan semua keluh kesahnya.
Saat
kami pergi ke swalayan hanya membeli kebutuhan dapur tiap bulan dua putriku
tidak lepas dari gandengan ayah sambil memasukkan berbagai macam snack makanan
tanpa ada sotiran. Berbanding terbalik Ketika bersamaku pasti aku nasehati”
ambillah barang yang diperlukan saja!” merekapun berfikr dua kali untuk
membelinya.
Kadanga
aku sendiri dibuatnya cemburu melihat kedekatan mereka, timbul tanya dalam
hatiku “ apa aku terlalu over protective atau aku terlalu bersikap disiplin?”
hingga mereka berdua lebih dekat dengan ayah.
Bondowoso,15092020
Friday, September 11, 2020
Cinta tak bertuan
Hadir
mengalir dengan senyap
Membawa aroma
indah memesona
Akal rasa
memperbudak otak
Hingga bertanya
pada diri sendiri
Apa yang
terjadi padaku
Andai kau
tahu gemuruh jiwa
Degup jantungku
begitu dahsyat
Kembang kempis
dadaku
Menahan
gejolak rasa
Tak bisa
kupaksa walau hatiku menjerit
Mungkinkah
kau disana merasa yang sama
Seperti dinginku
di malam ini
Mencoba
bertahan di tengah ke semuan
Walau
tersiksa melawan kenyataan
Kebisuan
membungkam lisan tuk berucap
Hanya Binar mata
wakili rasa yang tertahan
Sesungguhnya
jiwa menangis membelah langit
Memecah laut
biru membawa gelisah
Bisikan doa
dalam butiran tasbih
Kusandarkan baik
dan burukku padaMu
Pasrahkan
padamu wahai pemangku cinta
Garis tanganku tergambar
Tidak bisa
aku menentang
Trimakasih telah
menganugerahkan rasa cinta
Biarlah rasa
ini menjadi kenangan terindahku
Salam literasi
Bondowoso, 11092020
Thursday, September 10, 2020
Mereka beradab


























