This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, July 1, 2021

Rasa Nano - Nano

*Rasa Nano-Nano*

Setiap hari bergelut dengan santri, berbagai cerita baik dari pertama mondok, jauh dari kedua orang tua, sering nangis, pokok bermacam cerita sering aku dengar.
Sebagai orang tua nomer dua mereka, aku hanya mampu memotivasi mereka agar lekas beradaptasi dengan lingkungan baru.

Singkat cerita pada tahun pelajaran ini, akupun harus mampu melepas si sulung pergi menuntut ilmu ke Pondok pesantren. Perasaan  gundah, cemas, iba, kasihan selalu hadir jauh sebelum berangkat (pokok rasa Nano-nano)😁

Tibalah hari yang ditunggu untuk berangkat. Dengan langkah pasti dan tekad kuat dalam dada aku sematkan doa "Bismillah tawakkaltu Alallah Lahawla walakuwwata illa billah"
Selama di dalam perjalanan si sulung bungkam seribu bahasa, walaupun kami memancing untuk sekedar bercanda,Dia hanya melihat layar gawai yang sedari tadi di pegangnya.

Selesai mengurusi segala administrasi,  dan menata rapi pakaian ke dalam lemari, akupun langsung pamit pada si sulung, tatapan matanya begitu berat melepas kami.

"Bak jihan, ibu pamit pulang yaa?" Suaraku tegas tetapi hati tidak kuat menahan iba, tanpa menjawab Bak jihan hanya menggelengkan kepala yang artinya kami belum diijinkan pulang.
Aku ikuti dulu kemauannya untuk tidak pulang dengan mengajaknya duduk bersama kakak kelas di teras kamar.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.35 WIB matahari mulai condong ke barat. Alhamdulillah saat berkenalan dengan santri baru ada salah satu dari mereka dari daerah Situbondo. Akhirnya mereka saling mengenal dan berbincang. Tibalah saat yang paling mendebarkan, dengan mengumpulkan semua kekuatan dan menahan bulir bening di mataku supaya tidak jatuh (tetapi hidungku merah)😁 aku berkata
"Bak! sekarang sudah ada temannya, ibu pamit ya?"
Dia hanya mengangguk dan menjulurkan ke dua tangannya padaku.
Akupun menyambutnya dengan ikhlas.
Mereka berduapun masuk ke kamar, setelah bayangannya hilang di samping kamar akupun langsung keluar menuju tempat parkir mobil.
Aku tidak mampu menahan bulir air mata jatuh membasahi ke dua pipiku😭

Jember,02072021

Saturday, May 29, 2021

Yuyut

 


Yuyut

 

Mungkin jika secara umur beliau lebih dari seratus tahun. Beliau adalah nenek dari ibuku, entahlah mungkin aku dan anak-anakku termasuk cicit yang kesekian. Keadaan beliau semakin hari makin lemah hingga akhirnya tidak mampu untuk melakukan segala aktifitas sehari-hari hanya mampu duduk dan berbaring. Badan yang renta dan rambut yang putih tidak menyurutkan semangat beribadah, mulutnya selalu komat kamit berdzikir dengan tasbih di kedua tangannya.

Di awal Ramadhan beliau sempat ingin berpuasa, tetapi aku tidak mengizinkan karena berkaca pada tahun sebelumnya setelah dua hari berpuasa beliau pasti sakit. Akhirnya aku sarankan beliau tidak usah berpuasa cukup membayar fidyah.

Yuyutku selalu menanyakan waktu karena persiapan untuk melaksanakan sholat. Pernah suatu hari aku baru pulang dari tempat kerja, banyak berkas pekerjaan aku bawa pulang pikiranku penuh dengan berbagai jadwal kerja yang belum kelar di tambah suasana hari yang cukup panas.

Sepeda Supra X 2020 segera aku parkir di depan rumah lalu membuka helm , aku letakkan tas ransel di kursi teras rumah dan ketika hendak membuka alas kaki tiba- tiba aku dikagetkan sebuah teriakan dari arah rumah beliau “ Tolong...tolong...ada maling...maling...” suaranya begitu nyaring dan parau

Aku bergegas menuju rumah beliau yang letaknya hanya empat langkah dari rumah, ternyata beliau dalam keadaan tidur dengan wajah ditutup selendang berwarna kuning, aku sedikit menahan tawa melihat kelakuannya.

“ Yut...yut...bangun...bangun” suaraku pelan sambil aku pegang bahunya

Yuyut mulai membuka mata lalu berkata“ Maling pegang pentungan, dia lari ke belakang lemari”

Aku tidak mampu menahan tawa “ Malingnya sudah keluar, sebaiknya yuyut minum dulu supaya tenang” aku mencoba menenangkannya

Setelah minum seteguk air dengan dada yang masih tersengal-sengal beliau menceritakan si maling dalam mimpi , Aku hanya duduk santai mendengarkan dan membaca WA Grup GRIYA LITERASI.

 

Monday, April 19, 2021

Takut mengqadha'



Musim kemarau mulai menampakkan diri dengan ditandai  hadirnya cuaca dingin di malam, pagi disertai terik panas di siang hari.  Keadaan tersebut memicu kulit menjadi kering dan ingin beriftor dengan yang dingin dan segar.

Di hari ke tiga bulan Ramadhan, adik masih bersemangat bangun dini hari untuk makan sahur, tidak terlalu lama membangunkannya untuk segera makan sahur. Setelah makan sahur dan menunaikan sholat subuh ia langsung meneruskan acara tidur hingga pagi tiba.

Jam menunjukkan pukul sembilan pagi cuaca mulai sedikit panas tetapi udara terasa dingin. Adik bangun dari tempat tidur menuju meja kerja dimana aku menyelesaikan tugas sekolah. Adik memegang leher sambil mengeluh jika tenggorokannya terasa di tusuk paku disertai gatal hingga muncul batuk kering. Aku menasehatinya supaya tetap kuat puasanya, istirahat yang cukup dan lehernya supaya diolesi vick.

Tidak berselang lama adik menghampiriku kembali sembari memegang leher dengan sedikit tetesan bulir - bulir bening dari sudut netranya . Aku seperti merasakan deritanya, karena ketika aku terkena sakit tenggorokan hanya ada rasa sakit, panas dan gatal. Akhirnya aku dekati dan kupeluk adik untuk menenangkan perasaannya. Setelah tangisnya reda baru aku menasehati jika adik bisa membatalkan puasa dengan minum air dan langsung minum obat, Sebaliknya Adik menolak membatalkan puasa karena takut mengganti di hari lain (qadha'). Aku hanya tersenyum mendengar alasan adik, tetapi aku menjelaskan secara perlahan-lahan bagaimana seseorang harus meng_qadha' puasa yang ditinggalkan seorang hamba.

Di hari berikutnya adik benar-benar tumbang intensitas batuknya semakin sering, Influenza dan nafsu makan mulai turun untung badannya tidak sampai demam, akhirnya adik aku bawa berobat ke puskesmas. Semoga adik cepat sembuh dan mampu berpuasa kembali.

Blimbing,20April2021

Sunday, February 28, 2021

Tongngebbhan

Tradisi Tongngebbhan

Bulan Rajab salah satu bulan penuh berkah diantara bulan yang bulan yang lain. Di bulan rajab dan syaban biasanya banyak orang-orang melangsungkan pesta pernikahan (aparlo) madura.

Hari senin kemarin saudara di sebelah rumah mengadakan pesta pernikahan putri pertamanya. Sebelum melangsungkan aqdunnikah pihak laki-laki datang membawa lamaran berupa bahan makanan pokok beras, tepung, telur, minyak, mentega,kelapa,gula dan ada pula yang membawa kambing. Tiba di hari panyambelli yaitu hari dimana hewan sapi di eksekusi dan diolah menjadi berbagai macam masakan seperti : Sate, semur,rawon,abon,rendang. Maka pihak perempuan akan berkunjung ke pihak laki-laki yang dikenal dengan istilah TONGNGEBBHAN. 

Tongngebbhan adalah kunjungan dari pihak perempuan ke pihak laki-laki sebagai ucapan rasa terimakasih atas lamaran yang telah diantar kemarin. Proses tonggeppan akan dilakukan dua sampai tiga orang sebagai perwakilan dengan membawa hantaran berupa nasi,  ikan sapi dengan berbagai macam olahan, kue kering dan basah, menjadi hal yang sulit terlewati yaitu adanya dhudhul dan wajik. 

🌹Bejhik dan dhudhul adalah kue berbahan dasar sama yakni ketan, santan serta gula, bedanya pada bentuk.
🌹dhudhul berupa adonan  tepung ketan,santan dan berasa manis
🌹 bhejik berupa beras ketan,santan dan pun manis

Monday, February 15, 2021

Salting

Hari ini begitu padat acara yang harus aku jalani. Setelah menuntaskan kewajiban seorang pendidik, aku harus mengikuti rapat Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan sebelah. Pukul empat belas akupun harus mengantar ibu ke swalayan untuk membeli kebutuhan dapur, maklum ibu tidak bisa naik sepeda jadi kemanapun pergi butuh driver.

Sebelum berangkat sekolah pak su minta tolong untuk memperbaiki kancing baju seragam PSH yang lepas. Jarum jam menunjukkan 06.49 WIB waktu yang sangat mepet untuk segera sampai di sekolah, Dengan sedikit terburu buru segera aku ambil kotak kecil yang berisi kumpulan benang dan jarum. Tidak berapa lama kancingpun terpasang rapi dan segera aku berikan ke pak su.

Hari ini pula pak su menghadiri rapat dinas di Bondowoso. Secara tidak sengaja beberapa orang teman selalu memandang pak su, pak su pun sedikit tanda tanya dalam hati "mengapa si A dan si B selalu melihat baju PSHku"  gumam dalam hatinya. Pak su pun akhirnya pergi ke toilet yang kebetulan ada cermin di dekat pintu toilet. Perasaan kaget, malu bukan main setelah kepala pak su melihat deretan kancing yang warna benangnya tidak sama. Ampun pak su

Thursday, January 28, 2021

Aku ingin seperti Kim



Akhir-akhir minggu ini saya sering nonton film korea mungkin tertular virus si sulung. Mayoritas film series korea mempunyai alur yang sulit di tebak sehingga membuat penasaran penonton.

Orang korea mempunyai ukuran tubuh yang proposional dengan ciri khas mata sipit dan kulit yang putih. Style para gadisnya_pun yang sangat simpel menambah anggun dan asyik untuk dipandang.

Terkadang setelah menonton film korea sering muncul pertanyaan dalam benakku "seandainya berat badan (BB) ku seperti Kim jennie?" 😁
Dari pertanyaan itu  membangun menset dalam otakku untuk hijrah berpola hidup sehat dan mengurangi  nyampah.

Kemauan untuk berubah menuju ke arah yang lebih baik lagi wajib ada, tetapi sejuta godaan seperti bakso, jihu walik, terang bulan dan kawan-kawan selalu bergelayut manja di netraku. Kapan aku bisa seperti Kim Jennie?😭

Blimbing,020221

Sunday, November 15, 2020

Roman Hati bisu

 





Roman Hati bisu

Ada rasa yang tidak pernah aku mengerti

Hadir tanpa aku inginkan                    

Pergi tanpa jejak

Rasa....

Dingin...

Bisu....

Bisumu cerdik

Pemantik kobar api

Terpendar rindu tanpa henti

 

Bisumu canggih

Membuat hati sulit bertahan

Sembunyipun sulit kutak sabar

 

Bisumu membuatku gila

Bergelut dengan rasa

Mungkinkah...

Aku pemuja rahasiamu?

Kini...

Bisumu membuatku mengerti

Rasa ini hanya ilusi

Yang tidak pernah akan kumiliki

Waktu tidak beriring  takdir

Terhalang luas samudera hilir

 

Pujangga Singo ulung,09112020

 

Sunday, November 8, 2020

Permainan Masak-masakan

 





Bakda magrib selesai bercengkrama dengan sang maha Rahman dan Rahim melalui ayat suciNya kami duduk bersama di ruang tamu bercerita kejadian tadi siang di saat seperti inilah menjadi sarana untuk sharing, candaan kecil mewarnai keceriaan di malam senin. Bagi kami khususnya orang tua mempunyai putri yang masih berstatus siswa, membersamai dalam pembelajaran daring adalah tugas utama, suka duka pembelajaran daring menjadi tantangan tersendiri sekalipun kami seorang pendidik. Peran orang tua sangat besar selain mempererat hubungan keluarga, orang tuapun lebih memahami karakter belajar anak.

Malampun makin larut sebagai seorang ibu aku mencoba menerapkan hidup disiplin seperti jam tidur malam, jam sembilan malam mereka berdua harus sudah tidur. Sebelum tidur adik mendekatiku yang duduk di kursi panjang ruang tamu seraya mengajukan perijinan bermain masak masakan besok pagi bersama temannya

“Ma! Adik boleh main masak masakan besok pagi di rumah alif?” sedikit merayu

“maksudnya adik akan masak sendiri dengan teman?” tanyaku dengan pelan

Adik mengangguk   dengan raut wajah cemas....” tapi adik harus bawa beras satu ons, uang dua ribu sebagai iyuaran, boleh ya?” pertanyaan kian mencecar

“boleh, asal dengan satu syarat tugas dari sekolah harus diselesaikan!” mencoba memberi ijin walaupun ada kewajiban yang harus di penuhi.

“ Trimakasih ma” Rasa senang terpancar dari raut wajahnya yang polos sambil berlari menuju tempat tidur.

Permainan masak masakan merupakan permainan tradisional yang jarang di mainkan pada jaman sekarang. Ada  beberapa nilai positif yang dapat aku ambil dari permainan tersebut diantaranya Pertama meminimkan permainan gadget, Kedua memupuk rasa gotong royong dan setia kawan Ketiga melatih hidup mandiri atau penanaman karakter.

Desa Singo Ulung,09112020

 

 

  

Friday, November 6, 2020

Pentigraf

 


Setengah kantukku





 

Hidup di pedesaan dengan sifat sosial dan gotong royongnya masih  tinggi membuatku sering berinteraksi dengan mereka,ketika sore hari aku sempatkan berkunjung ke rumah saudara yang rumahnya bersebelahan. Ada banyak cerita yang asik di dengarkan saat bersama tetangga dan saudara dekat mulai cerita resep makanan, kisah mendidik anak, baju setrika yang menggunung. Seperti merasa mempunyai nasib sama .

 

Suara gaduh dan histeris terdengar dari rumah sebelah, beberapa tetangga dekat datang melihat apa gerangan yang terjadi, cairan merah berceceran di lantai dan secarik kain tidak mampu menahan darah yang keluar dari kepala Fauzan. Saat bermain dengan temannya sebuah lemparan batu tidak sengaja mendarat di kepalanya. Akhirnya Fauzan di bawa ke Puskesmas dengan dibonceng bu Surti.

 

Pak Surti keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Fauzan, sambil mengusap mata sedikit menahan kantuknya beliau menggerakkan tubuh ke kanan dan kekiri sambil bertanya pada anak sulungnya” rumah Fauzan sore ini rame dengan tetangga ada apa?”

 

Yuni Ira

Bondowoso,07112020

 

Mohon Krisannya

Tuesday, November 3, 2020

Untuk sholihahku

 

Sepertinya baru kemarin ibu menimangmu

Menyuapimu dengan sepotong roti Milna

Sebotol susu formula setia berkawan pada bibirmu

Membersamai dalam tumbuh kembang pribadimu

Gadis kecil ibu penuh kenes tomboy kini beranjak remaja

Menjelma gadis  yang pendiam sekali kali hanya melepas tawa ria

Bijaklah dalam setiap langkah dan sikap yang kau ambil

Maafkan ibu belum sempurna mencurahkan kasih sayang

Karena sebagian kecil waktumu kau habiskan dengan ibu asuh

Hari ini  Sabtu 28 November 2020 Umurmu menginjak Lima belas tahun

Untaian doa terbaik untukmu tidak akan lekang termakan waktu

Jalan kedepan menanti kesungguhan tekad yang gigih

Tidak besar harapan kami

“SHOLIHAH”

Nduk! Tahukah kamu? Mengapa Allah mengaruniakan Telinga kita dua dan mulut hanya satu? Jawabannya agar kita lebih banyak mendengar dan bermuhasabah daripada berbicara


Catatan seorang Ibu,28112020

Sunday, October 25, 2020

tulis

 Mengawali dunia tulis menulis mungkin bukan hobiku sejak kecil,jika menulis catatan pelajaran sudah menjadi makanan pokok setiap hari. Menulis sesuatu kegiatan yang ringan tetapi sulit dilaksanakan mungkin banyak penyebabnya bisa malas, enak rebahan atau di terpa kegiatan yang cukup menguras otak. Sesulit itukah untuk dapat menorehkan karya?

    Awal mula aku merasa takut untuk menulis dan bingung tulisan apa yang harus kutulis. Merasa tidak percaya diri dengan tulisan sendiri, rasa takut tidak dibaca orang dan takut tulisan tidak berkwalitas menyapa setiap rasa inginku untuk menulis.

   Takdir Allah mempertemukanku dengan hamba pegiat literasi, ibu Dianna salah satu wanita yang penuh semangat menggerakkan Literasi khususnya bagi penulis pemula di Bondowoso. Hampir setiap hari  aku membaca dan menyimak tulisan teman -teman litera di WAG. Dengan mengumpulkan semangat aku beranikan jemariku menekan keybord merangkai kata menjadi kalimat dan kukirim ke group. Aku tepis rasa malu dan takut tidak dibaca orang yang penting tulis dan tulis.Ternyata menulis dengan tehnik SERINDAH lebih asik dan santai lebih mantab lagi ketika aku di pertemukan dengan orang malang melintang di dunia literasi beliau adalah Bapak Ali Harsojo dari kota Sumenep, Bahasanya yang santai dan lugas membuatku semakin terlena dan menulis menjadi suatu kebutuhan setiap hari.

Kota Tape 25102020

  
  


Tuesday, October 20, 2020

Pagi Eliz

Selamat  pagi Eliz
Selimut hangat surya
Obati seonggok jasad lelah
Runtuhkan makhluk jumawa

Kutitipkan separuh hidup
Pada ranjang hijau
Pada tirai putih
Pada selang infus
Belai dia dengan tulus
Rawat sedihnya dengan mulus

Esok ku ingin
Ia menyungging senyum
Tegak perkasa tanpa kesah
Tiap saat ku tanya kabarmu
Cemasku, gelisahku dan syukurku
Kupasrahkan padaNya

Pondok Eliza,21102020


Monday, October 12, 2020

Menyulam hidup pada biji

 



 

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi

Kumandang adzan ingatkan hati

Sadarkan diri dari Mimpi

Jika aku jumpa pujaan hati

 

Pagiku tiba sambut siluit sinar surya

Bersama derap kaki bidadari penyambung bara

Menghalau gelap pagi buta

Terjang dingin menusuk ronggoa dada

 

Jejak langkah pada rumput teki namun pasti

Menyigi baris parit dengan biji

Merenda hidup tuai penuh isi

Mengarungi samudera desa dari padi

 

 

Singo ulung, 13102020

 

 

Saturday, October 3, 2020

Stasiun Riwayatmu

 


              


              Sambut Minggu  pagi dengan senyum ceria,guyuran hujan di Sabtu sore memberi aroma tanah yang sangat aku suka, kuncup bunga dan daun tampak lebih segar membawa berjuta warna.

Wisata sejarah menjadi program keluarga kami di Minggu ini, setelah selesai rutinitas pagi segeralah kami berangkat ke kota Bondowoso menempuh jarak Tujuh belas  Kilometer. Museum Stasiun kereta Api menjadi Tujuan utama. Bangunan bercat abu dan mempunyai arsitektur belanda kuno ini masih berdiri kokoh  di tengah kota. Keadaan yang masih pagi membawa suasana sunyi, hanya tampak satu unit gerbong kereta api parkir di tengah rel kereta, kursi-kursi yang memang tersedia di pinggir rel kereta untuk tempat duduk calon penumpang serta benda miniatur lokomotif masih tertata rapi di bagian ruangan stasiun.

Stasiun ini menjadi saksi bisu tragedi gerbong maut Bondowoso. Sebanyak seratus pejuang ditawan serdadu Belanda dalam rangkaian Agresi Mileter Belanda Satu Pada tanggal 23 November 1947 subuh itu, tawanan yang semula ditahan di Penjara Bondowoso digiring ke Stasiun Bondowoso untuk dinaikkan di kereta api menuju Surabaya. Tercatat ada tiga gerbong untuk mengangkut tawanan, yaitu GR 5769 dan GR 4416 yang masih memiliki lubang angin kecil, serta GR 10152 yang sama sekali tidak memiliki lubang angin.

Karena ukuran gerbong-gerbong itu kecil dan bahan dasar gerbong adalah seng berada tepat di bawah terik sinar matahari membuat keadaan  sangat panas dan pengap hal inlah yang menjadi awal dari tragedi Gerbong Maut. Mulai dari kesulitan bernapas hingga tidak diberi makan dan minum jelas membuat mereka tidak mampu bertahan hidup lama. Empat puluh enam orang tewas, Dua belas orang sakit parah, Tiga puluh orang lemas tidak berdaya dan Dua belas orang selamat.


        Untuk mengenang peristiwa tersebut maka dibangunlah
 monumen Gerbong kereta Api lengkap dengan miniatur Dua puluh  orang pejuang tepat di alun-alun kota Bondowoso.

    Perjalanan dilanjut  menuju Alun-alun Bondowoso untuk ikut Car Free day (CFD) tanpa mengindahkan kuliner yang memenuhi pinggiran alun-alun, aku langkahkan kaki mengelilingi alun-alun,namun dasar mata ini tidak dapat menahan godaan beberapa kali kulirik penjual bunga hias,tertahanlah langkahku hingga pinanganpun jatuh pada tanaman keladi batik. Dengan percaya diri sambil membawa bungkusan bunga aku teruskan langkahku hingga tiga kali putaran. cukuplah bakar kalori ditemani keladi batik cantik.


Kota tape, 04102020




Friday, September 18, 2020

Mr Aji

 



Entah virus apa yang menimpa akhir-akhir ini selalu haus dengan yang ter up to date tentang literasi,  mungkinkah bakteri literasi mulai merasuki urat nadiku ?

Mengenal  Mr aji begitu sapaan akrabku pada laki-laki asli kota jember tersebut selalu membuat suasana menjadi hidup dan rame, tapi bukan Cuma rame-rame beliau selalu memberi ide dan ilmu baru bagi  kami.

Mr aji Prasetyo bukan orang asing lagi bagiku kurang lebih  tiga belas tahun menjadi pendidik pada yayasan yang sama. Sikapnya yang lugas dan familiar membuatnya lebih akrab dengan siapapun yang baru ia kenal.


Begitupun di group IGMPL Bondowoso Mr aji salah satu orang teraktif menulis, hampir disetiap pagi sambil minum kopi selalu ku sempatkan membuka blog Harianajengonline. Pernah suata hari Mr tidak jalan-jalan di group literasi, biasanya sebelum jam tujuh blog nya seliweran di beberapa grup, hari itu aneh bagiku karena tidak sepertia biasa, ternyata betul dugaanku Mr aji sakit perut.

Kemarin malam kira-kira pukul 21.10 WIB beliau memberitahu melalui via WA jika sebentar lagi akan telpon melalui seluler, ternyata betul beliau telpon dengan vokal suara cukup lumayan hampir sama presenter kenamaan, Mr aji tanya jawab tentang literasi yang  Aku pelajari saat ini.

Pagi baru mengerti jika sambungan seluler tadi malam digunakan untuk PODCAST. Dengan sedikit penasaran aku buka gawaiku sekedar mencari aplikasi Podcast,  Merasa kurang paham langsung kutelpon Mr aji dengan suara hasnya yang riang beliau memberi petunjuk dan langkah membuat podcast sedikitpun tidak terbesit kalimatnya menggurui. Trimakasih banyak Mr! Semoga menjadi pundi-pundi amal ibadah.


Salam Literasi

Temani Sunyiku

 






Anugerah terindah dalam hidup tiba

Hadir membalut luka  penuh duka

Tangis pertama getarkan jiwa hampa

Obati   lara hati tersemayam  lama

 

Gemparkan  detak jantung penuh tahmid  

Selamat datang dekap buaian

Emban Amanah dua bahu

Limpah kasih sayang panjang hayat

 

Kian sejuk menyelami dua bola mata

Bayang pelangi macam warna

Beda langkah irama penuh harmoni

Dua putri laksa bidadari surga

Perhiasan  dunia pelipur lelah

 

Perlahan kulukis pada kertas putih

Dengan torehan tinta kebajikan

Meninggalkan  rekam jejak bermakna

Menjadi bekal hidup dunia dan akhirat


Bondowoso,19092020

 

Monday, September 14, 2020

Di kala Senja Tiba




Tatap  sayu indah matamu
Tersirat seribu harap
Sendi kuat baja
Kini lemah tak berdaya
Otak tangkas cerdas
Kini lunglai tidak berbekas
Kulit putih kencang
Kini  keriput lembut
Gerai rambut hitam legam 
Kini tergerai penuh putih
Tegas lugas berucap
Kini lirih penuh rintih


Memberi rasa yang penuh arti
Berbincang mendengar kisah
Masa muda penuh suka duka
Memberi tawa bahagia
Menyungging Senyum lepas di ujung bibir

Kadang egomu menguji sabar
Mengelus dada membaca istigfar
Belajar pada senja penebar sinar
Semoga ikhlas selalu tergambar

Sayang penuh terawat
Selalu beri pelukan hangat
Di tiap hembusan nafas
Memberi secercah manfaat

Bisik lantun doamu
Selalu ku dengar
Disetiap simpuh dan sujud
Sisipkan namaku
Hidup bahagia dunia akhirat
Betapa pilu dan malu
Usia senja pantang  surut
Panjatan doa bagi orang terkasih


"Menemani yuyut"

Kota Tape, 19092020





Kau duakan Aku

 


Mendampingi mereka adalah tugas dan keajiban kami selaku orang tua, dari sejak kecil hingga tumbuh menjadi anak remaja dan dewasa. Dikarunia dua bidadari kecil sebuah anugerah terindah dan pantaslah jika aku ucapkan alhamdulillah. Sebuah amanah besar untuk mendidiknya dan membersamainya dalam segala hal agar menjadi manusia yang berguna dimuka bumi.

Suatu saat ayah dapat tugas tambahan dari dinas terkait  secara tidak langsung menyita waktu dan perhatiannya pada dua bidadari kecilku, Hampir setiap malam ayah asik bercengkrama dengan mengayun jemarinya di atas  keyboard sesekali mengusap layar kaca gawainya dan mengangkat dering telpon yang berbunyi lebih inten “entah apa yang ia kerjakan,sepertinya mengajak otaknya bekerja keras” gumamku dalam hati.

Jam menunjukkan pukul 21.25 WIB suasana malam sepi hanya bunyi sepeda yang berlalu lalang di jalan raya depan rumah. Menjadi jadwal dan moment tersendiri  bagi ayah menemani hanun tidur diselingi cerita terbumbui gurauan ringan hinngga kadang-kadang terdengar suara tertawa keras antara mereka. Kring...kring bunyi gawainya berbunyi dengan sigap ayah mengambil dan sedikit menjauh dari tempat tidur.

Setelah beberapa saat ayah kembali sambil mengambil jaket warna hijau  yang tergantung di belakang pintu seraya berkata “ malam ini ayah harus rapat di rumah pak bowo,sementara untuk malam ini adik tidur dengan ibu!”

“ ayah sibuk terus, pegang laptop tiap malam,pulang kerja sore,adik tidak sayang ayah!” sergah hanun dengan menahan deraian air mata yang tidak bisa ia tutupi sambil menutup wajahnya dengan bantal

“adik sudah kelas tiga SD tidak boleh cengeng dan manja” aku mencoba menenangkan gejolak amarah hanun sambil ku peluk dari belakang punggungnya.

“pokoknya adik tidak sayang ayah, ayah jahaat!” kata-katanya menegaskan amarah yang memuncak.

Tanpa menghiraukan hanun yang ngomel sambil menangis Ayah pun bergegas mengambil sepeda yang terpakir di garasi dan lekas menuju rumah pak bowo.

Dua putriku mempunyai kedekatan tersendiri dengan ayah, semua yang menjadi kebutuhan sekunder dan tersier bak proposal yang selalu di ACC tanpa coretan revisi sedikitpun oleh ayah ,rayuan mereka berdua sering meluluhkan perasaan ayah ketika mereka mengeluarkan jurus dahsyatnya, mendekati ayah sambil bermanja dengan serta merta diutarakan semua keluh kesahnya.

Saat kami pergi ke swalayan hanya membeli kebutuhan dapur tiap bulan dua putriku tidak lepas dari gandengan ayah sambil memasukkan berbagai macam snack makanan tanpa ada sotiran. Berbanding terbalik Ketika bersamaku pasti aku nasehati” ambillah barang yang diperlukan saja!” merekapun berfikr dua kali untuk membelinya.

  Kadanga aku sendiri dibuatnya cemburu melihat kedekatan mereka, timbul tanya dalam hatiku “ apa aku terlalu over protective atau aku terlalu bersikap disiplin?” hingga mereka berdua lebih dekat dengan ayah.



 

Bondowoso,15092020

 

Friday, September 11, 2020

Cinta tak bertuan

 

Hadir mengalir dengan senyap

Membawa aroma indah memesona

Akal rasa memperbudak otak

Hingga bertanya pada diri sendiri

Apa yang terjadi padaku

 

Andai kau tahu gemuruh jiwa

Degup jantungku begitu dahsyat

Kembang kempis dadaku

Menahan gejolak rasa

Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Mungkinkah kau  disana merasa yang sama

Seperti dinginku di malam ini

 

Mencoba bertahan di tengah ke semuan

Walau tersiksa melawan  kenyataan

Kebisuan membungkam lisan tuk berucap

Hanya Binar mata wakili rasa yang tertahan

Sesungguhnya jiwa menangis membelah langit

Memecah laut biru membawa gelisah

 

Bisikan doa dalam butiran tasbih

Kusandarkan baik dan burukku padaMu

Pasrahkan padamu wahai pemangku cinta

Garis  tanganku tergambar

Tidak bisa aku menentang

Trimakasih telah menganugerahkan rasa cinta

Biarlah rasa ini menjadi kenangan terindahku



Salam literasi

Bondowoso, 11092020

 

 


Thursday, September 10, 2020

Mereka beradab

  

Akal, pikiran dan hati
Kelebihan yang dikaruniai Allah
Menjadikan manusia lebih beradab
Menjauhkan manusia dari perilaku tidak beradab
Akal menghasilkan karya
Hati berbuah rasa
Sikap pemantik adab
Ilmu pembawa cerah
Cerdas pintar anugerah
Tidak terhitung karya
Menuju gerbang nyata
Menjadi insan lebih berharga
Karsaku mengais
Secuil ilmu insan berharga
Menjadi insan pemberi harga
Tetapi...
Sambutan dingin menyapa
Tergores hati kerdil dan nestapa
Menggelar rasa pasrah.
Berpangku tangan menambah luka
Terseok mencari arah
Belajar pada dunia maya
Hidup terus bermakna
Salam literasi
Gambar mungkin berisi: tanaman dan luar ruangan