Setelah
sekian lama kurang lebih Empat bulan hanya beraktifitas didalam rumah
dan lingkungan sekitar karena wabah pandemik Covid 19, membuat pikiran sedikit
jenuh dan bosan, akhirnya keluarga kami sepakat berwisata alam tepatnya di
Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso. Jarak dari rumah kurang lebih 62 Km ada
beberapa tempat wisata alam diantaranya
air terjun mini, pemandian air hangat, Kawah wurung dan Goest House Jalan
menuju Ijen bisa dilalui dengan Mobil dan sepeda, jalan beraspal penuh dengan
tikungan dan tanjakan serta disekelilingnya terlihat kebun kopi.
Wisata alam tapi bebas dari Pandemik
adalah pilihan tepat dimasa sekarang, kamipun mengajak seluruh keluarga menuju
Kawah Wurung. Kawah Wurung ada di sebuah desa bernama Jampit yang terletak di
kecamatan Sempol kabupaten Bondowoso. Kawah ini terletak berdekatan dengan
Kawah Ijen. Bila dihitung dengan jarak, letaknya kurang lebih hanya sembilan
hingga sepuluh kilometer. Cukup terjangkaulah karcis untuk masuk Area kita
hanya butuh Lima Ribu Rupiah setiap orangnya. Ada beberapa anak tangga yang harus kami lewati
untuk menucu puncak, Udara dingin sejukpun menyapa tubuhku,segera kulangkahkan
kakiku menaiki setiap tangga, tanpa lepas dari kamera hanya untuk mengabadikan
lukisa-lukisan sang Maha Pencipta yang tiada tara. Sampailah pada puncak bukit
aku berdiri tegak, Kulihat jelas deretan
bukit, gunung dan hamparan rumput hijau nan luas bak savana di Pulau Sumbawa “Subhanallah” begitu sempurna
ciptaanMu Ya Allah. Ada yang menyebut
Kawah Wurung ini sebagai jamrudnya Bondowoso. Ya, hal tersebut sangatlah wajar,
karena memang wilayah ini adalah padang rumput terluas yang ada di kabupaten
Bondowoso.
Perjalanan
wisata kamipun dilanjutkan ke sebuah air terjun mini terletak dipinggir jalan
menuju Kecamatan Ijen, Sempat kaget pertama melihat warna air yang tidak biasa,
warna airnya kuning sedikit hijau dan banyak buih kemungkinan besar yang
menyebabkan warna tidak biasa adalah ada
cairan belerang. Yaahhh... Air Terjun Sungai Kali Pahit nama wana
wiasata tersebut, aliran anaksungainya kecil dan lurus dan mengalir di batuan
vulkanik yang bentuknya panjang seperti sungai, dikelilingi batuan vulkanik yang cukup luas
serta rindangnya pohon-pohon pinus, Cukup membayar Tiga Ribu Rupiah untuk masuk
wana wisata tersebut, lagi-lagi detak
kagumku dengan keindahan alamNya yang tiada tandingnya.










Sudah bagus nihh ulasan editorialnya ... Mantap...
ReplyDeleteHanya bs menikmati keindahannya lewat cerita...kemarin Jagaoan no.2 lagi nan lagi ke sana he he " mama di rumah saja" begitu katanya.
ReplyDeleteHahahaaa, kena asap orang2 literasi
ReplyDeleteAyo bu husnul! Mungkin kita bersama2 ke kawah wurung
ReplyDeleteAkan diagendakan. wkwk
ReplyDeleteYa salaaaam...rihlah saat covid menyandera
ReplyDelete