Thursday, August 6, 2020

P3K Tetanggaku

 

Terburu – buru aku ambil kunci sepeda karena jam menunjukkan 06.32 WIB sebuah kewajiban dan tanggung jawab harus kulaksanakan, Sepeda motor Vario 125 menjadi teman setia disetiap aktifitas, melaju dengan kecepatan 60 cc  untuk mendisiplinkan kinerja sebagai  generasi penerus umar bakri.

Mulailah kubuka lembaran- lembaran kertas putih bersama mereka,  bumbu canda dan senda gurau ditengah pembelajaran cukup mencairkan suasana, setengah jam terlewati tiba-tiba terdengar suara “tut...tut..tut” dari dalam tas ranselku, segeral  kuambil gawai “ Halo  Ma!...mba buyut jerit-jerit sakit perut, kakak tidak tahu harus gimana” suara panik putri sulungku dari kejauhan, “ okey...okey...kakak tenang! sekarang minta bantuan tetangga sebelah untuk membantu selama mama belum datang!” jawabku mencoba menenangkan putriku, “baiklah anak-anak pelajaran hari ini sampai disini mari kita tutup dengan bacaan Hamdalah” ucap terakhirku pada mereka dengan sedikit tergesa-gesa. Rasa takut dan khawatir bercampur aduk dalam hati melihat keadaan mbah buyut sudah sepuh, segera aku rapatkan sepeda motorku dan berlari menghampiri beliau yang terbaring  dengan rintihan menahan sakit “ yut... sakit apa?” tanyaku pelan beliau hanya menunjuk pada bagian perut. Harum segar aroma minyak kayu putih memenuhi kamar,tetangga yang seperti saudara telah memberi pertolongan pertama pada si yuyut duduk disebelahnya sambil memberi pijata-pijatan kecil. Segera kuambil obat penahan rasa sakit dan membantunya bangun dari tempat tidur untuk dapat minum obat.

Ternyata benar kata pepatah tetangga adalah saudara terdekat kita  Karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, islam pun memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga.

 

Bondowoso, 07 Agustus 2020

9 comments: