Monday, August 10, 2020

Kerang berekor

 

Mendengar kata Tobbelen masak pedas membuat moodbosterku bangkit. Tobbelen atau Kerang berekor ,  Kerang Lentera (Lingula unguis) merupakan salah satu marga (genus) dari phylum Brachiopoda. Kerang berekor atau masyarakat menyebutnya tobbelen hidup di dasar perairan yang umunya dangkal, tidak berkoloni, daerah berlumpur dan dapat berpindah tempat dengan pendukel ( ekor panjang seperti kecambah ) yang berfungsi sebagai tongkat. Saat air laut mulai surut perburuanpun dimulai dengan mencari gundukan dan memunculkan tiga titik di dasar pasir seperti melihat tiga lubang semut . Untuk memudahkan perburuan dapat menggunakan cangkul, menangkap kerang ini, harus cepat karena kerang ini seketika akan menarik diri ke dasar tanah sehingga jejaknya akan menghilang.

 

Aneka masakan tobbelen ( madura )  dimasak kuah kunci pedas, bumbunya cukup sederhana  sediakan bawag putih, bawang merah, satu ruas kunci, lima buah cabe rawit, penyedap rasa, garam, minyak goreng secukupnya untuk menumis. Semua bumbu dihaluskan kemudian ditumis tuangkan air secukupnya, setelah kuah mendidih masukkan tobbelen yang sudah dibersihkan tunggu 15 menit,  setelah dirasa cukup matang, tobbelen siap disajikan.  Tobbelen kuah pedas mempunyai  rasa mak nyuss, sehingga langsung terjadi pertarungan sengit dimulut, pedas dan gurih bercampur hingga bercucuran keringat menyertai keseruan saat makan . Selamat mencoba!

Salam Literasi

Bondowoso, 10082020

4 comments:

  1. Apa itu sama dgn cambah laut ya bu? Waktu kecil sering makan tp dibuat sayur kayak sayur bening gitu...

    ReplyDelete
  2. Ini makanan kesukaan kebetulan rumah nenek di Paiton dekat pesisir enak banget bs makan bermacam2 ikan laut dari tebbelen,kerang dara,cumi udang kepiting tp skrg gak bisa ky dl lagi krn nenek sdh lama wafat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gurih pedas....semacam pertarungan yang cukup pas di mulut...

      Delete