Thursday, August 27, 2020

Pendidikan karakter

 


Dengan berkembang dan pesatnya ilmu pengetahuan atau mungkin lebih kerennya kita masuk pada Revolusi industri 4.0 dimana dunia serasa makin sempit dan super canggih. Disinilah tantangan bagi segala elemen terutama bagi pengemban pendidikan untuk dapat membekali anak-anak kita baik IPTEK maupun IMTAQ.

Menjadikan manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit. Tugas utama guru mengajar, membimbing, mengarahkan anak-anak untuk menjadi lebih mengetahui, memahami,mengimplementasi apa yang sebelumnya dia tidak ketahui, tapi ada satu yang tidak boleh kita lupakan yaitu pendidikan karakter, menurut kamus Psikologi Pendidikan karakter yaitu kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya berkaitan dengan kejujuran seseorang dan sifat-sifat yang relatif tetap ( Dali Gulo,1982),dengan pendidikan karakter diharapkan peserta didik mempunyai sikap jujur, religius,disiplin, kreatif dan mandiri serta cinta tanah air. Realisasi pendidikan karakter membutuhkan banyak kerjasama antar berbagai pihak baik guru, orang tua dan lingkungan sekitar. Salah satu metode penanaman karakter adalah pembiasaan, keteladanan dan pujian (reward).

Seorang anak bisa karena terbiasa, pembiasaan tingkahlaku terpuji yang dilakukan secara terus menerus akan terus dibawanya selama hidup sehingga menjadi salah satu karakter pribadinya. Menunjuk dengan jari jempol, Membiasakan kata “permisi” ketika meminjam atau masuk di kelas lain,menggunakan kata-kata sopan, Pada saat berkomunikasi dengan seorang yang lebih dituakan alangkah baiknya jika menggunakan  tingkatan bahasa“Ondhaggha bhasa” (Madura) dengan seperti itu akan menunjukkan sikap hormatnya pada yang lebih tua.

Tantangan utama penanaman pendidikan karakter disistem persekolahan bukanlah kurangnya fasilitas  atau kurang pandainya para pendidik. Namun yang paling utama kurangnya keteladanan. Kunci sukses dari pendidikan karakter adalah keteladanan atau uswah serta tidak kalah penting peran keluarga adalah tempat pertama untuk menanamkan  pendidikan karakter. Perhatian dan kasih sayang yang tulus baik guru maupun orang tua sangat dibutuhkan untuk pembentukan dan perubahan karakter anak.

mungkin masih banyak pembiasaan-pembiasaan lain yang digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter. Hingga  pada akhirnya  peserta didik kita mampu mengimbangi arus kemajuan zaman tanpa mengabaikan norma dan etika yang berlaku.

Salam literasi

2 comments:

  1. Dalam pembentukan karakter peran guru tak bisa digantikan dgn kencanggihan teknologi sekalipun...
    Penanamn karakter butuh bimbingan guru juga ortu ketika anak dirumah.
    Mantab bu yuni...

    ReplyDelete
  2. Perbaikan saja, dari kalimat " menurut kamus...." Itu paragraf baru saja

    ReplyDelete