Dengan berkembang dan
pesatnya ilmu pengetahuan atau mungkin lebih kerennya kita masuk pada Revolusi
industri 4.0 dimana dunia serasa makin sempit dan super canggih. Disinilah
tantangan bagi segala elemen terutama bagi pengemban pendidikan untuk dapat membekali
anak-anak kita baik IPTEK maupun IMTAQ.
Menjadikan
manusia cerdas dan pintar, boleh jadi mudah melakukannya, tetapi menjadikan
manusia agar menjadi orang yang baik dan bijak, tampaknya jauh lebih sulit atau
bahkan sangat sulit. Tugas utama guru mengajar, membimbing, mengarahkan
anak-anak untuk menjadi lebih mengetahui, memahami,mengimplementasi apa yang
sebelumnya dia tidak ketahui, tapi ada satu yang tidak boleh kita lupakan yaitu
pendidikan karakter, menurut kamus Psikologi Pendidikan karakter yaitu
kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya berkaitan
dengan kejujuran seseorang dan sifat-sifat yang relatif tetap ( Dali
Gulo,1982),dengan pendidikan karakter diharapkan peserta didik mempunyai sikap
jujur, religius,disiplin, kreatif dan mandiri serta cinta tanah air. Realisasi
pendidikan karakter membutuhkan banyak kerjasama antar berbagai pihak baik
guru, orang tua dan lingkungan sekitar. Salah satu metode penanaman karakter
adalah pembiasaan, keteladanan dan pujian (reward).
Seorang anak bisa karena
terbiasa, pembiasaan tingkahlaku terpuji yang dilakukan secara terus menerus
akan terus dibawanya selama hidup sehingga menjadi salah satu karakter
pribadinya. Menunjuk dengan jari jempol, Membiasakan kata “permisi” ketika
meminjam atau masuk di kelas lain,menggunakan kata-kata sopan, Pada saat
berkomunikasi dengan seorang yang lebih dituakan alangkah baiknya jika
menggunakan tingkatan bahasa“Ondhaggha bhasa” (Madura) dengan
seperti itu akan menunjukkan sikap hormatnya pada yang lebih tua.
Tantangan utama penanaman
pendidikan karakter disistem persekolahan bukanlah kurangnya fasilitas atau kurang pandainya para pendidik. Namun yang
paling utama kurangnya keteladanan. Kunci sukses dari pendidikan karakter
adalah keteladanan atau uswah serta tidak kalah penting peran keluarga adalah
tempat pertama untuk menanamkan pendidikan karakter. Perhatian dan kasih
sayang yang tulus baik guru maupun orang tua sangat dibutuhkan untuk
pembentukan dan perubahan karakter anak.
mungkin masih banyak
pembiasaan-pembiasaan lain yang digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter.
Hingga pada akhirnya peserta didik kita mampu mengimbangi arus
kemajuan zaman tanpa mengabaikan norma dan etika yang berlaku.
Salam literasi








Dalam pembentukan karakter peran guru tak bisa digantikan dgn kencanggihan teknologi sekalipun...
ReplyDeletePenanamn karakter butuh bimbingan guru juga ortu ketika anak dirumah.
Mantab bu yuni...
Perbaikan saja, dari kalimat " menurut kamus...." Itu paragraf baru saja
ReplyDelete